Event News Renungan

Ibadah Offline Atau Online Di Era New Normal, Pdt. Oke F Supit: Semua Tergantung Keimanan Kita Kepada Tuhan

Jakarta,Beritarem.com,-Meski pemerintah melalui Menteri Agama, Fachrul Razi telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 15 tahun 2020 terkait ibadah saat new normal (panduan pada masa kenormalan baru), namun sampai saat ini masih banyak tempat ibadah (gereja) belum melaksanakan ibadah tatap muka. Selain penerapan protokol kesehatan, rumah ibadah juga harus mendapatkan surat keterangan aman covid 19 dari ketua gugus tugas sesuai tingkatan wilayah.

Majelis Pekerja Harian Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (MPH-PGI) juga sudah keluarkan pernyataan sikap terkait pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan penyelenggaraan ibadah. PGI sendiri memahami bahwa wacana normal baru tidak menunjukkan telah amannya masyarakat dari sebaran Covid-19. Melainkan suatu kondisi di mana sebaran Covid-19 sedikit demi sedikit telah dapat dikendalikan. “Sangatlah beresiko bila peribadahan dalam bentuk kerumunan umat tetap diselenggarakan pada daerah di mana penyebaran Covid-19 belum terkendalikan serta kurvanya belum turun dan melandai,” ujar Ketua Umum PGI, Pdt. Gomar Gultom.

Sedangkan BPH GBI juga telah mengeluarkan surat edaran No:104/S-XVI/SU/BPH-GBI/V/2020 tertanggal 29 Mei, bahwa untuk memulai kembali suatu ibadah di gereja maka kita harus selalu memperhatikan pernyataan dan petunjuk resmi dari Pemerintah Pusat, dalam hal ini Kementerian Agama RI dan Dirjen Bimas Kristen, Pemerintah Daerah (karena kondisi tiap daerah berbeda) serta Surat Edaran dari BPH GBI. Agar gereja kita tidak menjadi cluster baru COVID-19, maka protokol kesehatan untuk beribadah di gereja harus diterapkan dengan sangat ketat dan berkomitmen tinggi.

Pdt. Oke F Supit

Menanggapi ibadah tatap muka (offline) maupun Online di era new normal, Pdt. Oke F Supit, itu sebenarnya sama saja. Sebab selama pandemi corona ini, kedua hal tersebut sudah dilakukan oleh berbagai gereja di Indonesia. “Saat ini yang paling penting adalah apakah hati kita sungguh-sungguh berjumpa dengan Tuhan atau tidak. Mengenai ibadah tatap muka di era new normal, kita harus tetap mengikuti anjuran pemerintah yaitu mematuhi protokol kesehatan, misalnya: cuci tangan, jaga jarak, cek suhu tubuh, ruangan disemprot disinfektan, dan sebagainya. Bagi saya, era new normal, sebenarnya kita semua sudah normal. Hanya saja ditambah protokol kesehatan. Kalau dulu pada saat normal, kita tidak perlu protokol kesehatan, nah sekarang di era new normal kita perlu tambahan protokol kesehatan. Kalau dulu kita berada di titik nol, tapi sekarang kita bisa saja berada di titik 10, 20 atau 30. Makanya kita harus kuat di dalam imun atau kekebalan tubuh kita,” ujar Pdt. Oke.

Lanjut Pdt. Oke, selama pandemi corona ini, selain harus berolahraga, minum vitamin, dan sebagainya, pikiran kita juga harus tetap terjaga agar tidak stress dan tetap beriman seta berdoa kepada Tuhan. “Jangan mengandalkan kekuatan sendiri. Kita harus mengandalkan kekuatan Tuhan. Sebab kalau kita diuji, Tuhan pasti menolong kita. Seperti kita tertulis dalam kitab Yakobus 1:12, adalah berbahagia orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia. Jadi orang-orang yang ikut firman Tuhan, akan diberikan mahkota kehidupan. Tapi jangan kita katakan bahwa pencobaan itu berasal dari Allah. Karena manusia itu dicobai karena keinginannya sendiri (ayat 13-14). Ketika kita mampu melewati itu semua, iman kita akan menjadi kuat,” pungkasnya. SM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *