Event News Renungan Testimoni

MENGENANG 15 TAHUN ALMH.PDM ELSYE CRAMER SUPIT

 

Dok.istimewa. Tabloid Victorious Edisi Mei tahun 2006

Beritarem.com,-Tak terasa sudah genap 15 tahun Almh.Ibu Pdm Elsye Cramer- Supit berpulang ke rumah Bapa di Sorga ( 30 April 2006 sd 30 April 2021). Jika mengenang kembali, semasa hidup Ibu Elsye, senang tampil di belakang layar (behind the screen) dalam setiap pelayanan yang diembannya di ladang Tuhan. Meskipun begitu, Nonon, demikian ja kerap dipanggil oleh kerabat dekatnya, memiliki peranan yang sangat vital bagi perkembangan GBI REM.


Perhatian dan kasih sayangnya terhadap setiap orang yang dijumpainya menorehkan “sejarah indah” yang patut dikenang dan dijadikan teladan. Karena setiap kali berjumpa dengan sosok wanita yang tegar ini kerap memberikan motivasi dan nasehat-nasehat positif yang menguatkan hati. Bahkan saat mengalami masa-masa kritis menghadapi penyakit kanker yang dideritanya selama beberapa tahun, tak pernah sekalipun ia bersungut sungut. Malahan ia mengajarkan agar senantiasa mengucap syukur dalam segala hal dan menyerahkan pergumulan itu lewat doa.


Selama mendampingi Ps. Abraham Conrad Supit, wanita kelahiran Makassar, 29 Januari 1955 ini juga tak pernah melalaikan tugasnya sebagai istri dalam mendidik anak anaknya. Sikapnya yang tegas dan disiplin diterapkan sebagai bentuk cintanya terhadap anak-anaknya agar menjadi manusia yang berhasil. Tak pelak; lewat didikannya itulah sebagian anak-anaknya pun menuai sukses dalam melayani Tuhan sebagai pendeta. Diantaranya; Ps. Paulus T Supit, Ps. Ariasa H Supit, dan Ps, Martinus Joshua Supit.


Ini menandakan bahwa visi “Victorious Family” (Keluarga Berkemenangan) benar benar telah diejawantahkan dalam keluarga. Satu hal yang patut dijadikan teladan bagi kita adalah prinsip hidupnya yang mengalir begitu kuat dan terpatri dalam dirinya, “Sampai akhir nafas hidupku akan tetap melayani Tuhan”. Bahkan detik-detik dan masa kritis, sebelum menghembuskan nafasnya yang terakhir, ia sempat berpesan, “Biarlah apa yang aku tabur ini tidak sia-sia”. Kini, meski secara fisik telah tiada, namun nama Ibu Elsye masih menyisakan kenangan indah yang tak mungkin terlupakan sepanjang masa bagi keluarga besar GBI REM.

Seperti dikutip Tabloid Victorious Edisi 342 Mei 2006, sejumlah pimpinan GBI REM , seperti: Pdt. Pengky Andu, Pdt. Yogi Dewanto, dan Pdt. Hadi D Setiawan merasakan sangat kehilangan sosok Ibu Elsye.
Pdt Pengky Andu yang saat itu menjabat sebagai Wakil Gembala GBI REM, mengungkapkan bahwa Ibu Elsye adalah sosok Wanita yang berpengaruh, tegas dan perhatian kepada pengerja. “Ketika Ibu tahu bahwa ada pengerja gereja rumahnya jauh dan berada dalam keadaan yang serba kekurangan, pasti akan memberikan pengerja itu sebuah sepeda motor, atau kendaraan lainnya. Untuk mempelancar pelayanan pengerjanya. Tapi ini kan tidak semua orang yang tahu, karena itu semua dilakukan di belakang layar ,” ungkap Pdt. Pengky.
Pdt Pengky menilai, bahwa Ibu Elsye adalah seorang yang sangat kuat dan tegar menghadapi masalah. “Pelajaran itulah yang saya dapatkan dari hidupnya. Beliau itu kuat sekali. Hal itu yang memberikan motivasi kepada saya untuk terus maju,” tutur Pdt. Pengky Andu.

Sementara itu, Pdt. Yogi Dewanto mengatakan, bahwa, berkembangnya gereja selama ini tidak lepas dari sumbangsih pola pikir ibu dalam pelayanan. “Ini yang tidak disadari oleh banyak orang. Saya kira apa yang telah disampaikan oleh pak gembala bahwa ibu selama ini telah menabur dengan jiwanya, maksudnya supaya kita lebih sungguh-sungguh melayani. Saya kira hal ini perlu terus-menerus didengungkan,” ujar Pdt. Yogi.
Sedangkan Pdt. Hadi Setiawan, mengungkapkan, bahwa, kesuksesan seorang suami tidak lepas dari sebuah pengorbanan dan doa sang istri. “Pak Supit bisa menjadi seperti sekarang ini semua berkat dukungan doa dari Ibu Supit dan keluarga serta seluruh pengerja gereja. Yang pasti saya bangga memiliki seorang Ibu gembala seperti Ibu Elsye Cramer Supit,” tandasnya. Sm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *