Event News

Dampak Dari Momentum Doa “TahtaNya 24/40” Banyak Peserta Dilawat Tuhan Hingga Alami Kesembuhan Dari Sakit Penyakit

Jakarta, Beritarem.com,-Penyelenggaran Momentum Doa 24/40 telah menghadirkan berbagai kota di Indonesia untuk bergabung dan terlibat secara aktif. Puji Tuhan, hingga saat ini banyak sekali pengalaman rohani yang mereka rasakan.

Fasilitator Umum Jaringan Doa Wilayah Regional Sulawesi, Pdt Andy Mulyadi mengatakan, ini Program Takhta 24/40 merupakan berkat atas umat Tuhan. “Acara ini dapat meningkatkan gairah dan semangat kegerakan doa umat Tuhan, mulai dari anak-anak sampai orang dewasa yang nampak pada respons dan keterlibatan berbagai komponen kekristenan, berbagai denominasi juga pemerintahan kota /kabupaten, indikasinya terlihat pada: antusias para pengisi acara dalam mempersiapkan diri, live dari tempat yang koneksi internetnya baik, mengadakan pendekatan dengan telkomsel sampai pada membeli gadget baru. Seperti terjadi di JDS Tahuna keterlibatan pemerintah daerah secara serius dengan menugaskan dinas infokom memfasilitasi peralatan live sampai monitor video throne kota, seperti di JDS Tomohon. Pemerintah kota Bitung secara resmi menunjuk JDS kota Bitung untuk mengawal kotanya dengan mengadakan doa keliling secara rutin yang melibatkan gereja dan pemerintah, sekaligus mendoakan seluruh pejabat pemerintahan mulai dari walikota,wakil walikota sampai dengan para asisten pemerintahan,” papar Pdt. Andy.

Baca Juga: Lewat Doa, Pujian & Penyembahan 24/40, Pdt. Tony Mulia: Tuhan Menjadi Sutradara Untuk Menggerakkan Manusia, Menyatukan Denominasi Gereja & Memakai Generasi Muda Untuk Membangun Gereja Masa Depan

Menurut Pdt. Andy, acara 24/40 juga berdampak meningkatnya unity Tubuh Kristus; keterlibatan sinode gereja- gereja suku seperti KGPM,GMIM, KIBAID, GKSS, Gereja Toraja ,GEPSULTRA, GPID dan antusias dalam mengisi acara,mengunakan atribut daerah, bahasa suku. “Dukungan dan Kerelaan gereja yang mengizinkan bahkan menawarkan fasilitas gereja untuk dipergunakan baik saat mengisi acara maupun untuk program JDS kota/kabupaten selanjutnya. Contoh di JDS Bitung ditawarkan untuk menggunakan fasiltas penyiaraan oleh beberapa gereja yang memiliki peralatan & izin penyiaran. Spiritualitas, mujizat pertolongan Tuhan yang langsung diterima oleh para pengisi acara maupun keluarga pendoa; pertama, isteri pdt.Henoch Kristiono / fasilitator JDS, pinggangnya yang sakit karena kecebur di laut, istri disembuhkan Tuhan ketika tiba di klinik untuk diperiksa. Kedua,  Adik dari Besan ibu Since juga di sembuhkan dari covid-19. Sampai pagi ini mujizat terus di alami dalam kesaksian-kesaksian di doa pagi regional yang semakin bergairah dalam masa doa 24/40 ini,” tuturnya.

Pdt. James Baware Fasilitator JDS Bitung merasa bersyukur dengan adanya acara 24/40, semakin direspon baik oleh banyak gereja hingga tingkat pemerintah. “Gerakan Penyembahan 24/40 telah menjembatani hubungan hubungan Gereja-gereja yang ada di Bitung, sehingga mau terlibat untuk ambil bagian. “Melalui acara ini, para pemimpin gereja dan pendoa saat ini mau telibat dalam pelayanan, hanya diawali dengan kesediaan melempar mahkota dan merendahkan diri. Selain itu, 24/40 bukan saja mempererat hubungan Gereja Tuhan, tetapi bahkan Pemimpin kota, dalam hal ini Walikota merasakan betapa berartinya keberadaan Jaringan Doa Sekota. Sehingga Walikota Bitung telah menyerahkan kepada JDS Bitung untuk mengatur pergerakan doa di Kota Bitung. Bahkan sudah meminta para pengurus JDS mendoakan Jajaran Pemerintahan Daerah Kota Bitung dan memimpin doa keliling di Kota Bitung,” tandasnya.

Sementara itu, Ibu Ayu Angelo dari Bali mengungkapkan, saat tampil kedua kalinya ia merasakan hancur hati, ada kebersamaan dalam satu titik dan kesatuan Roh. “Saya dapat pernyataan Tuhan dimasa mendatang Tuhan akan memperlengkapi anak-anak muda untuk menggerakan pertanian dan peternakan di tengah bangsa ini,” paparnya.

Bapak Franky dari Palu merasa bersyukur oleh kemurahan Tuhan, dirinya mengaku sudah dua kali terlibat. “Bersyukur melalui 24/40 ini, semua dari berbagai denominasi terlibat, disatukan, justru lewat acara ini, hampir setiap hari ketemu, menjadi lebih akrab, semangat menyala-nyala dalam melayani Tuhan, berdampak pada diperkuatnya kesatuan gereja,” tukas Franky.

  Ps. Yossi dari Bandung mengalami pengalaman rohani luar biasa. “Ada 3 orang pendoa yang biasa Bandung lakukan, yakni MDK, Hamba-hamba Tuhan, JDR, Pelayanan Sunda, dan Anak. Mereka sangat semangat, antusias. Ketika mengikuti acara tersebut, ada seorang pemusik, orang tuanya yang sakit mengalami kesembuhan,” tutur Ps. Yossi. SM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *