Nasional News

BPD GBI Jawa Barat Merespons Pernyataan Gubernur RK Terkait Covid19

JAKARTA, Beritarem.com,- Percakapan via telekomfrens antara Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dengan wakil Presiden KH Mahruf Amin yang beredar di kanal Youtube dan diberitakan berbagai media online di tanah air, akhirnya mendapatkan respon dari pihak Gereja Bethel Indonesia (GBI). Dalam telekomfrens tersebut, Ridwan menyebut, salah satu penyebab penularan covid19 adalah pasca kegiatan GBI Sukawarna di Lembang Bandung.
Menurut Ridwan, setelah dilakukan rapid tes terhadap Jemaat dari Gereja Bethel Indonesia (GBI) di Bandung, hasilnya sangat mengejutkan. “Dari 637 orang yang dites, terdapat 35 persen orang yang positif COVID-19. Artinya, yang dites 637 orang, 226-nya positif,” tutur Ridwan Kamil, dalam percakapan via Telekonferensi dengan Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Jumat (4/4/2020).
Lanjut Ridwan, ini merupakan salah satu dari empat klaster penyebaran COVID-19 di Jawa Barat.Klaster ini disebut Ridwan Kamil sebagai: klaster seminar keagamaan di Lembang. “Mereka berkumpul, pendetanya melakukan sentuhan fisik. Pendetanya sudah meninggal dunia karena COVID-19,” tuturnya. Pendeta yang dimaksud Ridwan Kamil ialah, AN. Usianya 70 tahun. Dia mendatangi Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Jawa Barat, Kamis (19/3/2020) lalu, dengan keluhan sesak napas. Pendeta tersebut tak terselamatkan.
Menanggapi pernyataan Gubernur Ridwan Kamil, pihak Badan Pengurus Daerah (BPD) Jawa Barat, Pdt. Satrya yang juga Ketua BPD Jawa Barat mengeluarkan rilis yang diedarkan langsung oleh Ketua Umum Badan Pekerja Harian Gereja BetheI Indonesia Pdt. Dr. Rubin Adi Abraham (Minggu, 5/4/2020). Berikut ini adalah rilis surat keterangan BPD Jawa Barat yang dikutip sesuai aslinya.
Surat Keterangan BPD Jawa Barat GBI
Shalom, salam sejahtera bagi kita semua.
Berkenaan dengan pemberitaan pandemi Covid-19 di Jawa Barat, khususnya tentang kegiatan GBI Sukawarna di Bandung, maka dengan ini kami bermaksud memberikan penjelasan agar kita dapat memahaminya dengan lebih tepat.
1. Pertemuan Pastors’ Meeting tanggal 3-5 Maret 2020 adalah program internal GBI Sukawarna yang sudah dijadwalkan. Pihak GBI Sukawarna telah mengkonfirmasikan bahwa yang mengikuti acara ini sebanyak 170 peserta, yaitu mereka yang mengikuti acara dengan penuh adalah 150 orang dan sekitar 20 orang lainnya bolak-balik ke kota Bandung dikarenakan pekerjaan dll.
2. Acara ini dilaksanakan sebelum adanya himbauan Social Distancing, karena baru tanggal 2 Maret 2020 Presiden RI mengumumkan adanya 2 orang yang terinfeksi Covid-19 di Depok (1 hari sebelum pelaksanaan acara di Lembang).
3. Tidak terpikirkan adanya resiko paparan virus tersebut berkenaan dengan pertemuan yang melibatkan orang banyak.
4. Sekitar tanggal 5 Maret 2020 baru diumumkan agar melakukan Social Distancing.
Disusul dengan:
– Himbauan Presiden pada hari Minggu siang, tanggal 15 Maret 2020, untuk bekerja dari rumah, belajar di rumah dan ibadah di rumah.
– Himbauan BPH GBI pada hari Rabu, tanggal 18 Maret 2020, kepada seluruh gembala/gereja lokal untuk menaati himbauan pemerintah dan mengalihkan ibadah di rumah/keluarga.
– Kesepakatan Bersama Gereja-gereja di Bandung pada tanggal 19 Maret 2020 untuk beribadah di rumah mulai tanggal 21/22 Maret 2020.
– Maklumat Kapolri tanggal 19 Maret 2020 tentang kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah dalam penanganan virus Corona (Covid-19).
5. Dalam pemantauan kami, sampai tanggal 15 Maret 2020, GBI dan seluruh umat beragama lainnya masih melaksanakan ibadah sebagaimana biasanya.
6. Kami pastikan tidak ada maksud GBI membangkang seruan pemerintah, terbukti sejak tanggal 22 Maret 2020 sampai saat ini seluruh ibadah Minggu dilaksanakan di rumah, demikian juga halnya dengan kegiatan pertemuan lainnya untuk sementara dilakukan secara online/daring. Dan hal ini bukan hanya dilakukan di kota Bandung dan Jawa Barat saja namun di seluruh Indonesia bahkan GBI di luar negeri.
7. Kami memandang bahwa semua ini adalah wabah yang tidak terduga dan dapat menimpa siapa pun tanpa memandang dari suku, agama, kelompok, golongan mana pun; bahkan WHO sudah menyatakan wabah ini sebagai pandemi global yang menjangkiti sekitar 200 negara.
8. BPH GBI melalui BPD Jabar GBI, melalui surat resmi dan berbagai media sudah memberikan arahan agar setiap gembala, pejabat dan pengerja, – khususnya peserta Pastors’ Meeting di Lembang dan peserta kebaktian yang diadakan di GBI Aruna, GBI Baranangsiang dan seluruh cabangnya, – untuk bekerja sama dengan pemerintah daerah, dalam hal ini Dinas Kesehatan setempat dengan melaporkan/memeriksakan diri bila mengalami gejala terinfeksi Covid-19, dan melakukan isolasi mandiri bagi yang tidak mendapati gejala sekalipun.
Doa dan harapan kami:
1. Kita dapat memandang wabah ini sebagai pandemi yang harus dihadapi dan diperangi oleh seluruh rakyat Indonesia bahkan seluruh dunia. Sehingga tidak perlu adanya lagi sebutan terhadap kelompok tertentu agar kesatuan tetap terpelihara dan tidak menimbulkan stigma yang tidak diinginkan.
2. GBI baik di tingkat pusat, daerah maupun gereja lokal dapat bersehati bergandengan tangan menanggulangi wabah ini.
Dengan aktif memberikan arahan agar jemaat tetap melakukan physical distancing agar tidak tertular virus Corona maupun menularkan (sebagai carrier).
3. Mari kita berdoa, kiranya Tuhan memberikan penghiburan dan ketabahan bagi orang-orang yang anggota keluarganya menjadi korban pandemi Covid-19 ini.
4. Bijaksanalah dalam menerima dan mengelola berita. Jangan menyebarkan berita yang tidak membangun, terlebih yang berpotensi menimbulkan polemik/perdebatan, kepanikan bahkan bertentangan dengan hukum.
5. Mari kita berdoa bagi para dokter, perawat, karyawan rumah sakit, dan semua orang yang sedang berjuang membantu para pasien Covid-19, kiranya Tuhan senantiasa memberikan kekuatan dan kesehatan kepada mereka.
6. Berdoalah bagi Presiden dan aparat pemerintah agar diberikan kesehatan, hikmat dan kesehatian dalam menangani pandemi di negeri ini.
Mari Gereja Tuhan, bersama-sama kita menjadi terang sesuai dengan Yesaya 58. Berperan aktif dalam masyarakat untuk bertolong-tolongan menanggung beban, maka Tuhan akan memulihkan Indonesia.
Kiranya tulisan ini dapat membuat kita semakin memiliki pemahaman yang positif dan dapat semakin SEHATI.
Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita semua.
Salam Sehati,
Pdt. Satrya (Ketua BPD Jabar GBI)
SM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *