News Profil Testimoni

Kompol Alex FL Tobing, Menjaga Perdamaian Di Daerah Konflik

Beritarem.com,-Pertama kali bertemu Komisaris Polisi Alex FL Tobing,S.I.K adalah saat masih melayani sebagai Pengerja GBI Penuai, sekitar tahun 2008. Saya ingat saat itu dia sedang mengurus pernikahan. Tiba-tiba sang Istri, Agnes Magdalena Bambari, yang saat itu masih calon, istri meminta agar pernikahan dipercepat, karena Alex harus berangkat ke tempat penugasan. Dan benar, beberapa hari setelah pemberkatan nikah, dia harus berangkat ke El Fasher, Darfur, Sudan. Itulah penugasan pertama Alex sebagai anggota FPU 1 ke daerah konflik di salah satu Negara di Afrika tersebut. Adapun FPU atau Formed Police Unit, adalah kontingen Polisi yang menjalankan misi perdamaian Perserikatan Bangsa- Bangsa (PBB) di daerah konflik.

Kompol Alex FL Tobing bersama keluarga

Alex FL Tobing, putra dari keluarga Bapak BL Tobing, adalah lulusan AKPOL 2004, dan bertugas di Korps Brimop. Setelah penugasan pertama sabagai Kontingen Perdamain PBB, Alex kembali ke Indonesia untuk kembali masuk pendidikan di PTIK. Tahun 2011 Alex ditugaskan ke Ambon. Di daerah inilah dia dipercayakan menjabat sebagai Kasi Ops Satuan Brimob Polda Maluku, Wadanyon A Pelopor satuan Brimob Polda Maluku, sampai Danyon A Pelopor satuan Brimob Polda Maluku. Di Ambon inilah banyak kisah menarik yang dialaminya. Dalam wawancara melalui WA, Alex menceritakan , “Waktu itu kami masih berdua dan belum dikaruniai anak sejak pernikahan tahun 2008. Dan istri juga waktu itu bertanya Ambon itu dimana. Saya pun belum bisa menjawab karena pada saat itu belum pernah merasakan tugas di wilayah timur Indonesia. Pada saat itu bulan Agustus sekitar tanggal 30 tahun 2011, saya berangkat duluan menuju Ambon. Sebulan kemudian istri saya menyusul ke Ambon dan kami menempati rumah yang tersedia di Asrama Brimob di Ambon. Selang beberapa minggu hidup bersama di Ambon tiba-tiba pecah konflik di Ambon.”

Alex melanjutkan kisahnya, “Situasi benar-benar kacau, pembakaran dimana-mana, tembakan terdengar silih berganti. Saat itu saya mendapat tugas sebagai Kasi Ops, sehingga harus standby di kantor hampir 24 jam untuk memobilisasi anggota ke beberapa wilayah yang terlibat konflik. Saat itu istri saya tinggal sendiri di rumah asrama dengan kondisi yang takut dan kuatir. Sampai-sampai sudah mempersiapkan barang-barang untuk sewaktu-waktu dievakuasi. Saat itu situasi benar-benar kacau dan sangat mengkuatirkan. Namun berkat pertolongan dan kasih Tuhan kami bisa bertahan. Dan berkat Tuhan yang sangat luar biasa dalam kehidupan keluarga kami yakni tahun 2012 kami dikarunia anak pertama, Scarlett Alma Inamora Lumban Tobin, dan 2 tahun kemudian dikaruniai anak kedua, Gabriela Kaila Tiodora Lumban Tobing. Saat itu kami benar-benar merasakan Ambon menjadi berkat buat kami sekeluarga yang Tuhan Berikan.”Desember 2018, saya kembali bertemu dengan Alex, istri, dan kedua anak mereka. Kami bersama beribadah Malam Natal di sebuah Gereja di Jakarta Barat. Saat itu saya juga sempat berdoa buat Alex, yang akan kembali menjalani penugasan ke Sudan, kali ini bersama Tim FPU 11. Ternyata ini adalah penugasan ketiga. Setelah penugasan tahun 2008-2009, tahun 2014-2015, dia juga kembali bertugas bersama Kontingen PBB ke Sudan, tepatnya di Sudan Selatan.

Alex punya cerita menarik di balik penugasannya kali ini. FPU 1 thn 2008-2009 merupakan FPU Indonesia yang pertama kali di berangkat kan ke daerah misi di Darfur, Sudan. Situasinya masih sangat asing dan masih sangat berbahaya sehingga diperlukan kesiapan yang matang dengan mental yang kuat. Saat itu Komandan Kontingen dipimpin oleh Kombes Pol Drs. Johanis Asadoma, S.I.K, M.Hum yang saat ini berpangkat Inspektur Jenderal Polisi dan menjabat Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri. Sedangkan Wadan kontingen saat itu AKBP Reinhard Nainggolan, S.I.K. “Beliau berdua puji Tuhan merupakan anak Tuhan dan saya banyak belajar dari beliau berdua,” kata Alex.

FPU 11 thn 2019-2020 merupakan kontingen yang ke 11 dan merupakan kontingen indonesia yang pertama bertugas di daerah Golo, Sudan. Berjarak kurang lebih 500 km dari El Fasher yang menjadi wilayah tugas 10 kontingen Indonesia sebelumnya, yaitu di Darfur, Sudan. Wilayahnya juga masih aktif konflik bersenjata dan sangat dipastikan perlu kesiapan mental dan fisik setiap personil yang akan ditugaskan di sini. Puji Tuhan Komandan Kontingen dipimpin oleh AKBP Henzley Moningkey, S.I.K, M.Si dan Alex sendiri sebagai Wadansatgas. Keduanya juga anak Tuhan. “Inilah Dejavu yang saya alami. Jadi yang paling menarik di misi ini adalah saya mengawali tugas di daerah misi yang sama namun wilayah yang berbeda. Dan di kedua tempat tersebut, saya yang pertama, beserta kontingen memulai tugas di daerah tersebut. Pertama kali di wilayah El Fasher, Darfur, Sudan. Kemudian saat ini di wilayah Golo, Darfur, Sudan.” lanjutnya.

Tanggal 26 September 2020, Kompol Alex dan rombongan kontingen FPU 11 direncanakan akan take off dengan pesawat terbang dari Sudan kembali ke Indonesia, setelah masa penugasan selama 1,5 tahun. Membawa rasa rindu kepada keluarga, dan juga kampung halaman. Namun sebagai abdi Negara, Alex berkata, selalu siap ditugaskan di manapun. Karena di manapun ditugaskan, di tempat itulah, kita bisa jadi berkat. “Mohon doanya ya, Pak.” kata Alex mengakhiri wawancara jarak jauh kami. BS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *