News Renungan

MAKNA DOA PUASA BAGI UMAT KRISTEN

Beritarem.com,-Umat Kristen berpuasa? Pertanyaan ini sering terlontar dari umat Kristen yang belum memahami kekristenan secara sungguh-sungguh. Meskipun sebenarnya di dalam Alkitab banyak sekali tertulis ayat mengenai puasa, tetapi tak sedikit umat Kristen yang belum memahaminya. Bahkan dalam praktiknya, banyak yang memahami mengenai puasa itu hanyalah sebuah tindakan untuk menjauhkan diri dari makanan dan minuman atau dengan kata lain menahan lapar dan haus saja. Ada yang hanya sekedar “latah” atau terpaksa melakukan puasa lantaran lingkungan atau temannya banyak yang berpuasa. Ada yang berpuasa hanya sekedar ingin menurunkan berat badan (diet) agar tubuhnya lebih langsing. Dan ada pula yang motivasinya melakukan puasa agar diberkati, dilepaskan dari persoalan, segera mendapat jodoh, dan masih banyak lagi.

Pemahaman mengenai arti berpuasa di atas itu sah-sah saja.Tetapi Alkitab mengajarkan beberapa referensi tentang puasa yang bisa dijadikan panduan umat Kristen, misalnya; Puasa Esther, Puasa Daud, Puasa Daniel, Puasa para murid, Puasa Samuel, dan masih banyak lagi. Meskipun dalam praktiknya, banyak sekali yang memperdebatkan soal metode atau tata cara yang baik mengenai puasa, tetapi pada dasarnya adalah tujuan mengenai puasa itu berkenan dan dikehendaki oleh Tuhan. Jika setiap orang Kristen berpuasa,maka hasil-hasilnya dapat berdampak positif bagi lingkungan dan orang lain. Artinya, puasa yang dilakukan oleh umat Kristen itu bukan hanya berdampak bagi dirinya sendiri melainkan juga bagi orang lain yang mengalami persoalan hidup.

Puasa akan semakin dahsyat hasilnya jika disertai dengan doa kepada Tuhan. Sebab, melalui doa dan puasa, kita dapat memusatkan pikiran kita kepada Kristus yang memberi kuasa untuk melawan nafsu kita sendiri, kehendak daging kita sendiri, kehendak mata dan kebanggaan hidup pribadi. Tujuannya adalah supaya kita dapat menjalankan hidup yang suci dan murni di hadapan Tuhan. Melalui doa dan puasa, benteng pertahanan iblis dihancurkan, memutuskan belenggu kejahatan, membebaskan orang-orang yang tertindas dan memberikan kelepasan yang sempurna. Ketika seorang Kristen berdoa dan berpuasa, maka ia sementara menghimpun kekuatan dahsyat sebagai “senjata pamungkas” dalam menghadapi peperangan rohani.

Bagi keimanan kita sebagai umat Kristen, tujuan dari melakukan puasa itu  untuk meremukkan jiwa (Mazmur 69:11), untuk merendahkan diri (Ezra 8:21; Mazmur 35:13), untuk mencari TUHAN (2 Tawarikh 20:3-4) dan untuk bersiap dalam peperangan rohani (Matius 17:21).Dengan demikian kerohanian kita akan semakin tajam sehingga dimampukan oleh Tuhan untuk mengambil keputusan yang benar.

Dampak Doa & Puasa, Iman Semakin Bertumbuh Kepada Tuhan

Doa dan puasa sungguh sungguh merupakan suatu momen perjumpaan manusia dengan Tuhan Sang Pencipta. Perjumpaan dengan Tuhan membawa dampak kepada pengenalan kepada Tuhan secara lebih baik dan benar. Atmosfir surgawi yang diserap membawa damai sejahtera dan memberikan ketenangan dan kebahagiaan yang berujung kepada meningkatnya kesehatan fisik dan mental, bagi yang percaya mukjizat kondisi ini merupakan proses kesembuhan ilahi, pencerahan, mendapat jawaban atas masalah dan banyak hal lain yang merupakan pengalaman rohani yang sulit dilukiskan. Perjumpaan dengan Tuhan menjadikan orang paham apa yang menjadi kehendak Tuhan dan memasuki dimensi kehidupan yang berbeda, akan terasa pertumbuhan iman dan perubahan karakter semakin positif.

Doa & Puasa juga memiliki pengertian bahwa Tuhan Pencipta langit dan bumi masih berkarya dan manusia memiliki pengharapan kepada Tuhan yang hidup, manusia merendahkan hati dan mendekatkan diri kepada Tuhan serta melakukan komunikasi.Dengan demikian tatkala berdoa memerlukan ruang dan waktu yang cukup leluasa agar bisa fokus dan melepaskan diri dari rutinitas. Sedangkan ketika disertai dengan puasa, manusia mengendalikan diri terutama rasa lapar maupun dahaga. Penerapannya dengan membagi diri dalam hidup normal tanpa topeng maupun kemunafikan. Dampak dari doa dan puasa adalah iman yang bertumbuh kepada Tuhan dan karakter semakin positif serta mampu memahami apa yang menjadi kehendak Tuhan. Sehingga makna doa dan puasa mengaktivasi manusia Kristen sebagai terang dan garam serta mengamalkannya dalam tingkah laku di dalam kehidupan sehari-hari sebagai orang Saleh.

Lalu bagaimana melatih doa dan puasa yang berkenan di mata Tuhan? Budaya jika berdoa lipat tangan dan tutup mata merupakan pemandangan yang sering terlihat seakan kitab suci menyatakan demikian, sesungguhnya Yesus mengatakan dalam Matius 6:6 “Tetapi jika engkau berdoa, masuklah kedalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu…” berdoa dengan tulus tanpa munafik dan selanjutnya Yesus mengajarkan Doa Bapa Kami. Ada suatu makna dalam tindakan doa kita perlu melakukan dari hati tidak sekedar ritual. Doa merupakan komunikasi sederhana antar manusia dengan Sang pencipta, dan ada satu Pribadi yaitu Roh Kudus yang dapat membantu kita dalam kelemahan (Roma 8:26), Tuhan memperlengkapi kita dengan RohNYA agar kita dapat berkomunikasi.

Kehidupan Kristen diwarnai dengan janji–janji Tuhan, tetapi kita tidak memandang bahwa dengan adanya janji Tuhan maka membebaskan kita dari tindakan doa. Tuhan mengetahui segalanya termasuk kebutuhan kita, justru karena Tuhan memberikan janji maka hendaknya kita semakin mendekatkan diri kepada Tuhan. Dan menjadi tantangan bagi orang beriman agar lebih sungguh berdoa dan menyatakan tunduk kepada Tuhan dengan merendahkan diri melalui tindakan puasa, merendahkan diri dengan puasa (Imamat 16:29,31; 23:27,32; Yesaya 58:3; Mazmur 35:13). Atau berpuasa dan meratap (Zakaria 7:5; Yoel 2:12).

Berikut ini adalah Jenis – jenis puasa dalam Kristen;

Pola Perjanjian Lama,yakni:

> Puasa Musa, 40 hari 40 malam tidak makan dan tidak minum (Keluaran 24:16 dan Keluaran 34:28)

> Puasa Daud, tidak makan dan semalaman berbaring di tanah (2 Samuel 12:16)

> Puasa Elia, 40 hari 40 malam berjalan kaki (1 Raja 19:8)

> Puasa Ester, 3 hari 3 malam tidak makan dan tidak minum (Ester 4:16)

> Puasa Ayub, 7 hari 7 malam tidak bersuara (Ayub 2:13)

> Puasa Daniel, 10 hari hanya makan sayur dan minum air putih (Daniel 1:12), doa dan puasa (Daniel 9:3), berkabung selama 21 hari (Daniel 10:2)

>Puasa Yunus, 3 hari 3 malam dalam perut ikan (Yunus 1:17)

>Puasa Niniwe, 40 hari 40 malam tidak makan, tidak minum dan tidak berbuat jahat (Yunus 3:7)

 Pola  Perjanjian Baru yakni :

> Puasa Yesus, 40 hari 40 malam tidak makan (Matius 4:2)

> Puasa Yohanes pembaptis, tidak makan dan tidak minum (Matius 11:18)

> Puasa Paulus, 3 hari 3 malam tidak makan, tidak minum dan tidak melihat (Kisah 9:9)

Puasa Jemaat mula-mula, untuk menguatkan Paulus dan Barnabas dalam pelayanan (Kisah 13:2-3).

SM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *