Nasional News

JDN Pelopori Gerakan Doa 20-20-20 & Ajak Umat Kristen Serius Berdoa Bagi Pemulihan Bangsa

Jakarta,Beritarem.com,-Bertempat di Gereja Sidang Pantekosta Di Indonesia (GSPDI) House of Filadelfia Belezza (depan ITC Permata Hijau), Jln. Jend. Soepeno no.34, Permata Hijau, Jakarta Selatan, Gerakan Doa 20-20-20 yang dipelopori oleh Jaringan Doa Nasional mengajak umat Kristiani di seluruh tanah air untuk berdoa bagi pemulihan bangsa (Jumat,20/3/20). Gembala Sidang GSPDI, Pdt. Dr. Mulyadi Sulaeman sebagai tuan rumah acara doa mengungkapkan bahwa pokok-pokok doa penting, yakni: Bencana (termasuk wabah pandemi virus Covid-19), Pilkada Serentak 2020, dan Keluarga. Maksud gerakan doa 2020 ini adalah mengajak setiap umat Kristiani untuk berdoa setiap tanggal 20, jam 20 selama tahun 2020. Dalam sejarah kesatuan Gereja-gereja Tuhan di Indonesia yang semakin kuat, Doa menjadi sarana yang mempersatukan. Belakangan ini berbagai situasi kritis dalam berbagai lini kehidupan, dalam konteks berbangsa dan bernegara, namun anugerah Tuhan sampai saat ini, nyata, kesetiaan Gereja dan komitmen untuk mengambil peranan dan memelihara persatuan dalam kehidupan bermasyarakat di Indonesia menjadi bukti. Sebagaimana kila ketahui bersama, Jaringan Doa merupakan gerakan doa umat Tuharı, atau gereja Tuhan, dalam bentuk jejaring kebersamaan bagi keesaan umat (kesatuan Tubuh Kristus).

Jaringan Doa dalam fungsinya terus menggumuli persoalan-persoalan bangsa. Pada tanggal 23 Januari 2020 yang lalu, terjadi pertemuan para pemimpin Lembaga Aras Gereja Nasional, Pengarah Jaringan Doa Nasional, dan para Fasilitator Nasional JDN, dimana salah satu kesepakatan yang dihasilkan adalah:”Mengadakan Seruan Doa Nasional secara bersama dan menyerukan Pewartaan Kabar Baik, dimana generasi muda akan menjadi bagian yang penting dalam gerakan ini”. Sejak pertemuan tersebut, JDN sesuai panggilanNya menggumuli persoalan-persoalan bangsa, melakukan beberapa hal : 1. Mengadakan Seruan Doa Nasional 40 Hari (1 Maret – 09 April 2020). Momentum Doa 2020 artinya berdoa bagi bangsa setiap tanggal 20 di tahun 2020, ini di lakukan dari bulan Maret – Oktober. 2020 dalam hal ini menjadi tanda pengingat bersama, bahwa pada tanggal yang sama kita berdoa secara khusus untuk Indonesia, yang di lakukan di banyak pulau di Indonesia. 2.Tentunya JDN tidak sendiri dalam melakukan ini. JDN dengan Gereja-gereja dalam naungan Lembaga Aras Gereja Nasional, Jaringan Doa Regional (17 Regional) & Kategorial. Doa seperti ini, dirasa sangat perlu dan sifatnya mendesak untuk di lakukan, karena kita tahu hanya Tuhan yang dapat menolong.

Menyadari situasi dunia akhir akhir ini yang terdampak sampai di Indonesia, sebut saja “Pandemi Covid-19” ada situasi yang begitu berat sedang melanda para pemimpin dunia, ancaman terhadap ekonomi global, kepanikan dan kecemasan yang sedang menimpa banyak orang, belum lagi berbagai persoalan-persoalan di dalam Internal Indonesia, ancaman terhadap persatuan bangsa dengan berbagai Gerakan terorisme yang masih membayangi, ancaman terhadap upaya-upaya mengubah ideologi bangsa, kerukunan beragama, gerakan LGBT yang semakin marak, dan secara khusus pada tahun ini, tepatnya 23 Septemher 2020 Indonesia akan mengadakan “Pilkada Serentak” di 270 daerah (Gubernur, Bupati dan Walikota). Tujuan utama dari diadakan doa ini adalah: Pertama, seruan doa untuk kesatuan gereja, pemulihan dan kebangkitan bangsa (2 Taw 7:14) yang rencananya diadakan secara bersama. Kedua, Seruan doa untuk kebangkitan generasi muda gereja yang membawa harapan bagi masa depan bangsa ( Mal 4:5-6). Ketiga, Seruan doa agar kasih Kristus diwujudkan dengan tindakan kasih dan pewartaan kabar baik di dalam masyarakat (Mat 22:37-39).

 Adapun pokok doa utama Gerakan doa 2020 adalah: pemulihan bangsa dari bencana, pilkada serentak 23 September 2020, dan pemulihan keluarga, dan secara khusus, agar umat Tuhan terus berdoa Covid-19 dapat berakhir, dan dalam situasi pandemi virus tersebut, pemerintah dengan penuh hikmat dapat memberi strategi penanganan yang tepat, rumah sakit memiliki kecukupan peralatan medis, dokter dan para perawat dengan penuh dedikasi, sabar serta dengan kesehatan yang baik dapat nenangani para pasien, dan masyarakat tidak panik, menaati himbauan pemerintah dan percaya bahwa Tuhan mengasihi dan menjawab doa, serta memulihkan Indonesia. “Jadi harapan kita, Tuhan mencurahkan kasih sayangnya atas bangsa Indonesia, dan mengalami pertolongan Tuhan, sehingga segala persoalan yang terjadi dapat di lewati, dan kerinduan untuk melihat Indonesia baru, maju dan berhasil dapat terwujud. Secara teknis momentum doa 2020 ini akan melibatkan berbagai wilayah di Indonesia. Untuk Gereja-gereja dan komunitas-komunitas Kristen, tata cara pelaksanaannya diatur masing-masing. Mari kita menjaga Api Doa terus menyala,” tukas Pdt. Mulyadi Sulaeman dalam Pers Rilis yang dikirim via WA. SM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *