Nasional News

Brigjen Pol Drs. Yehu Wangsajaya.,M.Kom, Jendral Polisi Ahli Informatika Menerima Penghargaan Dari IAII

Beritarem.com,-Ikatan Ahli Informatika Dewan Pimpinan Wilayah (IAII-DPW) DKI Jakarta menggelar Webinar perdana sekaligus pengukuhan Brigjen. Pol. Drs. Yehu Wangsajaya, M.Kom sebagai anggota kehormatan IAII di Auditorioum Kampus Universitas Budi Luhur, Jalan Ciledug Raya, Petukangan Utara, Jakarta Selatan (Sabtu, 19/12/20).

Brigjen Pol.Drs. Yehu Wangsajaya., M.Kom saat menerima penghargaan dari Ikatan Ahli Informatika Indonesia (IAII) di Audotorium Kampus Universitas Budi Luhur, Sabtu (19/12/20)

Dengan mengusung tema “People Centric Technology: IT Transparency & Traceability for Better Life”,  webinar yang menampilkan Keynote Speaker Dr. Ir. Wendi Usino,M.Sc., M.M (Rektor Universitas Budi Luhur/Ketua DPW IAAI DKI Jakarta) dan Brigjen. Pol. Drs. Yehu Wangsajaya, M.Kom. (Anggota Kehormataan IAII/Pati Polri pertama bergelar Master Ilmu Komputer dihadiri 200 orang secara virtual dan 20 orang secara tatap muka. Tampak hadir dalam acara tersebut adalah Ir. Siswanto, M.M, M.Kom (Sekretaris Jenderal IAII), Hariyono Kasiman, S.T (Ketua Umum IAII ).juga dihadiri secara virtual oleh  Prof. Dr. Marsudi Wahyu Kisworo, I.P.U. (Dewan Pembina IAII).

Dewan Pembina IAII, Prof. Dr. Marsudi Kisworo dalam kata sambutannya, mengatakan bahwa, masa depan adalah masanya teknologi informasi. “Kenapa? Karena sejak tahun 2006 sampai 2016 perusahaan-perusahaan  besar seperti pertambangan, energi dan sektor keuangan, kemudian dalam waktu 10 tahun (2016) sudah bergeser menjadi perusahaan berbasis IT. Ini selaras dengan revolusi industri 4.0 dimana banyak sekali perusahaan yang sudah memakai IT,” papar Marsudi sekaligus menambahkan bahwa IAAI sebagai wadah berkumpulnya para ahli informatika memiliki peranan yang sangat penting masyarakat dan bangsa Indonesia. Sedangkan Ketua Umum IAII, Hariyono Kasiman, ST, berharap agar melalui Webinar sekaligus pengukuhan dan pemberian anggota kehormatan kepada Brigjen Pol Yehu Wangsajaya ini dapat merangkul ahli-ahli IT yang lain.

Dr. Ir.Wendi Usino, M.Sc.,MM (Rektor Universitas Budi Luhur): Saya Sangat Bahagia & Bangga Karena Alumni Budi Luhur Ahli Informatika Yang Sukses Menjadi Pati Polri

Dr. Ir.Wendi Usino, M.Sc.,MM (Rektor Universitas Budi Luhur/ Ketua DPW IAII DKI Jakarta)

Ketua IAII DKI Jakarta sekaligus Rektor Universitas Budi Luhur, Dr. Ir. Wendi Usino,M.Sc., M.M mengaku sangat bahagia dan bangga sekali karena alumni Budi Luhur yang menguasai IT dan sukses menjadi Perwira Tinggi (PATI) di Polri. “Prestasi beliau sangat luar biasa. Terutama karya-karya beliau untuk implementasi IT di Indonesia, khususnya di tubuh Polri. Ini merupakan sumbangan yang sangat bermanfaat bagi masyarakat dan kepolisian khususnya. Oleh karena kami melihat sebagai seorang figur yang memiliki prestasi dari sisi kepolisian dan dari sisi ITnya. Kebetulan saya menjadi ketua Dewan Pimpinan Wilayah  (DPW) Ikatan Ahli Informatika Indonesia (IAAI), menggangap beliau sangat layak untuk diberikan penghargaan dan diangkat sebagai anggota kehormatan IAAI. Sehingga nantinya akan memberikan peran dan jaringan yang kuat. Karena IAAI Indonesia telah memiliki anggota banyak, yang semuanya orang-orang ahli IT.  Dan dibutuhkan dukungan sebagai bentuk implementasi ke depan yang bermanfaat dan membuat kehidupan lebih baik. Dan baik dari sisi Polrinya maupun sisi IAII-nya agar kedua organisasi itu bisa saling bersinergi,” tukas Wendi.

Lanjut Wendi, dengan adanya ahli informatika di tubuh Polri itulah, IAAI DKI Jakarta mempunyai ide untuk membuat webinar dan berbagi informasi kepada sesama anggota ahli IT. Kami berharap setelah diangkat menjadi anggota kehormatan IAII nantinya bisa memberikan masukan-masukan dan jaringan-jaringan agar program IT di Indonesia semakin bekembang. “Dengan masuknya Brigjen Pol Yehu, maka IAII akan semakin kuat. Apalagi sampai saat ini memang sebagian besar tokoh-tokoh IT yang menjadi anggota  ada yang berasal dari ITB, UI dan kampus-kampus besar di Indonesia.  Sehingga IAAI semakin kuat sumberdaya manusianya, lebih kompeten, bermutu atau berkualitas,” ujar Wendi sembari menambahkan bahwa Universitas Budi Luhur sebagai perguruan Tinggi formal pertama di Indonesia sejak tahun 1979.

Menurut Wendi, IT itu memegang peranan yang penting. Bahkan sampai saat ini, semua lini kehidupan akan dimasuki oleh IT. “Oleh karena itu, kita dengan dukungan pemerintah, kampus-kampus diberikan kebebasan untuk merancang kurikulumnya. Nah,kurikulum yang kita rancang saat ini agar mahasiswa-mahasiswa punya kompetensi untuk kreatif, inovatif dan mandiri. Dan akhalaknya kita didik, jangan sampai menjadi orang IT yang tidak bermanfaat, tapi malah merusak. Kita harapkan IT yang diciptakan itu yang bermanfaat. Makanya kita memiliki tagline Cerdas Berbudi Luhur,” ungkapnya.

Wendi menjelaskan, saat ini IAAI DKI Jakarta telah membentuk dan mengumpulkan orang-orang ahli IT darimanapun untuk menghasilkan produk-produk bermanfaat yang peduli terhadap sesama dan lingkungan. “Kita mendidik agar orang-orang IT itu aware dalam membuat program yang beretika. Jangan sampai program itu merugikan orang lain dengan melakukan kejahatan siber (cyber crime). Karena hal itu kan mudah sekali dibuat oleh orang-orang IT yang tidak mempunyai akhlak. Kami ingin mengajak semua anggota IAAI khususnya DKI JAkarta, pada saat membuat programnya tidak melanggar hukum dan bermanfaat bagi sesama ciptaan Tuhan. Itulah target kami. Sekali lagi, jadilah ahli informatika  yang bermanfaat bagi banyak orang,” pungkasnya.

Brigjen Pol Drs. Yehu Wangsajaya, M.Kom Sambut Baik Keinginan Presiden Jokowi Wujudkan Lembaga Penegak Hukum Dengan Layanan Berbasis Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence) 

Brigjen Pol Drs. Yehu Wangsajaya, M.Kom saat memaparkan materi

Keinginan Presiden RI Jokowi agar lembaga penegak hukum memperbanyak inovasi layanan teknologi informasi berbasis kecerdasan buatan telah menjadi motivasi tersendiri bagi seorang perwira tinggi Polri seperti Brigjen. Pol. Drs. Yehu Wangsajaya, M.Kom.

Yehu yang merupakan lulusan Akpol 1989, telah banyak melakukan inovasi berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK) sepanjang karirnya. Hal itu telah dirintis sejak ia menjabat sebagai Wakasat Lantas Poltabes Medan tahun 1998 yang turut membangun dan menerapkan Komputerisasi Ujian teori SIM pertama kali di Indonesia. Kecintaannya pada dunia informatika tidak pernah berhenti dimana pun ia ditempatkan. Berbagai inovasi bidang TIK selalu dikembangkan oleh Jenderal kelahiran Cianjur ini, seperti Aplikasi Riwayat Hidup Personil Polri (RHPP) Mabes Polri pertama kali di Indonesia pada Satker Info Personil Spers Polri tahun 2001.

Konsistensinya menjadi anggota Polri yang memiliki kompetensi TIK selalu dijaga bahkan hingga membawanya lulus jenjang pendidikan S2 bidang Ilmu Komputer tahun 2006. Bahkan pada tahun 2009 ia menciptakan Panic button hingga akhirnya ia diundang ke Korsel. Ketekunan dan profesionalisme yang dijalankannya terus dilakukan seiring peningkatan jenjang karir di bidang TIK, seperti penempatannya sebagai Kabag Pengembangan Multimedia di Lemhanas, maupun saat menjabat sebagai Kepala Sekretariat Kompolnas hingga tahun 2019 dan kini sebagai Pengembang TIK Tingkat II di Divisi TIK Polri. Rekam jejak sebagai perwira Polri yang selalu profesional mengembangkan inovasi TIK terdeteksi oleh almamaternya, Universitas Budi Luhur yang merekomendasikan alumnusnya sebagai ahli informatika setelah dilakukan studi pelacakan alumni.

Hal itu kemudian ditelaah oleh Ikatan Ahli Informatika Indonesia hingga akhirnya Yehu mendapatkan apresiasi sebagai Anggota Kehormatan pada Ikatan Ahli Informatika Indonesia hari ini (19/12/2020). Dengan demikian Yehu, merupakan satu-satunya ahli informatika tertinggi yang dimiliki Polri karena berdasarkan studi pelacakan, ia merupakan satu-satunya Perwira Tinggi Polri yang memiliki gelar pendidikan magister ilmu komputer di Indonesia. Yehu dalam orasi ilmiahnya sesudah acara pengukuhan sebagai ahli informatika Indonesia mengatakan bahwa ia sangat siap mewujudkan mimpi Presiden Jokowi dengan membangun Polri menjadi lembaga penegak hukum yang memiliki banyak layanan berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence).

Dalam orasinya Jenderal yang selalu menyempatkan diri mengajar ilmu komputer di berbagai perguruan tinggi selama pengabdiannya, yakin dapat membuat robot polisi atau adopsi kecerdasan buatan lainnya bagi institusi Polri. Baginya, tidak ada alasan untuk tidak memanjakan dan melindungi masyarakat dengan berbagai layanan berbasis kecerdasan buatan di Polri.SM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *