Gagasan Renungan

Memaknai Hari Paskah

Kita seringkali bingung menentukan apakah yang dimaksud dengan Paskah adalah hari Jumat/kematian Kristus, ataukah hari minggu/kebangkitan Kristus. Kebingungan ini bertambah dengan munculnya istilah lain, dengan Jumat Agung untuk merujuk pada perayaan kematian Kristus di kayu salib. Istilah dalam bahasa Inggris membedakan peristiwa kematian dan kebangkitan Kristus dengan dua istilah, yaitu: Passover/kematian Kristus dan Easter atau kebangkitan KristusPassover berasal dari bahasa Ibrani dalam kitab Keluaran 12:27. Istilah Peseh adalah anak domba yang dipergunakan sebagai korban sembelihan pada hari Paskah, empat hari sesudah Israel keluar dari Mesir.

Perayaan Paskah menjadi begitu penting dalam teologi orang Kristen. Karena menurut Injil Sinoptik, perjamuan terakhir Yesus dan murid-muridNya. Sebagai Anak Domba Paskah yang tersembelih menjadi motif yang populer di dalam Perjanjian Baru dan perkembangan gereja selanjutnya ( I Kor 5:7).

Easter adalah salah satu perayaan religi Kristen yang penting, tentang kebangkitan Kristus. Dan secara simboliknya dekat dengan Passover sesuai dengan Injil Yohanes (Yoh 13:1). Kematian Kristus tidak bisa dipisahkan dari kebangkitanNya dan kematianNya. Tanpa kebangkitanNya adalah sia-sia ( 1 Kor 15: 17-19). Sedangkan kebangkitanNya tidak mungkin ada tanpa kematianNya.

Paskah Adalah Penggenapan. Alkitab Perjanjian Lama menubuatkan tentang penderitaan, kematian dan kebangkitan Yesus dan semua ini digenapi saat penderitaan, kematian dan kebangkitan Yesus. Dalam nubuat nabi Yesaya 700 tahun sebelum kelahiran dan kematian Yesus (Yeyasa 53:7-8). Yesaya menyebut bahwa Yesus, “terputus dari orang yang hidup”. Maksudnya Yesus mati karena dosa-dosa kita. Paskah bagi orang percaya adalah penggenapan nubuat Perjanjian Lama tentang Yesus yang menderita, mati dan bangkit.

Paskah Adalah Pengampunan. Pada malam terakhirNya dengan murid-muridNya, Tuhan Yesus berkata; bahwa darahNya, yang saat itu dilambangkan oleh anggur, adalah darah untuk pengampunan dosa bagi kita (Matius 27:27-28). Dengan menyatakan bahwa darahNya adalah dari Perjanjian, maka Yesus memberikan Perjanjian yang baru yang berbeda dengan Perjanjian Lama. Jika Perjanjian Lama disahkan dengan darah domba, maka Perjanjian Baru disahkan dengan darah Yesus sendiri. Dalam Perjanjian Lama, pengampunan dosa tercapai dengan mempersembahkan korban-korban, maka dengan Perjanjian Baru, pengampunan dosa terjadi melalui pengorbanan Yesus di kayu salib. Karena Yesus berbicara dengan darahNya, maka pastilah IA berbicara tentang kematianNya yang terjadi hanya beberapa jam serta perjamuan malam tersebut. Paskah bagi orang percaya adalah pengampunan dosa-dosa seluruh manusia atas korban Kristus di kayu salib. Tapi pengampunan dosa tersebut hanya efektif bagi mereka yang percaya kepadaNya. Tuhan Yesus Memberkati.***  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *