News Renungan

Ps.Paulus T Supit (Gembala GBI REM): Mempercayai Tuhan Itu Dimulai Dari Mengenal-Nya

Beritarem.com,-Percayalah kepada Tuhan! Mungkin kita sudah sering mendengar kalimat ini berkali-kali. Terutama saat sedang menghadapi tantangan, merasa ragu, ataupun dihadapkan pada situasi-situasi yang sulit dalam hidup. Tapi, meski mudah diucapkan, percaya sepenuhnya kepada Tuhan itu seringkali terasa sulit untuk dilakukan. Tuhan Yesus adalah pribadi yang sempurna dan mengetahui segalanya. Khususnya ketika kita menghadapi jalan hidup yang sulit, tapi ironisnya malah kita ragu untuk mempercayakan kehidupan kita seluruhnya pada Yesus.

Saudara yang dikasihi Tuhan. Ada 2 kebenaran sederhana yang bisa menolong untuk membangun kepercayaan kita kepada Tuhan. Pertama, Mempercayai Allah dimulai dari mengenal-Nya. Kita percaya dengan orang yang mengemudikan mobil yang kita tumpangi. Kita percaya bahwa mereka sanggup mengendalikan mobil dan kita tidak akan mengalami kecelakaan. Mengapa kita percaya kepada mereka? Karena kita kenal dan tahu kemampuannya untuk mengemudi.

Saudara, apakah yang menghalangi kita untuk percaya sepenuhnya kepada Tuhan? Mungkin satu kebenaran yang sulit untuk kita pahami adalah karena Tuhan mengizinkan hal-hal baik dan buruk terjadi dalam kehidupan kita (Ratapan 3:38). Tapi, jika kita mengenal-Nya lebih jauh, kita mampu melihat bahwa inilah sesungguhnya cara Tuhan bekerja, dan Dia tetap akan menyertai kita meski di saat-saat terburuk sekalipun. Contohnya adalah Ayub yang menderita luar biasa karena kemiskinan, sakit penyakit, dan kematian seluruh anggota keluarganya. Ayub bergumul untuk memahami Allah dan penderitaan yang dia alami, tapi Ayub tidak pernah berhenti untuk mempercayai Allah (Ayub 13:15). Dan, pada akhirnya, Ayub dilimpahi dengan berkat melebihi dari apa yang dia pernah bayangkan.

Kedua, Mempercayai Allah dimulai dari mengakui bahwa kita sesungguhnya tidak tahu apa-apa. Ketika kita sedang bepergian dari satu tempat ke tempat yang lain, kita mungkin tidak tahu jalan menuju ke sana. Tapi, kita dapat mempercayai supir dari mobil atau bus yang kita tumpangi untuk membawa kita tiba di tujuan dengan aman. Sama halnya, ada banyak yang mungkin tidak kita mengerti dalam perjalanan hidup kita. Kita mungkin tidak tahu bagaimana suatu hal terjadi, atau pilihan apa yang seharusnya kita ambil dalam situasi tersebut. Alkitab kembali memberikan contoh yang baik. Allah memerintahkan Yosua untuk mengelilingi tembok Yerikho yang kokoh beberapa kali supaya tembok itu runtuh (Yosua 6:1-10). Jika dipikir dengan logika, perintah Allah ini tentu tidak masuk akal sama sekali.

 Bahkan Salomo, yang dianggap sebagai orang yang paling bijaksana yang pernah ada, berkata: “Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu” (Amsal 3:5-6). Tuhan Yesus Memberkati!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *