Event Nasional News Renungan

Brigjen Pol. Drs. Yehu Wangsajaya,M.Kom (Satu-satunya Pati Polri Ahli IT di Indonesia) Sampaikan Kotbah Paskah di GBI REM Hotel Ciputra

Jakarta,Beritarem.com,-Gereja Bethel Indonesia Rahmat Emmanuel Ministries (GBI REM) penggembalaan Pdt. Paulus T Supit yang semula beribadah di lantai dasar Ruang Puri 5-6, Hotel Ciputra, terhitung tanggal 28 Maret 2021 pindah ke ruang Dian Ballroom Lantai 6 Hotel Ciputra, Grogol, Jakarta Barat. Sejak pindah dari lantai dasar, GBI REM sudah tiga kali menggelar ibadah raya secara offline, masing-masing 5 kali kebaktian, yakni: Ibadah raya & HUT GBI REM ke 29 (Minggu, 28/3); Ibadah Jumat Agung (Jumat, 2/4/2021) dan Ibadah Paskah (Minggu,4/4/21). Antusiasme jemaat yang hadir pun tampak tak terbendung ketika mengikuti ibadah raya, terutama ibadah Jumat Agung dan Ibadah Paskah yang lalu.

Pihak pengelola Mal Ciputra, Hotel Ciputra & GBI REM pun sangat taat menjalankan protokol kesehatan. Yaitu; Sebelum Ibadah berlangsung ruangan ibadah disemprot disinfektan, wajib memakai masker, mencuci tangan, cek suhu, menjaga jarak, dan menggunakan hand sanitizer agar jemaat yang hadir merasa nyaman dan terhindar dari penularan virus corona yang masih menjadi pandemi sampai saat ini.

Perayaan Paskah Di Tengah Pandemi Menjadi Momen Penting Bagi Umat Kristiani

Brigjen Pol. Drs. Yehu Wangsajaya, M.Kom ketika menyampaikan Kotbah Paskah di GBI REM Hotel Ciputra Lantai 6 Ruang Dian Ballroom, Grogol,- Jakarta Barat, (Minggu,4/4/21)

Kebangkitan Kristus dari kematian atau Paskah merupakan perayaan penting bagi umat Kristiani di seluruh penjuru dunia. Tahun ini, perayaan Paskah jatuh pada hari Minggu, 4 April 2021. Bahkan meskipun dirayakan di tengah pandemi virus corona, perayaan Paskah tahun tak mengurangi semangat umat Kristiani dalam memaknai momentum Kebangkitan Kristus. Sejatinya, pandemi covid-19 yang tak tahu kapan berakhirnya ini, justru menjadi kesempatan memperbaiki relasi manusia dengan sesama, manusia dengan alam; dan manusia dengan Tuhan. Situasi pandemi ini juga mengajarkan kepada kita bahwa membangun relasi dengan Tuhan ternyata tidak dibatasi oleh gedung, oleh orang, tetapi masing-masing kita dapat membangun relasi dengan Tuhan tanpa dibatasi oleh apapun. Secara mandiri masing-masing kita dapat berjumpa dengan Tuhan dan berkomunikasi denganNya, baik secara online maupun offline. Gereja boleh tutup sementara, kebaktian bisa dibatasi, jarak harus diatur tetapi relasi manusia dengan Tuhan, nyatanya tak bisa dibatasi oleh apapun juga tak berjarak jauh.

 

Brigjen Pol. Drs. Yehu Wangsajaya,M.Kom (Satu-satunya Pati Polri Ahli IT di Indonesia): Jadikan Momen Paskah Untuk Bertobat Sungguh-Sungguh!

“Mengapa Kebangkitan Kristus Penting Bagi Orang Percaya?” Demikian tema yang diangkat oleh  Ev. Brigjen Pol. Drs. Yehu Wangsajaya, M.Kom ketika menyampaikan kotbah Paskah di GBI REM Hotel Ciputra Lantai 6 Dian Ballroom 2, Grogol Jakarta Barat, (Minggu,4/4/21) siang. Menurut Jendral Yehu, perayaan Paskah itu mengingatkan kita bahwa pengorbanan dan penderitaan Yesus itu sungguh sangat luar biasa. Yesus rela menderita, mengorbankan diriNya demi umat manusia untuk menyelamatkan manusia yang berdosa. ‘Mengapa Kebangkitan Kristus Penting Bagi Orang percaya?’ “Setidaknya ada lima hal yang dapat dipahami, mengapa Kebangkitan Kristus Penting Bagi Orang Percaya. Pertama, KebangkitanNya membuktikan kebenaran Alkitab (Lukas 24:44-47).Kedua,KebangkitanNya membuktikan bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah (Roma 1:4). Ketiga, KebangkitanNya menjamin kepastian bahwa kematianNya menebus dosa kita (Roma 6:4). Keempat,KebangkitanNya memastikan warisan orang percaya kelak di Sorga (1 Pet 1: 3-4). Kelima,KebangkitanNya memastikan penghakiman orang fasik di masa depan (Kis. 17:30-31),” papar Yehu yang mendapatkan apresiasi sebagai Anggota Kehormatan dari Ikatan Ahli Informatika Indonesia (IAII) beberapa waktu lalu.

Jendral bintang satu lulusan Akpol 1989 ini juga menceritakan pengalamannya sebagai Polisi ketika menjabat sebagai Kapolres Minahasa beberapa tahun lalu. “Ketika menjabat sebagai Kapolres Minahasa, saya pernah dicegat orang yang sedang mabuk miras dan bermaksud minta uang. Heran ya, Kapolres saja mau dipalak. Waktu itu saya bersama sopir yang juga anggota polisi. Akhirnya saya telpon Kapolsek setempat, agar orang mabuk ini segera diamankan. Mulai dari situlah titik balik saya terpanggil untuk melayani jiwa-jiwa dengan cara membuat efek jera orang yang suka mabuk-mabukan. Setiap ada yang mabuk ditangkap dan dijebloskan ke hotel prodeo (sel/penjara), akhirnya berhasil menurunkan orang yang suka minuman keras.Nah, mulai saat itulah saya sering diundang oleh gereja-gereja di Sulawesi Utara untuk memberikan pencerahan kepada generasi muda agar tidak melakukan tindakan kejahatan termasuk minuman keras. Nah di momen Paskah ini kita harus benar-benar bertobat dan meninggalkan perbuatan yang tidak menyenangkan hati Tuhan,” tukas Yehu yang dikenal sebagai Polisi yang rendah hati.

Antusias! Ibadah Paskah di GBI REM Hotel Ciputra Lantai 6 Dian Ballroom dihadiri oleh mayoritas generasi muda

Jendral Yehu yang saat itu didampingi oleh sang istri tercinta, disambut hangat oleh Gembala Sidang GBI REM, Pdt. Paulus T Supit dan Ibu Gembala. “Terimakasih atas pelayanan Pak Yehu. Nanti jika ada waktu Pak Yehu bisa dijadwalkan kembali untuk memberkati jemaat GBI REM,” ujar Pdt. Paulus Supit yang langsung dijawab oleh Jendral Yehu, “Saya siap dan dengan senang hati melayani di sini. Karena jemaatnya pun sangat antusias dalam beribadah”.

Sekilas Profil Singkat Brigjen Pol. Drs. Yehu Wangsajaya, M.Kom

Brigjen Pol Drs. Yehu Wangsajaya adalah Pati Polri lulusan Akpol tahun 1989, yang telah banyak melakukan inovasi berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK) sepanjang karirnya. Hal itu telah dirintis sejak ia menjabat sebagai Wakasat Lantas Poltabes Medan tahun 1998 yang turut membangun dan menerapkan Komputerisasi Ujian teori SIM pertama kali di Indonesia. Kecintaannya pada dunia informatika tidak pernah berhenti dimana pun ia ditempatkan. Berbagai inovasi bidang TIK selalu dikembangkan oleh Jenderal kelahiran Cianjur ini, seperti Aplikasi Riwayat Hidup Personil Polri (RHPP) Mabes Polri pertama kali di Indonesia pada Satker Info Personil Spers Polri tahun 2001.

Salam sehati. Brigjen Pol Yehu Wangsajaya & Istri berpose dengan Pdt. Paulus T Supit (Gembala Sidang GBI REM) & Ibu Maria Yani Supit (Ibu Gembala)

Konsistensinya menjadi anggota Polri yang memiliki kompetensi TIK selalu dijaga bahkan hingga membawanya lulus jenjang pendidikan S2 bidang Ilmu Komputer tahun 2006. Bahkan pada tahun 2009 ia menciptakan Panic button hingga akhirnya ia diundang ke Korsel. Ketekunan dan profesionalisme yang dijalankannya terus dilakukan seiring peningkatan jenjang karir di bidang TIK, seperti penempatannya sebagai Kabag Pengembangan Multimedia di Lemhanas, maupun saat menjabat sebagai Kepala Sekretariat Kompolnas hingga tahun 2019 dan kini sebagai Pengembang TIK Tingkat II di Divisi TIK Polri. Rekam jejak sebagai perwira Polri yang selalu profesional mengembangkan inovasi TIK terdeteksi oleh almamaternya, Universitas Budi Luhur yang merekomendasikan alumnusnya sebagai ahli informatika setelah dilakukan studi pelacakan alumni.

Hal itu kemudian ditelaah oleh Ikatan Ahli Informatika Indonesia hingga akhirnya Yehu mendapatkan apresiasi sebagai Anggota Kehormatan pada Ikatan Ahli Informatika Indonesia (19/12/2020) dari Universitas Budi Luhur almamaternya ketika menyelesaikan studi S2 dengan gelar M.Kom. Dengan demikian Yehu, merupakan satu-satunya ahli informatika tertinggi yang dimiliki Polri karena berdasarkan studi pelacakan, ia merupakan satu-satunya Perwira Tinggi Polri yang memiliki gelar pendidikan magister ilmu komputer di Indonesia.

Yehu dalam orasi ilmiahnya sesudah acara pengukuhan sebagai ahli informatika Indonesia mengatakan bahwa ia sangat siap mewujudkan mimpi Presiden Jokowi dengan membangun Polri menjadi lembaga penegak hukum yang memiliki banyak layanan berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence). Dalam orasinya Jenderal yang selalu menyempatkan diri mengajar ilmu komputer di berbagai perguruan tinggi selama pengabdiannya, yakin dapat membuat robot polisi atau adopsi kecerdasan buatan lainnya bagi institusi Polri. Baginya, tidak ada alasan untuk tidak memanjakan dan melindungi masyarakat dengan berbagai layanan berbasis kecerdasan buatan di Polri. SM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *