Event Nasional News

Global Convention on Christian Faith and World Evangelization

Beritarem.com,-Global Convention on Christian Faith and World Evangelization (GCCFWE) adalah konvensi global yang digagas dan diselenggarakan oleh Reformed Evangelical Movement Internasional (REMI) dan Stephen Tong Evangelistic Ministries International (STMI). Konvensi yang memfokuskan pada Iman Kristen dan penginjilan dunia, ini diadakan pada tanggal 1 – 6 Oktober 2020. Pdt. Stephen Tong sendiri menggagas tentang Konvensi Global seperti ini selama bertahun-tahun. Panitia pun sudah mulai merencanakan acara ini sejak tahun lalu, namun karena pandemi Covid-19 diputuskan untuk melakukannya secara online.

Tuhan telah memberkati pelayanan Pendeta Stephen Tong selama 63 tahun terakhir, terutama dalam memberitakan dan mengajarkan doktrin yang sehat dari teologi Reformed, tidak hanya untuk para pendeta dan hamba Tuhan, tetapi juga untuk orang awam. Teologi tidak boleh dimonopoli oleh para penatalayan gereja saja tetapi harus tersedia untuk setiap orang Kristen. Pelayanan Pdt. Stephen Tong telah dikenal secara signifikan karena memanggil orang-orang untuk bertobat dan menantang orang Kristen untuk melayani Tuhan Yesus Kristus dengan setia, mendorong mereka untuk membagikan Injil. Seperti yang beliau sering katakan: “Gereja tanpa penginjilan berarti bunuh diri”. Inilah alasan utama dari GCCFWE ini.

Selain itu, tentunya agar Tuhan membangkitkan banyak orang Kristen untuk tetap setia dan berpegang teguh pada doktrin yang sehat, siap sedia baik atau tidak baik waktunya untuk memberitakan/membagikan kabar baik tentang Yesus Kristus. Ada 30 pembicara terkenal di dunia yang merupakan pemimpin Kristen yang besar yang memiliki rekam jejak yang sangat baik dan setia dalam mengajar doktrin Reformed dan menginjili banyak orang. Dr. Stephen Tong, Dr. Antonius Steven Un, Dr. Ben Chen, Dr. Benyamin Intan, Dr. Billy Kristanto dan masih banyak lagi. Ini adalah suatu festival kegiatan rohani yang besar karena bisa mengumpulkan semua pemimpin ini.

Banyak negara modern dan maju dengan gaya hidup saat ini telah kehilangan iman Kristen ortodoks. Umat Kristen perlu kembali ke Alkitab yang merupakan iman Reformed dan melaksanakan Amanat Agung yang diperintahkan Tuhan Yesus kepada kita. Pandemi saat ini menyebabkan banyak orang Kristen menderita. Tetapi Alkitab mengajarkan kepada kita bahwa segala sesuatu terjadi di bawah kedaulatan Allah. Ada maksud dan rencana yang Tuhan berikan pada umat-Nya dalam situasi apa pun. Kita diingatkan untuk rendah hati, untuk lebih mencintai satu sama lain, untuk merawat mereka yang lemah, untuk membagikan Injil selama masa sulit ini. Kita harus berdoa kepada Tuhan dan bertanya kepada-Nya apa yang Dia ingin setiap orang Kristen lakukan selama masa pandemi ini.

Ada pertanyaan yang berkembang saat ini, apakah masih ada badan misi yang mengirim misionaris yang bergerak dalam pekabaran Injil. Tentu saja masih banyak misionaris, di mana pun mereka berada, yang dengan setia memberitakan Injil ke tempat-tempat yang belum terjangkau dan sulit. Kita harus berdoa untuk mereka dan keluarga mereka. Tentu kita berharap juga, untuk melihat lebih banyak orang muda Kristen bangkit untuk melakukan Kehendak-Nya. Bahkan Pdt. Stepen Tong, lewat Gereja Reformed Injili Indonesia (GRII) masih membagikan dan mengajarkan firman Tuhan kepada sekolah-sekolah dan anak-anak tetapi sekarang kebanyakan menggunakan internet. Ada Program Anak-anak Reguler, Pelajaran Alkitab Remaja, dan Persekutuan Dewasa Muda menggunakan Zoom, YouTube dan/atau sistem online lain yang tersedia. Bahkan baru saja Bible Camp Nasional (BCN) untuk anak-anak dan acara National Reformed Evangelical Teen Convention (NRETC) untuk para remaja pada bulan Juni 2020 lalu. Kedua acara ini diikuti hampir 30.000 anak dan remaja. Semua tentunya dilakukan secara online.

Kembali tentang Konvesi Global ini, beberapa sesi dimana pembicara berdiskusi dan mempresentasikan dengan penuh perhatian tentang menginjili daerah-daerah yang belum terjangkau. Oleh sebab itu, disarankan orang-orang untuk mendaftar sehingga dapat diketahui siapa, tingkat pendidikan apa, dan kota atau negara peserta. Informasi ini bisa sangat berguna bagi pembicara untuk mengetahui siapa para pendengarnya dan bagi tim panitia untuk merancang acara saat ini dan acara acara di masa yang akan datang dengan lebih baik lagi. (BS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *