Event News Testimoni

Pdt. Honny Supit Sirapanji, M.Th (Gembala Senior GBI Menorah Manado): MUJIZAT DAPAT TERJADI JIKA HATI KITA BERSIH & KUDUS DI HADAPAN TUHAN!

Manado,Beritarem.com,- GBI “Menorah” yang terletak di kawasan Bisnis Mega Mas, Jl.Laksda John Lie Blok 3 D.1, Manado- Sulawesi Utara, merupakan salah satu gereja besar di kota Manado, Sulawesi Utara. Tampak dari depan, gereja yang dibangun berkonsep 7 lantai dengan ornamen Menorah besar di puncak menara tentu menjadikan gedung tersebut semakin elegan dan indah dipandang mata.

Tim pelayanan GBI REM berpose besama dengan Pdt. Honny Supit Sirapanji, M.Th

Uniknya, ruang doa yang ditempatkan berada di puncak menara, justru menjadi tempat favorit bagi siapa saja yang berkunjung ke gereja ini. Sebab, di tempat inilah, kita dimanjakan dengan indahnya panorama pantai Teluk Manado dengan spot view yang keren untuk berfotoria. Termasuk tim pelayanan GBI REM yang saat itu berkunjung ke GBI Menorah, Rabu, 23 September 2020 siang, juga tak mau ketinggalan memanfaatkan indahnya pantai sebagai latar belakang berpose bersama. “Gereja ini adalah Mujizat dari Tuhan. Nama ‘Menorah’ sendiri merupakan pemberian dari Tuhan. Nama itu muncul pada tahun 2009, ketika saya bolak-balik ke Israel. Kemudian nama itu Tuhan taruh dalam hati saya,” ujar Gembala Sidang GBI Menorah, Pdt. Honny Supit Sirapanji, M.Th kepada beritarem.com.

Ki-ka: Stevano Margianto (Pemimpin redaksi beritarem.com)  bersama Pdt. Honny Supit Sirapanji, M.Th 

Pdt. Honny, menceritakan kembali cikal bakal sebelum GBI Menorah dibangun.Awalnya,Ia sempat ditawari oleh seseorang yang memiliki sebidang tanah di kawasan Bisnis Mega Mas, Manado. Pada tahun 2009, saat itu pemilik tanah menawarkan tanahnya dengan harga yang fantastis, yakni 12 Milyar. “Jadi awalnya saya ditawari agar membeli tanah di tempat ini. Waktu itu pemiliknya tanya, untuk apa? Saya bilang untuk gereja. Kemudian pemiliknya bilang, kalau gitu saya kasih diskon 50 persen. Setelah didiskon 50 %, sisanya 6 M. Nah, sebenarnya saya juga punya tanah pemberian Tuhan seluas 5000 meter. Waktu itu dikasih oleh orang Papua. Agar bisa membeli tanah untuk membangun gereja, maka saya juga kepingin menjualnya dengan harga 3 M. Lalu saya bilang ke pemilik tanah, saya tidak punya uang.

 

 

Pdt. Honny Supit saat berbincang dengan Gembala GBI REM, Pdt. Paulus Supit

Pemilik tanah tersebut kemudian menurunkan harga kembali, menjadi 2 Milyar. Saya bilang saya tidak punya uang segitu. Pada waktu itu, saya bilang ke jemaat, mereka pun menabur dan hanya terkumpul sekitar 400 juta, bagaimana saya mau bayar? Akhirnya yang punya tanah bilang, oke ada uang baru bayar. Nah, ketika saya pulang, saya cerita ke istri. Kemudian istri saya bilang jangan berhutang. Singkat cerita, saya kembali bilang ke pemilik tanah, bahwa saya tidak mau berhutang. Akhirnya, pemilik tanah itu bilang begini, ya sudah, saya ambil tanah yang di sana. Bapak ambil tanah yang disini, atau barter tanah. Kemudian, pas ulang tahun gereja saya pulang dari Israel tanggal 6 Maret. Saya bilang ke pemilik tanah itu agar hadir dalam perayaan HUT gereja sekaligus serah terima tanggal 7 Maret. Pada saat itu ultah gereja juga dihadiri oleh walikota Manado. Nah, pada jam 10.45 Wita, saya sudah mau kotbah, kok pemilik tanah ini belum muncul. Tapi saya sempat lihat ada miscal di HP saya. Kemudian setelah kotbah saya hubungi. Pemilik tanah itu bilang, ya sudah jual tanah Bapak yang disana, kemudian uangnya pakai saja untuk membangun gereja di tanah sini. Puji Tuhan. Tuhan bekerja luar biasa. Bahkan tiang pancang pun dia yang kasih. Peletakan batu pertama tahun 2012 dan masa pembangunan selama 7 tahun,” papar Pdt. Honny sembari menambahkan bahwa jemaat GBI Menorah sudah mencapai 1000 jiwa.

Pdt. Pengky Andu & tim GBI REM mendoakan Pdt. Honny Supit di ruangan ibadah GBI Menorah

Sejarah mencatat, pada tanggal Januari 29 Januari 2012 dilakukan peletakan batu pertama yang  dihadiri oleh Walikota Manado, Dr. G J Vicky Lumentut. Kemudian gedung GBI Menorah mulai dibangun dan diresmikan pada tahun 2019.

 

Mujizat Terjadi Jika Hati Kita Benar-Benar Bersih!

Bagaimana mujizat itu terjadi dalam hidup kita? Menurut Pdt. Honny, agar mujizat itu senantiasa menjadi bagian hidup kita sebagai umat Kristen, maka harus melakukan instropeksi diri dengan cara meminta ampun kepada Tuhan dan kepada sesama. “Hidup kita harus benar-benar bersih dan kudus di hadapan Tuhan. Memang kalau ada noda di dalam hati kita, entah itu kekecewaan, sakit hati, kepahitan, ganjalan dan sebagainya; maka mujizat itu sulit terjadi dalam kehidupan kita. Kita harus benar-benar clear dari hal-hal yang buruk. Hal itulah yang saya praktikkan sebelum membangun Gereja Menorah. Saat itu saya masih ada ganjalan di dalam hati. Saya diingatkan Tuhan agar mulai memohon ampun kepada Tuhan. Awalnya saya memohon maaf kepada istri dan anak-anak. Kemudian saya juga meminta maaf kepada people around (orang-orang sekitar),” ungkap Pdt. Honny yang juga pernah menjabat sebagai Seketaris Umum Sinode Gereja Bethany Indonesia di Surabaya mendampingi Alm. Pdt. Alex Tanuseputra.

Sebagai pucuk pimpinan sinode Bethany, Pdt. Honny juga memiliki banyak sekali pengalaman dalam ladang pelayanan. Namun, ironisnya semua pelayanan serta jabatan yang diembannya lenyap seketika seolah tanpa bekas. Bahkan ketika ia dipercayakan menggembalakan tiga ribuan jemaat di GBI Mega Mall kota Manado dan telah memiliki 84 cabang gereja, tiba-tiba Pdt. Alex Tanuseputra mengganti dirinya serta menempatkan orang lain sebagai gembalanya. “Jabatan dan penggembalaan jemaat lenyap. Tetapi tidak membuat saya kendor dalam melayani Tuhan. Kemudian saya melakukan instropeksi diri. Nah ketika saya memulai pelayanan dan membangun gereja Menorah ini, saya ingin hati saya bersih. Saya tidak mau ada noda. Akhirnya saya kumpulkan semua orang-orang, bekas anak-anak saya yang sudah menjadi gembala dimana-mana. Saya meminta maaf kepada mereka. Tetapi setelah hati saya bersih, waktu itu banyak orang-orang yang ada di pihak saya marah. Lho kita ini keluar dari gereja tidak bawa apa-apa, kenapa mesti minta maaf?. Saya bilang kepada mereka, sudah diam saja. Ketika mendapat tanah di tempat ini, kemudian mulai membangun, saya bilang begini sekarang anda mengerti apa yang saya lakukan. Kalau waktu itu ketika diminta Tuhan untuk membersihkan noda yang kotor dalam hati saya, maka mujizat itu tidak akan pernah terjadi di tengah kehidupan saya sebagai gembala dan keluarga. Oleh karenanya, pesan saya kepada saudara-saudara, terutama para hamba Tuhan GBI REM. Bagaimanapun juga saya pernah dengar banyak cerita tentang GBI REM. Mulai saat ini, Nearest Path itu mesti bersih. Tidak boleh ada noda maupun cacat di dalamnya. Apa yang saya sampaikan ini adalah sebuah jejaknya Tuhan di tempat ini. Dan Tuhan itu selalu hadir ketika kita memiliki hati yang bersih, harus benar-benar clear, tidak ada noda, tidak ada cacat, tidak ada benci, marah, jengkel dan lain sebaginya. Benar-benar harus bersih dan pengampunan itu terjadi, kemurahan Tuhan akan turun, mujizatNya pun pasti terjadi,”pungkas Pdt. Honny Supit Sirapanji menutup kesaksiannya. SM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *