News Renungan Testimoni

Rayakan HUT ke 56, Jhon SE Panggabean.,SH., MH Sangat Bersyukur Atas Kebaikan Tuhan

Jakarta, Beritarem.com,- Sebuah lagu berjudul “Kubersyukur Padamu Tuhan”, ini adalah karya dari seorang pengacara populer, Jhon SE Panggabean, SH, MH. Lirik lagu tersebut menggambarkan ungkapan hati yang sesungguhnya dialami oleh Jhon. Baginya, Tuhan itu sangat baik, karena masih memberikan napas kehidupan kepadanya dan setiap orang sampai hari ini. Ungkapan syukur Jhon ini bukanlah tanpa alasan. Ia punya pengalaman sakit kurang lebih 2 (dua) tahun (2017-2019) yang mengakibatkan berat badan berkurang secara drastis 32 kg dari gemuk sampai sempat berat badan tinggal 47 kg. Bahkan sempat dirawat inap (opname) di Rumah Sakit sebanyak 10 kali termasuk di RS Pantai Hospital Penang. 

Jhon SE Panggabean, SH, MH, bersyukur atas kebaikan Tuhan

“Jujur hanya karena kasih Tuhanlah saya sembuh secara mujizat dari 5 (lima) macam penyakit yang saya derita,” ungkap Jhon yang genap berusia 56 tahun Pada tanggal 13 September 2020 lalu.
Setelah disembuhkan Tuhan, Jhon merasa terbeban untuk selalu menceritakan pengalamannya bahwa Tuhan Yesus sangat amat baik dan semua FirmanNya adalah Ya & Amin.

Jhon mengisahkan, bahwa, selama 2 (dua) tahun, ia sangat terpuruk karena sakit. “Namun justru dibalik peristiwa itu, saya semakin merasakan kasih dan kebaikan Tuhan. Karena disaat saya sudah tidak ada lagi kekuatan baik dari segi fisik maupun dari finansia.l Namun di saat saya datang lagi kepada Tuhan dengan kerendahan hati mengakui semua dosa dan kesalahan serta tetap mengucap syukur, ternyata Tuhan tetap setia dan disitulah pertolongan Tuhan saya alami secara mujizat,” tukas Jhon.

Jhon Panggabean bersama keluarga. Ki-ka: Clara Panggabean (Putri kedua), Gracia Panggabean( putri ketiga), Jhon Panggabean, Hartaty Tiurma Pakpahan (istri) & Samuel Panggabean (putra Pertama)

Lanjut Jhon, menceritakan, disuatu pagi hari masih sakit dan dirawat dirumah, perasaan saya sudah aneh. Kemudian dirinya memanggil sang istri serta mengatakan, panggil istriku “Mama saya sudah tidak kuat lagi”, istriku memandang saya dan berkata: “jangan Pa, jangan membunuh kami” Mendengar ungkapan itu Jhon langsung terhentak. Ternyata maksud dari istrinya kata ‘membunuh’, itu adalah kalau saya terjadi apa-apa, mereka akan susah. Karena memang ketika itu ke 3 (tiga) anaknya masih di akhir-akhir perkuliahannya yang membutuhkan biaya banyak. “Saat itu saya katakan kepada istriku obat saya sudah habis dan uang kita sudah tidak ada lagi untuk membeli, kalaupun kita cari pinjaman lagi untuk beli obat nanti ginjal saya bisa juga menjadi rusak, karena sudah 2 tahun makan obat terus minimal 5 sampai 7 butir sekali minum dan 3 kali setiap hari. Akhirnya saya dan istri ketika itu sepakat agar kami menyerahkan diri dan berharap kepada Tuhan saja serta berdoa dan memohon kepada Tuhan agar diberikan kesembuhan,” tutur Jhon Panggabean.

Dalam kesehariannya Jhon dan keluarga sangat aktif membaca alkitab. “Hari itu kami membaca Firman Tuhan dalam Markus 11 ayat 24 yang berbunyi; ” Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya , maka hal itu akan diberikan kepadamu”. Kami imani firman itu dan saat itu kami teringat pengalaman saya pada tahun 1995 saya sudah pernah juga sakit dan disembuhkan Tuhan secara mujizat, dimana saat itu saya sakit dan setelah menyerahkan diri kepada Tuhan dimana saat menaikkan lagu puji-pujian dan berdoa, tiba-tiba saya rasakan dari ujung kepala seperti minyak mengalir sampai ke seluruh tubuhku dan saya sembuh total dan sejak saat itu tahun 1995 sampai 2016 (21 tahun) tidak pernah sakit atau minum obat lagi dan saat menerima kesembuhan. Saat itu saya berjanji akan menyerahkan hidup kepada Tuhan dan saya akan hidup sesuai firman Tuhan. Ya sekitar 8 (delapan) tahun saya setia sekalipun mengalami banyak pergumulan. Tapi janji tersebut belakangan saya ingkari karena saat sudah diberkati dan sudah sibuk dengan profesi dan organisasi ternyata tidak saya jalankan lagi secara utuh tadinya sudah pelayanan ternyata jadi jarang pelayanan. Bahkan pola hidup dan pola makan sudah tidak teratur lagi, sering begadang, sehingga pengalaman sakit yang lebih parah terulang lagi tahun sakit dari tahun 2017 sampai 2019,” tutur Jhon.

Ia kembali mengisahkan, saat mengalami sakit terakhir, Jhon memutuskan untuk berserah total kepada Tuhan. “Saya bersama istri mengimani bahwa doa kami dikabulkan Tuhan. Besoknya seperti biasa saya diantar ke kantor yang tidak begitu jauh dari rumah karena sejak setahun setelah sakit kantor sudah pindah dekat rumah. Saat itu saya sudah mulai bisa jalan pelan-pelan namun sudah tujuh bulan dilarang dokter kena sinar atau paparan matahari. Karena salah satu sakit penyakit saya autoimun. Siang itu sewaktu saya dikantor saya berdoa lagi kepada Tuhan “…kalau Tuhan berkenan tolong sembuhkan saya dan saat ini saya akan berjalan kaki ke rumah diatas terik matahari”. Sewaktu saya berjalan kena terik matahari saya imani bahwa Tuhan mendengar doa saya. Sewaktu sampai di depan pagar rumah, istriku serasa berteriak” Papa kok jalan dan kena matahari” saya jawab Tuhan Jesus telah menyembuhkan saya
sesuai Doa kita kemarin. Ternyata benar, Tuhan Yesus sungguh baik, karena mulai saat itu menjadi kenyataan saya sembuh dan mulai saat itu tidak berobat lagi, bahkan yang tadinya sudah tidak bisa apa-apa ternyata mulai saat itu dan beberapa lama kemudian saya sudah bisa kembali berolahraga,” kenangnya.

Sejak saat itulah, Jhon merasakan kebaikan Tuhan Luar biasa. “Puji Tuhan, saya mendapatkan kesembuhan dari Tuhan. Kemudian saya mulai aktif berkegiatan dan karena kasih Tuhan diundang bersaksi bahkan bawa Renungan Firman di beberapa gereja terutama sebelum terjadi wabah Virus Corona. Yang saya syukuri lagi pada saat disembuhkan ketiga anak saya Samuel Panggabean, Clara Panggabean serta Gracia Panggabean tamat kuliah dan saat ini ketiganya sudah bekerja Samuel Panggabean menjadi Pendeta, Clara Panggabean dan Gracia Panggabean jadi calon Advokat. Kami juga sangat bersyukur karena walaupun beberapa bulan setelah sembuh dan baru aktif berkegiatan menangani perkara sebagai Advokat ternyata terjadi wabah Virus Corona di Indonesia. Karena kantor saya setelah pindah dekat rumah, maka kami tetap masuk kantor dan selalu kebaktian dikantor dan minta agar Tuhan memberi kesibukan kerja. Puji Tuhan klienku yang lama dan yang baru mulai berdatangan lagi ke saya dan saya serasa dipulihkan Tuhan, bukan hanya kesehatan fisik dipulihkan tetapi dari segi berkat jasmani tetutama rohani,” tandas Jhon.

Menurut Jhon, belajar dari pengalamannya, kalau kita datang dan melekat kepada Tuhan serta mengimani atau percaya doa kita pasti dikabulkan. “Maka hal itu menjadi kenyataan dan berkat-berkatNya akan dicurahkan,” papar Ketua DPC Peradi SAI Jakarta Timur dan ketua Umum Panggabean Sejabodetabek ini.

“Lagu “ Kubersyukur dan berterimakasih PadaMu Tuhan atas hidup yang Engkau berikan hingga hari ini, ku tak akan bimbang lagi, kutak akan ragu lagi karena Engkau selalu menuntunku disetiap langkah hidupku”, lagu yang baru saya diciptakan dan nyanyikan tersebut dapat didengar di youtube chanel Jhon SE Panggabean sebagai ungkapan syukur saya. Kiranya Tuhan Jesus menyertai dan memberkati kita. Amin.,” pungkasnya. SM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *