News

Pesan Kotbah Pentahbisan GBI REM Daan Mogot, Pdt. Kiky Tjahjadi, M.Th: Gunakan Kesempatan Yang Tuhan Berikan!

Jakarta,Beritarem.com,- Dalam waktu sebulan, Ketua Badan Pekerja Daerah GBI DKI Jakarta, Pdt. Kiky Tjahjadi, M.Th telah dua kali mentahbiskan GBI Rahmat Emmanuel Ministries sekaligus Pdt. Paulus Supit sebagai gembala jemaat. Yang pertama adalah mentahbiskan GBI REM Hotel Ciputra Ruang Puri 5-6, Grogol Jakarta Barat dan Pdt. Paulus Supit sebagai gembala di kantor BPD DKI Jakarta (Minggu, 28/6/2020). Dan kedua kalinya adalah mentahbiskan GBI REM Daan Mogot & Pdt. Paulus Supit sebagai gembala di GBI REM Daan Mogot yang berlokasi di Jl. Daan Mogot No.119, RT.6/RW.5, Duri Kepa, Kec. Kb. Jeruk, Kota Jakarta Barat, (Minggu, 19/7/2020). Ibadah minggu sekaligus pentahbisan tersebut tampak dihadiri oleh sejumlah pucuk pimpinan GBI DKI Jakarta; diantaranya adalah: Pdt. Kiky Tjahjadi, M.Th (Ketua BPD GBI DKI Jakarta), Pdt. Maringan Tampubolon (Sekretaris BPD DKI Jakarta), Pdt. Agus Irawan, dan Pdt. Freddy Zakharia (Ketua Perwil GBI Jakarta Barat).

Ketua BPD GBI DKI Jakarta, Pdt. Kiky Tjahjadi mendoakan & Mentahbiskan Pdt. Paulus Supit & Ibu Maria Yani sebagai gembala-Ibu gembala (Minggu, 19 Juli 2020)

Pdt. Kiky Tjahjadi dalam kotbahnya berjudul “Menggunakan Kesempatan Hidup Yang Tuhan Berikan” mengutip ayat alkitab yang terambil dalam kitab Filipi 1:21-22. “Rasul Paulus mengingatkan kita, bahwa, kehidupan yang Allah berikan adalah sebuah kesempatan yang indah, dan bekerja memberikan buah bagi kerajaan Allah. Pertanyaan buat kita hari ini apakah kita sudah menggunakan kesempatan hidup yang Tuhan berikan ini untuk berkarya, bekerja bagi Tuhan?,” tukas Pdt. Kiky dalam kotbahnya.

Pdt. Kiky Tjahjadi saat menyampaikan firman Tuhan dalam momen pentahbisan GBI REM Daan Mogot

Menurut Pdt. Kiky, setidaknya ada 3 hal yang perlu diperhatikan mengenai kesempatan hidup yang Tuhan berikan bagi kita. Pertama, Manusia atau kita hidup dibatasi oleh waktu. Buktinya, dalam kitab Pengkotbah 3, mengatakan bahwa segala sesuatu di bumi ini ada waktunya, termasuk waktu untuk hidup dan waktu untuk mati. Kitab Mazmur 90 berkata, masa hidup kami 70 tahun, jika kami kuat 80 tahun. Bahkan kitab Yakobus mengatakan, hidup manusia itu seperti uap. Kalau kita menyadari hal itu, betapa berharganya sebuah kesempatan.

Kedua, Manusia harus menggunakan waktu atau kesempatan dengan baik ( Efesus 5: 15-17). Salah satu cara kita mengerti kehendak Tuhan adalah mempergunakan waktu kita yang ada dengan sebaik mungkin. Kata “waktu” itu menggunakan kata Kairos artinya kesempatan. Nah sisa hidup yang hari ini kita lakukan adalah kesempatan untuk berkarya bagi Tuhan. Bukan lamanya kita hidup, tetapi apa yang bisa kita isi selama kita hidup. Kita tidak tahu kapan kita dipanggil Tuhan. Kita mau isi hidup dengan bekarya kepada Tuhan dengan perkara-perkara kekal. Kita diberikan kesempatan oleh Tuhan.

Pdt. Maringan Tampubolon membacakan SK Pentahbisan

Ketiga, Manusia harus mempersiapkan diri kita menanti kedatangan Kristus yang kedua kali. Ibrani 10:37. Jangan sia-siakan waktu yang ada tinggal sedikit ini. Kita diingatkan agar jangan sia-siakan waktu yang ada. Saatnya kita serius kepada Tuhan. “Kita tidak pernah menyangka, ada orang kena covid-19. Kita juga tidak pernah menyangka bahwa covid-19 bisa menghantam seluruh dunia. Dampak yang paling mengerikan covid 19 ini adalah masuknya roh ketakutan. Kemana-kemana kita takut. Bahkan semua planing tahun 2020 semuanya berantakan,” pungkas Pdt. Kiky.

Baca juga: Pdt. Paulus T Supit Resmi Ditahbiskan Menjadi Gembala GBI REM, Pdt. Kiky Tjahjadi (Ketua BPD GBI DKI Jakarta): Jadilah Gembala Yang Baik Kepada Jemaat

Sebelum seremoni pentahbisan, Pdt. Maringan Tampubolon membacakan dua Surat Keputusan  BPD GBI DKI Jakarta. Pertama SK gereja lokal, dengan nomor 209/S-XVI/SK/BPD001/VII/2020 tentang pengesahan jemaat lokal GBI yang beralamat di Jalan Daan Mogot No 119 RT.6/RW.5, Duri Kepa, Kec. Kb. Jeruk, Kota Jakarta Barat. Kedua, SK penetapan gembala jemaat dengan nomor 210/S-XVI/SK/BPD001/VII/2020 tentang penetapan Pdt. Paulus T Supit sebagai gembala jemaat lokal GBI Jalan Daan Mogot No. 119 RT.6/RW.5, Duri Kepa, Kec. Kb. Jeruk, Kota Jakarta Barat. “Mungkin Bapak/Ibu bertanya-tanya kenapa setiap jemaat lokal mesti ditahbiskan. Karena tata gereja GBI mengaturnya seperti itu. Jadi setiap ada pembukaan jemaat lokal, harus diresmikan/atau ditahbiskan sebagai bagian dari GBI,” kata Pdt. Maringan. Setelah itu dilanjutkan dengan pentahbisan yang dipimpin langsung oleh Pdt. Kiky Tjahjadi mendoakan Pdt. Paulus Supit & Ibu Maria Yani sebagai Gembala-Ibu Gembala GBI REM Daan Mogot.

Pdt. Paulus Supit Memberikan persembahan sulung kepada BPD DKI Jakarta

Ketua Perwil GBI Jakarta Barat, Pdt. Freddy Zakharia, dalam sambutannya memuji keberadaan GBI REM Daan Mogot yang telah ditahbiskan. “Ini dahsyat. Kenapa saya bilang dahsyat? Karena kembali satu buah gereja ditahbiskan di Jakarta Barat, yaitu GBI REM Daan Mogot. Daan Mogot untuk kemuliaan nama Tuhan. Setidaknya ada 4 gereja GBI berdiri sepanjang jalan Daan Mogot. Jadi jemaat tinggal pilih mau makan apa. Pertama-tama saya mengucapkan selamat kepada Pak Paulus Supit dan Ibu yang telah diresmikan gerejanya dan telah ditahbiskan sebagai gembala & Ibu gembala. Bapak/Ibu, GBI REM ini termasuk sektor Kebun Jeruk, dan di Jakarta Barat ini ada 9 sektor sesuai namanya dan kecamatan,” papar Pdt. Freddy.

Sementara itu, Pdt. Paulus Supit dalam kata sambutannya mengucapkan terimakasih kepada pimpinan BPD GBI DKI Jakarta & Perwil GBI Jakarta Barat yang telah hadir dalam acara pentahbisan. “Pertama-tama saya mengucap syukur dan berterimakasih kepada Tuhan, bahwa hari ini telah dilantik. Pelantikan ini terjadi semua karena Tuhan yang teramat baik dalam kehidupan saya, keluarga dan pelayanan saya. Tentu saja, saya berterimakasih kepada Pak Kiky, Pak Maringan, Pak Agus, Pak Freddy dan Pak Aris yang mendukung surat rekomendasi untuk pentahbisan saat ini. Terimakasih juga kepada Pak Pengky Andu, Pak Yofi, dan seluruh pengerja yang telah hadir di tempat ini. Semua ini bisa terjadi, adalah karena Tuhan dan tim pelayanan pengerja yang luar biasa. Dan tentu saja juga saya berterimakasih kepada seluruh jemaat Tuhan yang turut hadir dan mendukung acara ini,” ujar Pdt. Paulus.

Lanjut Pdt. Paulus, di tengah pandemi corona ini kita patut bersyukur kepada Tuhan, jika masih diberikan kesehatan, masih bertahan dan masih bisa melayani Tuhan dengan tim yang luar biasa. “Terimakasih juga kepada teman-teman pengerja yang melayani khususnya di GBI REM Daan Mogot. Terimakasih juga kepada Pak Rudy sebagai gembala lokal, dan penasihat GBI REM, Pak Mardi. Dan secara khusus saya juga berterimakasih kepada Ibu Eva, sebagai pemilik tempat GBI REM ini bertahun-tahun secara gratis. Kiranya usahanya terus diberkati, pelayanannya diberkati dan rumahtangganya diberkati Tuhan. Karena toko bannya diberkati, sehingga Ibu Eva dan suami memiliki beban untuk pelayanan bagi kemuliaan nama Tuhan,” ungkap Pdt. Paulus Supit. SM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *