Gagasan News

Opini Sahat HMT Sinaga Tentang Hari Kebangkitan Nasional

Investor Daily terbitan 19 Mei 2020 dalam tulisan berjudul BPIP: Hari Kebangkitan Nasional Momentum Tingkatkan Solidaritas Sosial, ditulis, bahwa Peringatan Hari Kebangkitan Nasional yang Pertama digelar pada tanggal 20 Mei 1948 di Istana Kepresidenan Yogyakarta.
Dalam pemberitaan Tribun Jabar tanggal 20 Mei 2019 dengan judul Hari Kebangkitan Nasional, Sejarah Lengkap Hari Kebangkitan Nasional, Lengkap dengan Deretan Ucapan Selamat Harkitnas, ditulis, Hari Kebangkitan Nasional merupakan peringatan berdirinya organisasi Boedi Oetomo. Pada tanggal 20 Mei 1908, Boedi Oetomo didirikan oleh sejumlah mahasiswa School tot Opleiding van Indische Artsen (STOVIA) atau Sekolah Pendidikan Dokter Hindia. Latar belakang berdirinya Boedi Oetomo bertopang pada kesadaran para mahasiswa akan masa depan Indonesia yang bergantung di tangan mereka. Walaupun Boedi Oetomo bukan organisasi pergerakan nasional yang pertama di Indonesia, menurut Mohammad Hatta dalam tulisannya di majalah Star Weekly, pada 17 Mei 1958, Boedi Oetomo sudah mengandung “kecambah semangat nasional”.

Sahat HMT Sinaga, SH

Presiden Soekarno pada tanggal 16 Desember 1959 menetapkan Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959 Tentang Hari-Hari Nasional Jang Bukan Hari Libur. Hari-hari bersejarah bagi Nusa dan Bangsa Indonesia dinyatakan sebagai Hari-hari Nasional yang bukan hari libur: 1.Hari Pendidikan Nasional pada tanggal 8 Mei; 2. Hari Kebangkitan Nasional pada tanggal 20 Mei; 3. Hari Angkatan Perang pada tanggal 5 Oktober; 4. Hari Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober; 5. Hari Pahlawan pada tanggal 10 Nopembar; 6. Hari Ibu pada tanggal 22 Desember.
Presiden Soeharto pada tanggal 7 Januari 1985 menetapkan Keputusan Presiden Nomor 1 Tahun 1985 Tentang Penyelenggaraan Peringatan Hari Kebangkitan Nasional, yang mengatur penyelenggaraan peringatan Hari Kebangkitan Nasional setiap tanggal 20 Mei dilakukan dengan acara yang bertujuan menumbuhkan dan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memperkuat kepribadian bangsa, mempertebal rasa harga diri dan kebanggaan nasional, serta mempertebal jiwa persatuan dan kesatuan nasional. Penyelenggaraan Peringatan Hari Kebangkitan Nasional dilaksanakan oleh Pemerintah dengan seluas mungkin mengikutsertakan masyarakat dan dititik beratkan pada upaya mewujudkan persatuan dan kesatuan nasional. Biaya penyelenggaraan peringatan Hari Kebangkitan Nasional dibebankan pada anggaran Departemen Penerangan.
Presiden Megawati Soekarnoputri pada tanggal 22 Maret 2002 menetapkan Keputusan Presiden Nomor 18 Tahun 2002 Tentang Perubahan Atas Keputusan Presiden Nomor 1 Tahun 1985 Tentang Penyelenggaraan Peringatan Hari Kebangkitan Nasional, yang mengatur Pelaksanaan penyelenggaraan Peringatan Hari Kebangkitan Nasional dibebankan pada anggaran Departemen atau Kantor Menteri Negara Komunikasi dan Informasi.
Peringatan Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2020, yang terjadi pada masa Pandemi COVID-19 dapat menjadi momentum bagi bangsa Indonesia untuk “bangkit” dari keterpurukan yang diakibatkan Pandemi COVID-19. Solidaritas sesama anak bangsa Indonesia, dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia yang menyadari Bhineka Tunggal Ika adalah anugerah Tuhan Yang Maha Esa, akan dapat mengatasi pelbagai masalah, terutama memutus penyebaran COVID-19 di tengah-tengah masyarakat Indonesia dengan terus menerapkan protokol kesehatan (Jaga Jarak Aman, Mencuci Tangan Dengan Sabun di Air Yang Mengalir, Memakai Masker), agar kehidupan bisa dijalani dengan harapan kondisi sosial dan ekonomi bangkit secara perlahan menuju perbaikan. Selamat Hari Kebangkitan Nasional.
Kemang Pratama, 20 Mei 2020.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *