Nasional News

Lewat Doa, Pujian & Penyembahan 24/40, Pdt. Tony Mulia: Tuhan Menjadi Sutradara Untuk Menggerakkan Manusia, Menyatukan Denominasi Gereja & Memakai Generasi Muda Untuk Membangun Gereja Masa Depan

Jakarta,Beritarem.com,-Pagelaran rohani akbar yang diselenggarakan oleh Jaringan Doa Nasional (JDN) dengan format Doa, Pujian & Penyembahan 24/40 bertajuk “Takhta-Nya” telah memasuki lebih dari 23 Hari. Acara Doa Pujian & Penyembahan ini bisa diikuti melalui live streaming pada channel YouTube MDK Nasional dan Facebook Jaringan Doa Nasional, terhitung sejak 8 Juli sd 17 Agustus 2020 dimulai pukul 12.00 WIB, 13.00 WITA, 14.00 WIT.

Konferensi Pers Via Zoom, menampilkan Narsum: Pdt. Tony Mulia, Samuel Oey (Panpel), & Stenley Soroinsong (JDP), Jumat, 31 Juli 2020

Acara yang dilakukan selama 24 jam 40 hari ini dibagi dengan 12 Segmen setiap hari dan setiap segmen 2 jam. Gerakan 24/40 ini dilaksanakan melalui perwakilan JDN yang ada di 17 Wilayah Regional, Sekota dan juga Kategorial Jaringan Doa Nasional (Wanita, Pemuda dan Anak).

Pdt. Dr. Tony Mulia ketika memaparkan Doa Pujian & Penyembahan dalam Konpers Via Zoom, Jumat,. 31 Juli 2020 Pkl. 10.00 Wib

“Lewat acara Doa, Pujian & Penyembahan selama 24 jam 40 Hari ini, banyak sekali generasi muda, terutama anak-anak dan pemuda yang terlibat untuk menyembah Tuhan. Saya salut, mereka bisa memuji, menyembah Tuhan serta berkomunikasi melalui doa kepada Tuhan. Disinilah saya melihat bahwa Tuhan sedang mempersiapkan generasi muda untuk membangun gereja masa depan,” ujar Pdt. Dr. Tony Mulia kepada Wartawan dalam Konferensi Pers via Zoom, 31 Juli 2020, pukul 10.00 Wib yang dimoderatori oleh salah satu panitia Doa Pujian Penyembahan 24/40, Festy Sarumaha.

Baca juga : Ini Dia Komentar Dukungan Sejumlah Hamba Tuhan & Tokoh Kristiani Dari Aras Nasional Tentang Doa Pujian & Penyembahan 24 Jam 40 Hari

Pdt Tony Mulia, memaparkan,bahwa, acara Doa Pujian & Penyembahan (DPP) bertajuk “TahtaNya” ini dimulai sejak tanggal 8 Juli dan akan berakhir tanggal 17 Agustus 2020. “Puji Tuhan, sekarang kita sudah lewati 23 Hari 550 jam. Jika finish sampai tanggal 17 Agustus, berarti 40 Hari 960 jam yang tercapai. Awalnya, kami kuatir tidak bisa buat acara ini. Karena, baru dibentuk tanggal 22 Juni, kemudian mesti start 8 Juli. Tetapi puji Tuhan, banyak anak-anak muda yang terbeban dan membantu, khususnya di bidang teknologi baik zoom maupun youtube,. sehingga acara tersebut bisa terselenggara,” tukas Pdt. Tony.
Bagi Pdt. Tony, gerakan 24/40 saat ini adalah Tuhan sendiri yang menjadi sutradara untuk menggerakkan manusia, menyatukan umat dari berbagai denominasi gereja untuk berdoa,. memuji serta menyembah selama 24 jam. “Lewat kecanggihan teknologi kita bisa dipersatukan. Kalau zaman dulu,. Kita dibatasi oleh tembok. Sekarang ini kita bisa berjumpa dan dipersatukan melalui zoom dan media sosial lainnya. Anak-anak muda zaman sekarang pintar dalam berteknologi. Makanya Kita sebagai orang tua, mendukung dan menjadi Bapa bagi mereka,” ungkapnya.

Pengurus Jaringan Doa Pemuda (JDP), Stenley Soroinsong

Senada dengan Pdt. Tony Mulia, pengurus Jaringan Doa Pemuda (JDP), Stenley Soroinsong juga mengungkapkan bahwa, acara 24/40 ini merupakan kegerakan Tuhan. ‘Kami percaya bahwa saat ini Tuhan sedang memakai anak-anak muda. Puji Tuhan yang terlibat dalam kegerakan 24/40 ini 75 sd 85 % adalah generasi muda. Disinilah saya melihat ada 3 Hal yang Tuhan lakukan bagi generasi muda; Pertama, Generasi muda saat ini digerakkan dan terbeban dengan sungguh-sungguh untuk menyembah Tuhan. Kedua, Anak muda diberi ruang atau diberi panggung untuk tampil. Ketiga, Tuhan sedang merancang pekerjaan besar yang akan terjadi untuk generasi muda Indonesia. Makanya terus persiapkan kapasitas yang besar, baik melalui peninpin muda Masa Depan. Secara profetik, kami rindu lahir pemimpin muda yang takut akan Tuhan,” tandas Stenly.

Samuel Oey (Panpel DPP-24/40)

Sementara itu, Samuel Oey selalu panitia pelaksana acara DPP 24/40, juga menyoroti tentang generasi muda yang akan dipakai Tuhan luar biasa. “Lewat DPP 24/40 ini saya yakin sekali bahwa ada gelombang baru untuk membangkitkan generasi muda. Hal ini terlihat dari Sabang sampai Merauke, banyak sekali anak-anak muda yang membangun keintiman dengan Tuhan melalui mezbah Doa, Pujian & Penyembahan. Kami juga melihat setiap denominasi gereja memiliki warna masing- masing dalam melakukan doa Penyembahan. Bahkan generasi muda saat ini sudah terbeban untuk berdoa bagi pemulihan bangsa Indonesia,” ujar Samuel.


Melalui kegerakan Doa Pujian & Penyembahan 24/40 ini, Samuel rindu agar banyak orang tahu bahwa Tuhan sudah bergerak melawat umatNya serta bangsa Indonesia. “Puncak acara tanggal 17 Agustus 2020, kami sedang merancang komposisi acara selama 6 jam terakhir. Jadi mulai pukul 6 pagi sampai 12 siang, acara nanti yang bertepatan dengan HUT RI ke 75 diformat dengan nuansa kebhinekaan, beragam suku, adat istiadat, bahasa, dan sebagainya. Puji Tuhan, sebenarnya umat Kristen pun sudah mencerminkan kebhinekaan sebagai satu kesatuan tubuh Kristus,” pungkas Samuel. SM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *