Event News

Ini Dia Komentar Dukungan Sejumlah Hamba Tuhan & Tokoh Kristiani Dari Aras Nasional Tentang Doa Pujian & Penyembahan 24 Jam 40 Hari

Jakarta, Beritarem.com,-Momentum Doa, Pujian & Penyembahan selama 24 jam 40 hari (DPP-24/40) telah melewati 24 hari dan kini telah terbentuk 276 group yang telah ambil bagian mengisi dan dari berbagai kota, pulau-pulau di Indonesia (Sabang sampai Merauke) dan dari berbagai denominasi Gereja. Hal ini menjadi sebuah gerakan yang telah memperkuat hubungan dan komunikasi diantara Tubuh Kristus di Kota-kota, sebagaimana Visi Misi Jaringan Doa Nasional (JDN).

Dalam pembukaan acara 8 Juli 2020 pukul 12.00-14.00 Wib yang dilakukan secara virtual melalui media zoom, hadir para pemimpin Gereja dan para Fasilitator Nasional JDN Via Zoom Meeting antara lain: Pdt. Gomar Gultom M.Th (Ketum PGI), Dr. Iman Santoso, Pdt. Dr. Bambang Wijaya, Pdt. Dr. Nus

Reimas, Pdt. Soehandoko Wirhaspati, Pdt. Gondo Wijoyo, Pdt.Daniel Pandji, Pdt. Ronny Sigarlaki, Pdt.Kong Leories, Pdm. Charles Jonan, Pdt. Tony Mulia, Pdt. Mulyadi Sulaeman, Pdt. Andreas Soestono, Pdt. Martin Harefa, Pdt Welyar Kauntu, Pdt. Ronny Daud Simeon, dan Tim Fasilitator Nasional JDN, Fasilitator Nasional Kategorial, beserta para Perwakilan Fasilitator dari 17 Regional wilayah JDN, serta Tim Panitiapenyelenggara Momentum Penyembahan 24/40.

Baca Juga : Lewat Doa, Pujian & Penyembahan 24/40, Pdt. Tony Mulia: Tuhan Menjadi Sutradara Untuk Menggerakkan Manusia, Menyatukan Denominasi Gereja & Memakai Generasi Muda Untuk Membangun Gereja Masa Depan

Sebagai pemrakarsa acara DPP 24/40, Pdt. Tony Mulia yang menangkap Visi Tuhan berkata, bahwa, “24/40” bukan cuma 24 jam 40 hari, tetapi seperti 24 tua-tua yang melemparkan Mahkotanya, dimana hanya Tuhan Yesus yang memiliki Mahkota. “Acara ini sebelumnya tidak direncanakan, namun pada tanggal 19 Juni lahir ide ini, tanggal 22 juni kita mengadakan pertemuan dengan mengundang anak anak muda, dan rapat bersama dengan memutuskan untuk membuat sesuatu Indonesia dimana kita tidak fokus sama Covid tetapi kepada Tuhan. Tema yang Tuhan taruh dalam hati saya adalah Tahta-Nya lalu seseorang anak muda bernama Wimpy mengusulkan temanya dari Yesaya 66:1. Hal ini kemudian disosialisasikan kepada para Fasilitator Nasional dan para pemimpin Gereja yang hadir semua setuju dengan tema tersebut, bahkan juga diresponi oleh para hamba-hamba Tuhan dari luar negeri, ini semua karena Tuhan ingin menyatakan TahtaNya di bangsa ini,” tukas Pdt. Tony.

Pdt. Dr. Bambang Wijaya, dalam responnya berkata bahwa beliau yakin apa yang ditaruhkan Tuhan di hati Pak Tony sebagai Visi dari Tuhan untuk membawa kita mengalami pemulihan di tengah bangsa kita agar mengalami pemulihan di negeri ini. Dalam doanya Pdt. Bambang, menyampaikan bahwa ini adalah suatu kehormatan, ketika Tuhan memanggil untuk menyediakan Takhta bagi Tuhan berkarya ditengah-tengah bangsa kita, kehormatan bagi gereja-gereja Tuhan, memanggil gereja-gerejaNya terlibat dalam menghadirkan shalomNya di tengah-tengah masyarakat, dan melalui acara Takhta yang diselenggarakan, kiranya Roh Tuhan melawat, karena Roh Tuhan memerdekakan, membaharui, memulihkan dan menghidupkan. Melalui pelaksanaan 24/40, kita akan menyaksikan perkara-perakara besar yang melampaui kemampuan akal untuk mencerna, Tuhan akan mengerjakan ditengah-tengah bangsa ini, 40 hari yang akan datang dan saat menoleh kebelakang orang akan terheran-heran melihat Karya Allah yang besar ditengah-tengah bangsa. Ini bukanlah suatu pekerjaan biasa, bukan sekedar aktifitas mengisi waktu, tapi waktunya melihat Allah bertindak di tengah-tengah bangsa ini.

Sementara itu Ketua Umum PGI, Pdt.Gomar Gultom, menyambut gembira penyelenggaraan Pujian dan penyembahan ini. “Rasanya selama ini kita terlalu fokus pada masa sulit sehubungan dengan pandemi Covid 19, tanpa mengabaikannya, sangat dibutuhkan fokus kepada Tuhan yang diistilahkan dengan kita Ikut berperang bersama Tuhan. Memerangi Covid, Pandemi dengan segala akibat yang ditimbulkannya. Banyak yang bertanya apa maksud Tuhan dengan pandemi ini seolah-olah mengindikasikan bahwa pandemi ini datang dari Tuhan, banyak juga Pdt berkata ini bukan datang dari Tuhan tapi diizinkan oleh Tuhan. Menimbulkan pertanyaan apa iya Tuhan mengizinkan ini semua?,” papar Pdt. Gultom.

Pdt. Gomar Gultom yakin bahwa Tuhan sesungguhnya sekarang ini sedang berperang. Tuhan sedang berperang melawan segala bentuk ketidak adilan, yaitu pandemi covid. “Dan karena ini peperangan Tuhan, kita sebagai pengikutnya harus menghisapkan diri peperangan itu, ikut berperang

bersama Tuhan. Keikut-sertaan kita sebagai bala tentara Tuhan mewujud dalam berbagai tindakan. Tindakan para Dokter, Medis, Rumah sakit, Negara, Dermawan, Relawan yang terlibat dalam memerangi Covid sebagai bagian ikut serta sebagai bala Tentara Tuhan, termasuk para Ilmuwan yang sedang berjuang menemukan Vaksin Covid. Keikut-sertaan sebagai bala Tentara Tuhan dalam peperangan ini artinya kita meletetakkan semua upaya dan perjuangan kita. Harapan kita ke Takhta Tuhan, olehnya kita tidak mengandalkan diri kita semata, tapi menaruh suluruh totalitas kehidupan kita dibawa kaki Yesus, dibawa Tuntunan Roh Kudus, memandang kepada Tahta Tuhan, bukan hanya 24 jam 40 hari tetapi sepanjang umur hidup kita. Momentum 24/40 ini sebagai bentuk spiritual exercises bagi kita untuk seterusnya ikut menaruh Tahta Tuhan sebagai Prioritas di hidup kita, melalui ini menumbuhkan harapan, kemungkinan baru yang melahirkan semangat baru untuk membangun bangsa ini keluar dari masa-masa sulit,” paparnya.

Menurut Pdt Dr. Nus Reimas, acara 24/40 ini merupakan suatu kehormatan dan suatu terobosan yang belum pernah terjadi dalam kehidupan kita sebagai orang percaya. “Saya mengapresiasi pelaksanaan 24/40 yang memberi keyakinan bahwa bila kita fokus kepada Tuhan. Apa pun yang terjadi dalam kehidupan kita, Dia yang berdaulat, Dia yang bertahta diatas Tahta yang Maha Tinggi dan mengendalikan segala sesuatu. Tangan Tuhan tidak kurang panjang untuk menolong dan pertolongan Tuhan tidak pernah terlambat, itu sebabnya dalam kebersamaan kita sebagai umat Tuhan, bila kita merendahkan diri dan berdoa mencari wajah Tuhan, fokus kepada Takhta Tuhan dan Tuhan pasti akan bertindak memulihkan bangsa kita,” tukas Pdt. Nus Reimas.

Sedangkan Pdt. Dr. Iman Santoso mengungkapkan, bila Tuhan ada di Takhta, berarti kerajaanNya datang dan semua mata tertuju padaNya. Dosa mulai terjadi karena kita masing-masing mengalihkan mata kita dari kehendak Tuhan kepada kehendak diri kita sendiri. Berita kerajaan Allah adalah berita sentral dalam PL dan PB. Berita Yesus ketika Yesus mulai datang, Dia berkata waktunya sudah genap kerajaan Allah sudah dekat. Kita sedang menantikan kerajaan Allah secara sepenuhnya dalam kedatangan Tuhan Yesus kedua kalinya. “Acara ini merupakan bagian intensitas orang yang sedang jatuh cinta kepada Tuhan dan keinginan Umat Tuhan untuk bersatu berada dibawa Tahta Pemerintahan Tuhan. Bila hal itu terjadi mujizat apapun bisa terjadi. Biarlah Nama Tuhan dipermuliakan diseluruh Tanah Air,” ujar Iman Santoso.

Pdt. Ronny Daud Simeon, menegaskan bahwa pujian penyembahan di Indonesia banyak ditekankan kepada keintiman kepada Tuhan. “Itu adalah harus seperti rajawali yang harus terbang dengan dua sayap, Ilustrasinya bahwa sayap kiri sayap keintiman dengan Tuhan kedekatan dan keserupaan. Semakin intim dengan Tuhan semakin kita dibawa kepada keserupaan dengan Tuhan. Keintiman memang sangat dekat dengan Cinta, dengan kasih dan anugerah. Tetapi Rajawali harus terbang dengan kedua sayap. Sayap yang satunya adalah seperti di dalam Ibrani 12:28-29. Sayap yang kanan Api yang menghanguskan yang harus ditegakan di Indonesia, Tuhan bukan cuma penuh kasih tapi juga api yang menghanguskan. Api yang menghanguskan, datang kepadaNya dengan hormat dan dengan sikap hati yang benar di hadapan Tuhan. Keintiman yang dipadukan dengan takut akan Tuhan. Dalam doa pujian dan penyembuhan mengutip ayat ayat firman tetapi dilagukan, Tefilah dalam bahasa Ibran doa yang  dilagukan. Biarlah Indonesia, dibumi ini seperti di Surga,” kata Daud Simeon.

Pdm. Charles Jonan (Fasilitator Umum JDN) mengungkapkan, seringkali kita tidak mengerti apa yang Tuhan ingin kita lakukan, banyak hal JDN berjalan dengan Iman. “Tuhan memberi Visi kepada JDN agar terjadinya kesatuan doa dan kebersamaan bagi gereja-gereja yang ada. Saat acara ini mulai dibicarakan, sambutan kota-kota sangat antusias, kita tidak mungkin bisa menggerakan kota demi kota apa lagi selama 24 jam 40 hari, banyak pihak yang harus terlibat, apakah kita sanggup?. Apa Yang kita lakukan adalah berjalan dengan Iman, membangun Takhta Tuhan, dengan membangun Mezbah-mezbah yaitu melalui doa, pujian dan penyembahan. Tuhan bertakhta di atas pujian-pujian UmatNya. Pada waktu kita membangun Tahta Tuhan Dia hadir, inilah keinginan kita Tuhan agar disetiap tempat, setiap kota, di setiap provinsi. Khusususnya, mengapa dari tanggal 8 Juli sampai dengan 17 Agustus? Karena 17 Agustus kita akan merayakan kemerdekan kita yang ke 75 tahun. Dalam keadaan seperti ini, kita perlu mencari wajah Tuhan, merendahkan diri kita keapda Tuhan, kita tidak ingin konsetrasi lagi kepada Covid 19 tetapi fokus kepada Tuhan. Berdoa dan memuji Tuhan, karena Tuhan bertakhta di atas pujian UmatNya. Mezbah tempat pertemuan Tuhan dengan umatNya. Tuhan hadir pada waktu Musa, Israel (Yakub), Daud membangun mezbah Tuhan hadir. Kita percaya, saat kita bergandengan tangan bersatu membangun mezbah Tuhan hadir memulihkan negeri kita, bukan saja Indonesia karena pandemi ini terjadi secara global. Jaringan Doa tidak melakukan sendiri, tetapi dengan berbagai jaringan, ini waktunya kita merendahkan diri kita dan bergandengantangan, kita percaya Tuhan akan memulihkan negeri kita. Kita akan melihat pertolongan Tuhan,” papar Charles.

Sementara itu, Pdt. Gondowijoyo, mengatakan, bahwa , ini adalah era pergerakan yang luar biasa, era perubahan dalam segala bidang, ekonomi, keuangan, usaha, keluarga, sistem pendidikan, perubahan ditata layanan ibadah di gereja, kita harus siap dengan perubahan yang luar biasa ini, ada kalanya kita harus mengikuti arus, atau menentang arus, membelokkan arus dan membangun arus-arus yang baru. “Di tengah pergerakan dan perubahan yang besar, ada rencana Tuhan yang luar bisa, yang harus terjadi di dunia dan juga di Indonesia, rancangan-rancangan Tuhan ini yang harus kita tangkap. Kita sedang dalam perjalanan waktu, yang menyambut hari besar Tuhan, hari kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali, dalam mempersiapkan hari kedatangaNya yang kedua kalinya, rancanganNya Dia yang harus terjadi, Kuasa dan kedaulatan Tuhan yang harus terjadi. Oleh karena itu kita sedang dibawaNya masuk ke dalam takhtaNya, kita dibawanya untuk mengalami hadirat Tahta kemuliaan Allah. Hadirat takhta kemuliaan Allah ini yang menuntun jalan-jalan hidup kita sampai pada ahirnya. Kita dipersiapakan untuk masuk dalam satu sistematika yang baru, dimana Tuhan yang berdaulat, Roh Kudus sendiri yang bekerja di dalam menempatkan seluruh manusia di dunia ini. Dibawa masuk dalam rancangan semula ‘segambar’ dan serupa dengan Allah menaklukan dan menguasai bumi. Melalui Pujian Penyembahan firman bertakhta di atas hidup kita dan mengalami hadirat kemuliaanNya,” katanya.

Pdt. Max Ebe mewakili Regional Papua, mengatakan,bahwa, hari ini kita sedang membuat suatu sejarah baru di tengah bangsa kita yang belum pernah terjadi. “Pesan Tuhan Matius 24:27. Membangun TahtaNya yang kita buat 40 hari akan membuat atmosfir rohani, kita sedang menaikkan pujian penyembahan di pulau-pulau dan Matius 24:17 merupakan tanda suatu percepatan yang akan terjadi, saat dimana Takhta dibangun menjadi suatu pertanda kedatanganNya sudah dekat. Kita perlu mempersiapkan kedatanganNya dalam sebuah level kedewasaan rohani di dalam TahtaNya,” tandasnya.

Stanley Soroinsong (JDPN) mengatakan, bahwa,  Doa 24/40 menjadi hal yang luar biasa bagi anak-anak muda. “Anak-anak muda berperan besar. Banyak anak muda yang terlibat bergerak bersama-sama dalam momentum 24/40. Yoel 2:11, Tuhan yang memimpin pasukanNya, menjadi anak-anak Tuhan yang akan melakukan firman dengan kuat dan menjadi pasukan yang sangat banyak dan tidak terhitung. Kegerakan doa 24/40 dan generasi muda yang akan dilahirkan dan yang sudah lahir tidak akan ada yang akan menahannya. Tuhan sendiri yang memimpin. Bergerak bersama-sama, dan menerima legacy dari Bapa-bapa rohani dan meneruskannya kepada generasi berikutnya,” cetus Stenley.

Menurut Pdt. Daniel Pandji, acara 24/40 merupakan inisiatif yang sangat luar biasa, seperti Yosafat memutuskan untuk mencari Wajah Tuhan, Takhta itu tidak kosong. Kejadian 28:20, Nuh membangun mezbah bagi Tuhan saat Nuh keluar pertama kali keluar dari Bahtera. Aksi yang luar biasa dimana Nuh dan keluarganya pertama–tama membangun Mezbah bagi Tuhan. Menjadi bagian dengan mengajak yang pertama kali keluarga kita turut bersama membangun Tahta bagi Tuhan, waktunya melihat Wajah Tuhan, mengetahui pikiran-pikiran Tuhan bukan sekedar pertolongan Tuhan. Melemparkan semua kebanggan kita, lemparkan mahkota kita, kebanggaan pada ministry kita, denominasi, gereja, organisasi dan memandang sang Raja diatas segala Raja, pemulihan akan terjadi bagi Indonesia dan menjadi berkat bagi bangsa-bangsa,” urai Daniel.

Pdt. Andy Mulyadi mewakili Fasilitator dari Sulawesi, mengungkapkan, bahwa kebergantungan kepada Tuhan yang hanya bisa kita lakukan hari-hari ini. JDN mengajak seluruh umat Tuhan untuk menaikan pujian penyembahan kepada Tuhan. “Bukan hanya satu dua kota, tetapi kita bersama-sama dari sabang sampai merauke. Kita percaya hadiratNya hadir. Pada Waktu Hadirat Tuhan hadir, maka pemulihan segala sesuatu terjadi. Seperti kisah Yakub ketika selesai dari rumah Laban, lalu bergulat dengan Tuhan, setelah bergumul dengan Tuhan, Yakub diberi nama baru. Setelah kita selesai bergumul dengan Tuhan selama 40 hari, Indonesia akan menerima nama yang baru bagi Indonesia”.

Bapak Andreas Soestono merasa bersyukur acara 24 jam selama 40 hari kita menaikan doa syafaat, pujian, penyembahan kepada Tuhan. Kebiasaan untuk tetap berdoa seperti yang dituliskan dalam Firman Tuhan di dalam 1 Tes 5:16, bukanlah sesuatu yang mudah. Kata tetaplah berdoa bukanlah hal yang mudah, artinya kita sudah punya kebiasaan. Melalui doa 40 hari ini selama 24 jam, kita sedang membangun suatu kebiasaan untuk masuk di dalam hadirat Tuhan, setiap saat memuji dan menyembah Tuhan, ada hal-hal yang luar bisa yang akan kita alami di dalam hadirat Tuhan. Seperti Tuhan Yesus saat mengalami penyaliban Tuhan Yesus berdoa dan mengalami kunjungan Tuhan, maka situasi seperti ini saat kita berdoa kita pasti akan mengalami kunjungan Tuhan.

Pdt. Jeffry Hutabarat mewakili regional wilayah Barat, menuturkan bahwa, waktu-waktu ini, adalah waktu-waktu yang memang dipersiapkan Tuhan untuk membawa Gereja Tuhan untuk lebih lagi membangun mezbah doa. Doa 24 jam selama 40 hari ini. Inilah waktu peperangan, 1 Korintus 14:8. Doa-doa kita selama 40 hari ke depan menjadi suatu nafiri yang akan dibunyikan, sebagai wake up call untuk lebih lagi mezbah doa, karena ke depan segala sesuatunya berubah dan tidak sama lagi. Anggur baru hanya dapat dicurahkan kalau wadah kita juga sesuatu yang baru.

Pdt. Mulyadi Sulaeman mengungkapkan, bahwa, 24/40 Momen yang luar biasa yang Tuhan berikan kepada kita, ada maksud Tuhan ditengah-tengah segala rencana kita. Membaca 1 ayat dan belum terlalu mengerti Kis 13:40-41 dan kiranya dalam momen acara Tahta-Nya Tuhan akan membukakan. Ini waktu Tuhan sedang melakukan yang besar dimasa kita seperti Tuhan memakai Daud.

Pdt Welyar Kauntu sebagai pemimpin penyembahan dalam acara Pembukaan ini menyampaikan bahwa, Tuhan sedang membawa Gerejanya dalam suatu dimensi yang baru. Iblis sepertinya sedang membungkam Gereja Tuhan, namun justru sekarang Tuhan sedang membawa penyembahan kita kepada suatu dimensi yang baru, yang tidak bergantung kepada suasana, Tuhan sedang membawa GerejaNya ke dalam penyembahan yang makin dewasa, justru saat ini di rumah-rumah Tuhan, di ruangan ruangan pribadi. “Saat kita umat Tuhan menyembah Tuhan, justru yang demikian yang diinginkan Tuhan, tulus, simple tanpa direkayasa. Penyembahan bukan tentang musik yang bagus tetapi hati yang dibawa kepada Tuhan. 24/40 akan mendatangkan hal yang luar biasa dimana hal yang besar akan dinyatakan. Hal yang perlu diketahui bahwa, acara doa ini sebagian besar pelaksananya, baik panitia secara tekhnis maupun para pengisi acara mayoritas anak-anak muda. Selain keterlibatan anak-anak muda yang mayoritas, gerakan doa 24/40 juga di dukung olhe hamba-hamba Tuhan dari luar negeri, diantaranya adalah Bill Johnson (USA), Suzette Hattingh (Germany), Yang Tuck Yoong (Singapore), David Demian (Canada), Gideon Chiu (Canada), Roy Zhang (China),”ungkap Welyar. SM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *