Nasional News

Pemateri Sesi Pertama (Pelatihan Jurnalistik Perwamki-STT LETS), Jonro Munthe: Wartawan Itu Profesi Mulia Yang Bertugas Mencerdaskan Bangsa!

Jakarta,Beritarem.com,-Pelatihan Jurnalistik daring melalui aplikasi Zoom yang digelar oleh Perkumpulan Wartawan Media Kristiani Indonesia (PERWAMKI) dan STT Lighthouse Equipping Theological School (STT LETS) disambut antusias oleh puluhan peserta yang berasal dari lintas agama, suku, daerah/ maupun kota-kota besar di Indonesia. Saking antusiasnya, ada pula peserta berasal dari Belanda turut menimba ilmu Jurnalistik, yang resmi dibuka pada hari Selasa, 1 September 2020 (Sesi Pertama), Pukul 19.30 WIB, 20.30 WITA, 21.30 WIT & Pukul 14.30 Waktu Belanda.

Jonro I Munthe (Pemimpin Umum/Redaksi Majalah Narwastu)

Pelatihan Jurnalistik ini diselenggarakan selama 5 sesi pertemuan daring setiap Selasa sepanjang bulan September 2020 (Tanggal 1, 8, 15, 22 & 29). Secara kontinyu setiap Selasa nanti akan bergiliran tampil para pembicara, yakni: Jonro Munthe, Emanuel Dapa Loka, Agus Panjaitan,. Paul Maku Goru, Roy Agusta dan Antonius Natan yang siap menyampaikan materi pelatihan kepada peserta.

Dalam pembukaan pelatihan jurnalistik ini, Jonro I Munthe tampil sebagai pemateri pertama dengan judul “Prinsip- Prinsip Dasar Jurnalistik”. Pemimpin umum sekaligus pemimpin redaksi Majalah Narwastu ini mengatakan, bahwa, pekerjaan jurnalistik, sebenarnya merupakan profesi dengan tugas mulia. “Aktivitasnya wartawan memberikan informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat di dalam kehidupan sehari-hari.


Salah satu tugas wartawan dan medianya, yaitu untuk mencerdaskan bangsa. Bagaimana caranya mencerdaskan bangsa, kalau dia sendiri kalah cerdas. Setidaknya harus memahami prinsip-prinsip dasar jurnalistik. Sehingga orang atau kelompok yang nantinya akan memimpin penerbitan media massa seharusnya adalah orang yang berprinsip baik, berkarakter, punya integritas dan mengutamakan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi,” tukas Jonro yang juga salah satu pendiri Perwamki.
Dalam pemaparannya, menurut Jonro, nilai positif atau profesi mulia pers itu saat ini sering kita lihat di tengah masyarakat “dinodai” oleh sekelompok oknum yang mengaku wartawan. “Mereka tidak terampil menulis dan tidak memahami etika pers, namun bisa memiliki kartu pers. Jonro meminjam istilah tokoh pers nasional dan mantan Wakil Ketua Dewan Pers, Drs. Leo Batubara (Alm) “Kelompok itu sering dijuluki wartawan abal-abal. Mereka merusak reputasi wartawan dengan memakai kartu pers ke pejabat, pengusaha atau politisi bermasalah supaya mendapatkan uang atau memaksakan keinginannya untuk dipenuhi, ” ungkap Jonro yang pernah memperoleh penghargaan dari Majelis Pers Indonesia sebagai Jurnalis Motivator.

Stevano Margianto (Ketua Perwamki)

Sementara itu, Ketua Umum DPP PERWAMKI Stevano Margianto, mengatakan, bahwa diadakannya pelatihan Jurnalistik ini sebagai upaya membangkitkan warga gereja khususnya, serta masyarakat umum untuk memahami dan mengenal dunia kerja pers dan media, dan tentunya memberikan pemahaman yang benar tentang prinsip-prinsip dasar jurnalistik.
Akan rusak jadinya, lanjut Margianto, bila rekruting wartawan media Kristen tanpa diberikan pemahaman yang benar tentang jurnalistik. “Kami tidak ingin membangun pers Kristen yang asal punya kartu pers. Kekuatan media Kristen tidak mengacu dan bertumpu pada kepemilikan kartu pers,” tandas Margianto.
Hal senada diungkapkan oleh Sekretaris Umum PERWAMKI Agus Riyanto Panjaitan, “Adanya pandemi Covid adalah kesempatan terbaik bagi kami untuk memperkenalkan prinsip-prinsip dasar jurnalistik melalui pelatihan. Dan perlu diketahui bahwa pemateri pelatihan ini, yaitu Antonius Natan dan Jonro Munthe telah memiliki sertifikasi uji kompetensi wartawan. Artinya, pelatihan jurnalistik yang diselenggarakan oleh PERWAMKI dan STT LETS secara legalitas telah memenuhi persyaratan.”

Emanuel Dapa Loka (Ketua Panitia Pelatihan Jurnalistik)

Pdt. Ir. Rahmat Manullang (Ketua STT LETS, dalam sambutannya pada sesi perdana Pelatihan Jurnalistik, menyatakan dukungan sepenuhnya untuk kegiatan ini. “Peran Jurnalis itu sangat baik untuk merefleksikan kehidupan berbangsa. Oleh karena itu, dalam proses pemberitaan harus menjauhi hoax atau berita bohong. Bagi saya berita yang positif itu belum tentu benar. Tetapi yang benar sudah pasti positif. Marilah Kita sama-sama belajar, mempresentasikan atau memberitakan sesuai yang terjadi, yang benar berdasarkan fakta agar transformasi/perubahan bangsa ini dapat terwujud. Ubahlah persepsi yang salah menjadi paradigma yang benar sesuai kenyataan, “papar Rahmat Manullang.
Lanjut Rahmat, diharapkan Jurnalis Kristiani khususnya yang tergabung dalam Perwamki, mempunyai idealis yang kuat, semangat memberitakan kebenaran, serta berperan aktif dalam memberikan warna positif di tengah situasi bangsa yang masih dilanda pandemi Covid-19.
Salah satu penasehat PERWAMKI, Jhon SE Panggabean, SH., MH juga sangat mendukung pelaksanaan pelatihan Jurnalistik ini. “Kami atas nama Penasehat PERWAMKI mendukung kegiatan pelatihan jurnalistik ini. Maju terus dan tetap semangat. Dan berharap ke depan semakin banyak muncul berita-berita yang mengedukasi masyarakat umum,’ ujarnya.
Pelatihan Jurnalistik sesi pertama yang dimoderatori oleh bintang sinetron yang juga berprofesi sebagai praktisi hukum Uya Pinta SH. MH., turut memberikan reaksi positif terhadap pelatihan jurnalistik ini. Usai sambutan, tampil pula Clara Panggabean. Penyanyi dan praktisi hukum dan aktivis gereja ini juga meresponi dengan baik kegiatan yang diselenggarakan oleh PERWAMKI dan STT LETS.
Ketua Pelaksana Pelatihan Jurnalistik, wartawan senior Emanuel Dapa Loka merasa optimis kegiatan ini akan menuai hasil yang baik. “Persiapan hanya sebulan, tapi panitia pelaksana memiliki optimisme yang tinggi. Dengan tim yang solid, kami meyakini semua akan berjalan dengan lancar.” Diakui oleh Eman Dapa Loka, peserta tidak melulu yang beragama Kristen atau Katolik saja, “Ada beberapa peserta sahabat-sahabat Muslim dan Hindu. Kami ingin berbagi melalui apa yang Tuhan telah percayakan,” pungkas penulis buku “Takdir Manusia Bekerja Bukan Korupsi”. SM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *