Event Nasional News

Pdt. Marjiyo Terpilih Kembali Sebagai Ketua Umum Sinode GKSI Masa Bakti 2020 sd 2024

Jakarta,Beritarem.com,-Pdt.Marjiyo,S.Th, M.Th terpilih kembali sebagai Ketua Umum Sinode Gereja Kristen Setia Indonesia (GKSI) masa bakti 2020 sd 2024 dalam persidangan sinode ke 5 yang digelar di Aula kantor pusat sinode GKSI, Jl.Kerja Bakti, Kp.Makasar, Jakarta Timur sejak Rabu hingga Kamis (18-19 November 2020).

Pdt. Marjiyo usai terpilih kembali sebagai Ketum Sinode GKSI dalam sidang sinode ke 5 (Rabu-Kamis, 18 s/d 19 November 2020)

Dalam mekanisme pemilihan Ketua Umum tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Majelis Tinggi GKSI, Willem Frans Ansanay,S.H, M.Pd didampingi 3 anggota (dewan Penasehat dan Dewan Pengawas sinode) GKSI. Pemilihan ketua sinode tersebut berjalan secara demokratis dimana setiap orang diberikan kesempatan untuk memilih, dipilih atau mengajukan diri dan dicalonkan sebagai Ketua Umum.

Menurut Ketua Majelis Tinggi GKSI, dalam pemilihan Ketua Sinode ini merupakan pertama kalinya selama 32 Tahun GKSI berdiri yang berlangsung secara demokratis, dimana dilakukan pemilihan secara langsung. Sebelumnya, pemilihan Ketua sinode GKSI berlangsung secara aklamasi dengan Ketua terpilih itu-itu saja dan sistim formatur.

ki-ka: Pdt. Marjiyo (Ketum Sinode GKSI) & Willem Frans Ansanay (Ketua Majelis Tinggi GKSI)

Dalam proses pemilihan tersebut, nama Frans sangat kuat dalam bursa calon Ketua Umum Sinode GKSI. Karena didukung oleh BPW-BPW seluruh Indonesia. Namun Frans mengundurkan diri dan tidak bersedia dicalonkan serta memberikan dukungan kepada kader GKSI yang lain. “Saya sangat sibuk dan belum pantas jadi ketua GKSI yang sudah berjalan sudah baik. Biarlah saya hanya mengayomi dan berjanji akan selalu memberi dukungan apa saja serta fasilitas dan keperluan yang dibutuhkan GKSI,” tukas Frans kepada Wartawan sembari menambahkan bahwa, pemilihan dilakukan secara voting terbuka karena sidang sinode berlangsung secara offline dan online (webinar). Dan mayoritas peserta sidang yang memiliki hak pilih (BPW) memilih secara voting terbuka karena mengikuti sidang secara webinar.

Pdt. Marjiyo (berlutut) saat ditahbiskan oleh Pdt. Iwan Tangka, M.Div disaksikan oleh sejumlah hamba Tuhan GKSI yang hadir

Setelah beberapa calon mengundurkan diri, akhirnya hanya ada 2 calon kuat head to head antara Pdt. Jimi Sing (nomor urut 1) dan Petahana Pdt.Marjiyo (nomor urut 2) yang dipilih oleh 175 anggota dari 200-an anggota yang menjadi peserta Sidang. Dalam proses pemilihan tersebut, Pdt. Jimi memperoleh 2 suara, Pdt. Marjiyo memperoleh 101 suara, abstain (tidak memilih) berjumlah 72 suara. Dengan demikian, Pdt. Marjiyo kembali terpilih sebagai Ketua Sinode GKSI untuk periode kedua.

Pdt. Marjiyo merasa bersyukur atas kepercayaan teman-teman hamba Tuhan yang telah melakukan mekanisme pemilihan Ketua Umum yang obyektif . “Terima kasih untuk kepercayaan yang masih diberikan kepada saya. Kedepan, saya akan berusaha lebih baik lagi dari sebelumnya memimpin GKSI. Dengan tekad kerja jujur, transparan dan administrasi yang lebih baik. Saya akan meningkatkan pelayanan. Pengalaman periode pertama itu menjadi batu lompatan. Selanjutnya kita akan kerjakan visi-misi GKSI, kalau dulu menjangkau yang tidak terjangkau. Tetapi sekarang membangun jemaat kota untuk mendukung jemaat pedesaan. Bagaimana caranya? Kemarin komisi- komisi sudah merekomendasikan. Ini yang akan menjadi program jangka pendek, menengah dan jangka panjang,” tandas Pendeta kelahiran Bantul, Yogyakarta, 17 Mei 1969.

Lanjut Pdt. Marjiyo, setelah sidang sinode, kita akan adakan sidang daerah, pembentukan BPW- BPW seluruh Indonesia sekaligus visi misi sinode kita taruh dan dikerjakan bersama dengan BPW. “Begitu BPW ada sidang pembentukan, maka akan jadi satu paket ketua sinode dan BPW sampai dilanjutkan ke ketua sektor. Kemudian ketua sektor akan menyampaikan kepada hamba-hamba Tuhan. Sehingga akan menuju otonomi dan kemandirian, baik dari sisi teologianya maupun dananya. Hal ini diharapkan dapat tersebar luas agar program periode pertama yang belum tercapai akan meningkat di periode kedua,” jelas Pdt. Marjiyo yang kini dikarunia 3 Anak (Boas Jerry Kupa, Abe Kupa dan Kristin Novita Kupa).

Dalam rekomendasi Sidang Sinode GKSI ke 5 tertuang tentang pentingnya rekonsiliasi, Pdt. Marjiyo menuturkan bahwa, selama ini sudah mengikuti arahan PGIW maupun PGI. “Bahkan Ketum PGI Pdt. Gomar Gultom setelah terpilih di Sumba, bersama saya mengunjungi Pdt. Mangentang  di LP Cipinang. Kita membicarakan tentang rekonsiliasi. Bahkan sampai hari ini kita terus kita dorong agar rekonsiliasi dapat tercapai bersama-sama. Dan sampai detik ini kita ikuti arahan PGI. Kita siap dan terbuka, karena damai itu salah satu kunci untuk pelayanan, ” pungkas Suami dari Agustina Kupa yang telah ditahbiskan sebagai Ketum Sinode GKSI pada penutupan Sidang dan HUT GKSI ke 32 (Sabtu, 21/11/20). SM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *