Event Nasional News Testimoni

Maknai Usia ke 76 tahun, Pdt. Pengky Andu: Saya Merasakan Kebahagiaan Bersama Sahabat & Keluarga!

Baca Juga : Pdt. Pengky Andu:MEWARISKAN “JEJAK PEMIKIRAN” MELALUI KOTBAH & BUKU MOTIVASI KEHIDUPAN

Jakarta,Beritarem.com,- Guratan sukacita & gembira tampak terlukis jelas di wajah Pdt. Pengky Andu yang genap berusia 76 tahun tepatnya pada hari Minggu, 6 September 2020 lalu. Meski usianya terbilang tidak muda lagi, namun semangatnya dalam melayani Tuhan tidak pernah pupus. Bahkan, spirit dan “jiwa muda” nya itu justru menjadi penebar inspirasi bagi para pengerja GBI REM untuk  lebih giat dalam melayani Tuhan. “Kalau mengikuti KTP, saya umurnya 73 tahun. Padahal  sebenarnya, saya berusia 76 tahun. Saya adalah anak ke 4 dari 6 bersaudara. Nah, kalau dihitung mulai dari Koko tertua (kakak laki-laki,-red) usianya sekarang 81 tahun. Kemudian Cici saya nomor 2 umur 79 tahun, dan kakak saya ketiga meninggal, dan keempat lahir saya. Masing-masing selisih umurnya 2 tahun dari saya. Jadi kalau dihitung ya saya umur 76 tahun saat ini. Masih muda kan?,” tutur Pdt. Pengky meluruskan usianya.

Gembala Sidang Pdt. Paulus Supit bersama pengerja & jemaat mendoakan Pdt. Pengky Andu di GBI REM Daan Mogot, Minggu 6 Sept 2020

Sepanjang hidupnya sampai sekarang, Pdt. Pengky mengaku, banyak sekali merasakan pertolongan Tuhan yang luar biasa. Terutama berkat kesehatan dan kekuatan yang dialaminya selama ini . “Puji Tuhan, saya diberikan kesehatan luar biasa. Saya tidak pernah sakit keras dan sampai masuk rumah sakit. Ya kalau sakit ringan, biasalah. Dan sampai saat ini saya masih melayani Tuhan, bolak balik Jakarta Surabaya setiap Minggu. Kalau sampai hari ini saya masih sehat dan kuat, itu semua karena anugerah Tuhan. Tips hidup sehat saya adalah: Berdoa, Berpikir sehat, bahagia, makan sehat, berserah pada Tuhan, serta memperbanyak teman atau sahabat,” kata Pdt. Pengky.

Sebagai bentuk kepedulian & kebersamaan sesama hamba Tuhan, keluarga besar GBI REM memberikan kejutan kue ulang tahun kepada Pdt. Pengky Andu sesuai menyampaikan kotbahnya berjudul “Mental Block” di GBI REM Daan Mogot, Minggu, 6 September 2020. Dalam acara kejutan kue ultah tersebut, Pdt. Paulus Supit selaku Gembala Jemaat GBI REM mengajak para hamba Tuhan, pengerja serta seluruh jemaat yang hadir untuk mendoakan Pdt. Pengky Andu. “Bapak/Ibu mari kita sama-sama mengarahkan tangan kita dan mendoakan Pak Pengky Andu. Biarlah melalui usia yang ditambahkan Tuhan, Pak Pengky terus diberikan kesehatan, diberikan hikmat, dan diberkati Tuhan dalam segala hal,” tukas Pdt. Paulus Supit.

Momen Pdt. Pengky Andu saat didoakan oleh para hamba Tuhan di kantor sekretariat GBI REM, Senin, 7/9/2020

Merespons doa, ucapan, serta kejutan kue ultah di depan mimbar, kemudian Pdt. Pengky didaulat untuk menyampaikan isi hatinya. “Menghormati senior pastor saya, yaitu Pdt. Abraham Conrad Supit, maka saya juga ikutan tidak meniup lilin. Biarlah lilin ini terus menyala sebagai lambang terang dalam hidup kita. Puji Tuhan, selama berada di Jakarta, saya memiliki banyak keluarga dan sahabat, yaitu di GBI REM. Bagi saya persahabatan itu sulit dicari. Kalau cari duit itu gampang. Tetapi  cari sahabat itu susah. Sampai kapanpun saya tetap mengasihi saudara, mengasihi sahabat semua di sini,” ujar Pdt. Pengky yang saat itu didampingi oleh Jelly Saragih, salah satu jemaat GBI REM Ciputra yang ultahnya bertepatan tanggal 6 September.

 

Keesokan harinya, Senin 7 September, giliran para hamba Tuhan GBI REM serta seluruh staff kantor sekretariat ambil bagian untuk mendoakan Pdt. Pengky Andu dilanjutkan dengan santap siang bersama. “Bagi saya tambah usia saat ini adalah rasa syukur bahwa Tuhan masih memberikan anugerah dalam setahun. Kita semua berada dalam antrian menuju kematian, tapi kita tidak tahu kapan Tuhan jemput. Makanya syukuri setiap pemberian Tuhan. Mencintai keluarga, mengasihi sahabat, dan terlebih penting adalah mendahulukan Tuhan di atas segalanya. Kini, saya tinggal menuai saja, apa yang saya tanam. Karena banyak teman-teman yang kasih kado; baik dalam bentuk doa, ucapan, maupun dalam makanan atau barang,” pungkas Pdt. Pengky sembari menikmati makan siang di kantor sekretariat. SM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *