Gagasan News

MISI NATAL YANG ORISINIL (Matius 1:21)

Dengan berbagai cara orang Kristen merayakan hari Natal dan sedapat mungkin dengan meriah. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk menyambut dan menghargai kedatangan Tuhan Yesus Kristus, sang Juru Selamat. Banyak orang Kristen berpikir bahwa merayakan hari natal semeriah mungkin adalah cara yang terbaik benar menghargai kedatanganNya. Pernahkah saudara sungguh-sungguh bergumul untuk menemukan jawaban bagaimana seharusnya kita menyambut hari Natal dan menghargai kedatanganNya? Cara kita menghargai kedatangan Tuhan adalah dengan memahami misi utama kedatanganNya. Dalam Matius 1:21, dinyatakan oleh malaikat bahwa Ia datang untuk menyelamatkan umat manusia dari dosa mereka.

Ps. Dr. Berthy L Momor

Dosa yang merupakan sumber segala bencana manusia oleh kedatanganNya dapat diselesaikan. Orang yang menyadari misi ini pasti sangat memperhatikan persoalan dosa merayakan hari natal tanpa memahami misi Tuhan ini, sama dengan membelokkan maksud Tuhan mengadakan natal atau kelahiran Yesus. Kepedulian terhadap dosa akan nampak dari kesediaan bertobat atas dosa-dosa pribadi dan kesediaan melayani sesama pertobatan mereka. Menatap dunia hari ini, betapa kita harus memiliki keprihatinan yang sangat dalam yang pertama; keprihatinan terhadap diri sendiri. Tuhan Yesus berkata agar penduduk Yerusalem mengisi diri sendiri, (Lukas 23:28). Hal ini terjadi ketika Tuhan Yesus memikul salib. Mereka menangisi Tuhan Yesus tanpa memahami maksud utama kedatanganNya.

Hal ini sejajar dengan orang-orang Kristen yang merayakan hari natal tetapi tidak mengerti makna hari natal ketika kita memandang kandang hina itu, maka kita melihat keadaan diri kita yang hina dan kotor yang membutuhkan pertolongan dari tempat tinggi. Hari Natal harus selalu mengingatkan betapa hinanya kita karena dosa. Betapa perlunya kita merendahkan diri untuk memperoleh lawatanNya. Selanjutnya kita juga mengisi orang lain. Tuhan Yesus menangisi Yerusalem,  karena Yerusalem akan dihancurkan oleh karena kejahatanNya. Ini sama dengan bumi ini akan dihancurkan oleh sebab dosa-dosanya. Kita harus menangisi jiwa-jiwa yang mati dalam dosa yang sedang menuju kegelapan abadi. Kita harus sangat peduli terhadap jiwa-jiwa yang perlu dipertahankan sikap Tuhan Yesus merupakan teladan kehidupan orang percaya yang telah menerima keselamatan dan bersedia meneruskan misi Tuhan. Mereka hanya berpesta, dalam misa dan berliturgi. Padahal Misi Natal yang terpenting adalah meneruskan Injil sampai ke ujung bumi demi keselamatan banyak orang.

Merayakan hari Natal, harusnya berdampak untuk keselamatan orang lain, bukan hanya perayaan yang biasanya dirayakan semeriah mungkin. Merayakan hari Natal membangkitkan pengharapan bahwa terang mengenyahkan kegelapan. Selamat Hari Natal 25 Desember 2020. Tuhan Yesus Memberkati. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *