Nasional News Renungan

Pdt. Dr. Ferry Haurissa.,M.Th (Ketua Umum Pelbenus): Jangan Paranoid Dengan Virus Corona, Anak-Anak Tuhan Harus Kuat & Beriman Kepada Tuhan!

Jakarta,Beritarem.com,-Pandemi virus Corona atau yang lebih populer dengan istilah Covid-19 yang telah menghantam dunia hampir enam bulan ini telah banyak merubah tatanan kehidupan manusia. Meski saat ini sudah ditemukan vaksin untuk mengatasi pandemi ini, tetapi banyak pengamat yang belum mengetahui sampai kapan melanda kehidupan manusia. Namun demikian, bagaimanapun juga kehidupan manusia di muka bumi ini terus berjalan. Kehidupan manusia yang berdamai dengan kondisi pandemi inilah dinamakan Era New Normal.

Di era New Normal ini semua lini kehidupan harus selalu menjalankan protokol kesehatan dalam menjalankan aktifitasnya. Jaga jarak, kerja virtual, kerja dari rumah, mengenakan masker, rajin cuci tangan adalah ciri yang sangat menonjol di era ini. Era ini tak pelak juga mengakibatkan perubahan tatanan kehidupan beragama umat manusia di muka bumi.

Dampak negatif merebaknya virus corona membuat masyarakat menjadi stress, kuatir, ketakutan atau paranoid berlebihan untuk beraktivitas, terutama pergi beribadah tatap muka di gereja. Bagaimanakah seharusnya gereja maupun hamba Tuhan menyikapi hal ini?

Menanggapi hal itu Ketua Umum Pelayanan Bethel Nusantara (Pelbenus), Pdt. Dr. M.Ferry Haurissa Kakiyai, M.Th, menuturkan, bahwa sikap umat Kristen tidak perlu berlebihan menghadapi pandemi corona ini, apalagi hingga mengalami stress, kuatir dan paranoid. Anak-anak Tuhan itu harus tetap kuat dalam imun dan keimanan kepada Tuhan. “Penyebab orang menjadi takut atau paranoid itu karena tidak mengerti apa yang sedang dihadapi. Pemerintah kan sudah memberikan informasi bahwa virus Covid-19 itu seperti apa dan bagaimana menghindarinya jadi seharusnya tidak perlu kuatir berlebihan,” tegas hamba Tuhan yang pernah menjadi Ketua BPD GBI DKI Jakarta dan Sekum BPH GBI.

Lanjut Pdt. Ferry, jika kembali kepada Alkitab, pandemi corona ini merupakan hal biasa. Karena Alkitab sendiri sudah menuliskan dan menjelaskan tentang kondisi akhir zaman atau tentang kehidupan manusia dalam menghadapi berbagai macam masalah termasuk wabah penyakit, kelaparan dan perang. “Oleh sebab itu munculnya pandemi ini, di satu sisi patut disyukuri. Karena ternyata apa yang dinubuatkan ribuan tahun yang lalu di dalam Alkitab terus digenapi,” ungkapnya.

Pdt. Ferry Haurissa ketika dijumpai di kediamannya di kawasan Petamburan- Jakarta Pusat

Masih kata Pdt. Ferry, berbicara keimanan atau ibadah di era “New Normal” ini  memang  membuat semua orang menjadi terbuka dalam pemikiran dan pandangan. “Walaupun saat ini pemerintah telah memberikan izin untuk membuka rumah ibadah, tetapi bagi saya hal itu adalah sesuatu yang biasa saja. Menurut saya pada prinsipnya, ibadah ke gedung atau di rumah sama saja. Karena bertemu Tuhan bukan harus di gereja atau di gedung yang ada entertaint. Tetapi semua itu yang terpenting adalah kita harus senantiasa instropeksi diri,” tuturnya.

Lalu, jika ada yang berpendapat bahwa jika beribadah secara online, persembahan gereja menjadi menurun? “Memang dampak pandemi ini persembahan ke gereja menjadi menurun. Bahkan tak sedikit gereja yang ditutup akibat tidak memiliki biaya operasional. Tetapi masa depan gereja  akan tetap berjalan dengan baik dan eksis sesuai dengan tuntunan Tuhan. Dan, melalui peristiwa ini seharusnya umat Tuhan lebih banyak untuk merenung agar manusia rohaninya menjadi lebih baik, mengevaluasi diri karena setiap saat semua orang bisa dipanggil Tuhan. Kita jangan terjebak dalam kantong kolekte atau persembahan. Jujur saja, sampai saat ini gereja yang saya gembalakan belum ada jemaaat yang memberi kolekte karena masih melakukan ibadah secara online. Justru saya sebagai gembala yang memberi jemaat dengan bantuan sembako, itulah yang namanya pelayanan. Inilah waktunya kita juga mulai belajar dan membangun mezbah keluarga. Sekali lagi, tidak perlu kuatir dengan masa depan gereja, jalani hidup ini dengan sukacita,” paparnya. SM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *