Event Nasional News

Pdt. Paulus T Supit Resmi Ditahbiskan Menjadi Gembala GBI REM, Pdt. Kiky Tjahjadi (Ketua BPD GBI DKI Jakarta): Jadilah Gembala Yang Baik Kepada Jemaat

Jakarta,Beritarem.com,-Sejarah baru terukir pada hari Minggu, 28 Juni 2020 pukul 14.00 Wib di kantor sekretariat Badan Pekerja Daerah GBI DKI Jakarta, Jalan Prof. Dr. Latumeten No.50, Kompleks Sentra Latumeten Blok C, Jl. Jelambar Selatan 5 No.6 Jelambar Baru, Grogol petamburan Jakarta Barat, yaitu Pdt. Paulus T Supit resmi ditahbiskan sebagai Gembala Sidang Gereja Bethel Indonesia Rahmat Emmanuel Ministries (REM) Hotel Ciputra Lantai Dasar Ruang Puri 5-6, Grogol Jakarta Barat.

Ketua BPD DKI Jakarta, Pdt. Kiky Tjahjadi, M.Th mendoakan Pdt. Paulus Supit dan Ibu Yani Supit sebagai gembala jemaat GBI REM, Minggu 28 Juni 2020

Tampak hadir dalam acara tersebut adalah pucuk pimpinan BPD GBI DKI Jakarta yakni: Pdt. Kiky Tjahjadi, M.Th (Ketua BPD GBI DKI Jakarta),Pdt. Maringan Tampubolon, Pdt. Agus Irawan, Pdt. Sapto Edi Raharjo, Pdt. Freddy Zakaria (Ketua Perwil Jakarta Barat), dan Pdt. Natanael. Sedangkan dari GBI REM tampak hadir adalah Pdt. Paulus Supit dan Ibu Yani (Gembala GBI REM), Pdt. Pengky Andu, Bapak Johan Cramer, Bapak Agus Salim, Bapak Berthie Momor, dan puluhan pengerja turut menyaksikan acara pentahbisan.

Pdt. Paulus Supit menerima SK Gembala GBI REM

Acara pentahbisan yang dipimpin langsung oleh Ketua BPD DKI Jakarta, Pdt. Kiky Tjahjadi ini tertuang dalam dua Surat Keputusan (SK). Pertama, SK nomor No.195/S XVI/SK/BPD-001/VI/SK/2020 tentang pengesahan jemaat lokal yang beralamat di Hotel Ciputra, Ruang Puri 5-6, Jalan Letjen S Parman, Jakarta Barat. Kedua adalah SK nomor No.196/S XVI/SK/BPD-001/VI/SK/2020 tentang  penetapan Pdt. Paulus T Supit sebagai Gembala Lokal GBI REM Hotel Ciputra, Ruang Puri 5-6 Lantai Dasar. “Bahwa dalam suatu penilaian BPD Jakarta, dalam kurun waktu tertentu maka Pdt. Paulus Supit dinilai layak untuk ditetapkan sebagai gembala lokal. Bahwa penetapan gereja lokal yang beralamat di Hotel Ciputra, Ruang Puri 5-6, perlu dituangkan dalam sebuah keputusan. Keputusan ini berlaku sejak tanggal ini ditetapkan, 28 Juni 2020,” ujar Sekretaris BPD DKI Jakarta, Pdt. Maringan Tampubolon ketika membacakan Surat Keputusan.

Foto bersama dengan para pengerja GBI REM

Baca juga: Pesan Kotbah Pentahbisan GBI REM Daan Mogot, Pdt. Kiky Tjahjadi, M.Th: Gunakan Kesempatan Yang Tuhan Berikan!

 Sebelum menyampaikan renungan kotbah singkatnya, Pdt. Kiky Tjahjadi, menjelaskan mengapa kita mengadakan pentahbisan di kantor BPD GBI DKI Jakarta. “Karena sejak pandemi covid, ibadah tidak bisa kita lakukan, sedangkan pelayanan kepada jemaat harus tetap berjalan. Akhirnya, GBI mengambil keputusan bahwa acara pentahbisan gembala maupun gereja kita lakukan di kantor BPD GBI Jakarta. Rupanya dalam dua minggu ini, kita sudah melakukan beberapa pentahbisan gembala dan gereja di tempat ini. Pelayanan ini tidak boleh terhenti, dan harus terus berjalan sampai Tuhan Yesus datang yang kedua kali,” ujar Pdt. Kiky.

Pdt. Kiky Tjahjadi menyematkan Pin GBI kepada Pdt. Paulus Supit usai ditahbiskan sebagai gembala

 Dalam kotbahnya Ketua BPD DKI Jakarta ini mengutip ayat firman Tuhan yang terambil dalam kitab Yohanes 21:15-17. “Kalau kita baca teks ini, kata Gembalakanlah domba-dombaku menggunakan istilah yang berbeda. Tugas seorang gembala adalah memberi makan, dalam konteks pelayanan gereja atau memberikan makanan rohani yang baik agar domba-dombanya bertumbuh menjadi dewasa. Saya percaya bahwa siapa saja yang menjadi gembala adalah suatu jawatan yang tidak mudah. Ada 5 jawatan yang Allah tetapkan dalam kitab Efesus 4:11, yaitu jawatan Rasul, Nabi, Pengajar, Guru, Penginjil atau Gembala. Nah, sebagai gembala kita harus bisa memberikan makan yang sehat dan baik kepada jemaat kita. Seorang gembala itu harus ada persiapan ketika menyampaikan firman Tuhan, jangan memberikan makan dengan menu yang sama setiap ibadah. Bisa-bisa jemaat kabur atau pindah gereja,” ujar Pdt. Kiky dalam kotbahnya.

Lanjut Pdt. Kiky, seorang gembala juga harus memiliki kepedulian kepada jemaat. “Tugas seorang gembala itu harus merawat dan melindungi domba-dombaNya dari binatang buas. Dalam konsep pelayanan gereja, itu berkaitan dengan pelayanan pastoral. Menjaga dan melindungi dari serangan binatang buas. Termasuk juga melindungi dari ajaran-ajaan yang bisa menyerang kehidupan kekeristenan, khususnya pengajaran luar/atau di luar GBI,” papar Pdt. Kiky.

Pose bersama dengan Pimpinan BPD DKI Jakarta. Ki-ka: Pdt. Natanael, Pdt. Sapto, Pdt, Agus Irawan, Ibu Yani (Ibu Gembala GBI REM), Pdt, Paulus Supit (Gembala GBI REM), Pdt. Kiky Tjahjadi (Ketua BPD GBI DKI Jakarta), Pdt. Maringan Tampubolon (Sekretaris BPD GBI DKI Jakarta), Pdt. Freddy Zakharia (Ketua Perwil GBI Jakarta Barat)

Pdt. Sapto Edi Raharjo, dalam kata sambutannya mengucapkan selamat kepada Pdt. Paulus Supit telah ditahbiskan sebagai gembala. “Kalau dulu gereja ada di kiri dan kanan. Tapi sekarang gereja itu ada di bawah dan di atas. Makanya tata gerejanya perlu dimantapkan lagi, dibahas lagi. Tapi yang penting kita harus mengerti bahwa pesan BPD, adalah bahwa gereja hadir di tengah masyarakat. Kita adalah pembawa pesan kerajaan Allah. Nah, saat ini ada gereja di Mal Ciputra untuk melepaskan yang terikat. Kita harus menjadi pembawa damai. Supaya setiap orang tidak terikat dalam kejahatan, luka batin, dan banyak hal. Biarlah kita hadir menjadi duta kerajaan Allah,” ungkap Pdt. Sapto.

Pdt. Kiky Tjahjadi menyerahkan SK kepada Pdt. Paulus Supit

Sementara itu, Ketua Perwil GBI Jakarta Barat, Pdt. Freddy Zakharia, dalam kata sambutannya, bersyukur telah ditahbiskan gereja dan gembala di wilayah Jakarta barat. “Tentu saja saya sebagai Ketua Perwil, mengucapkan selamat kepada Pak Paulus sebagai gembala GBI REM. Jadi kadangkala di REM dan di GAS ya pak hahaha. Di Jakarta Barat ini, tempat ibadah khususnya gereja itu paling banyak. Menurut catatan kami, gereja Bapak itu yang ke 151. Tentu saja kami selalu ada fellowship di Jakarta Barat. Tujuan dari fellowship adalah adalah untuk mengikat batin sesama hamba Tuhan, khususnya di Jakarta Barat,” urainya.

Setelah ditahbiskan menjadi gembala, Pdt. Paulus Supit mengucap syukur dan berterimakasih kepda Tuhan Yesus yang sudah mengizinkan telah ditahbiskan. “Semua bukan karena kuat dan gagah saya sebagai hamba Tuhan, tetapi karena Tuhan Yesus yang telah memakai saya lebih lagi. Saya ucapkan terimakasih kepada Pak Kiky yang telah melantik atau mentahbiskan saya. Terimakasih juga kepada Pak Maringan, Pak Freddy, Pak Natanael, Pak Agus, Pak Sapto. Dan saat ini hadir juga salah satu Pendeta yang telah lama melayani di GBI REM, yaitu Pdt. Pengky Andu. Dan saya juga berterimakasih kepada seluruh pengerja, gembala lokal, koordinator yang telah hadir pada saat ini. Juga anak-anak saya dan istri juga turut hadir. Puji Tuhan, hari ini adalah hari yang spesial buat saya dan saya minta dukungan doanya. Dan saya minta kepada teman-teman pelayan untuk tetap semangat melayani Tuhan,” tutur Pdt. Paulus Supit dalam sambutannya. SM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *