Event News Selebritas Testimoni

SANG MAESTRO SAXOPHONE & PENCIPTA LAGU ‘INDAH RENCANAMU’ ITU TELAH TIADA

Jakarta,Beritarem.com,- Dua lagu rohani yang berjudul ‘Indah rencanaMu’ & ‘El-Shaddai’ ini pasti sudah tidak asing lagi di kalangan umat Kristiani di penjuru tanah air. Tahukah anda bahwa lagu tersebut diciptakan oleh seorang hamba Tuhan yang dikenal sangat piawai memainkan alat musik Saxophone. Dia adalah Pdt. Johanes Edward Awondatu (J.E Awondatu), yang telah pulang ke rumah Bapa di Sorga ada hari Rabu, 29 April 2020 Pkl. 13.22 Wib di Rumah Sakit Hafidz- Cianjur, Jawa Barat. Sontak kabar duka ini mengejutkan para hamba Tuhan, handaitaulan, jemaat serta seluruh keluarga besar Sinode Gereja Pantekosta di Indonesia. Almarhum disemayamkan di Rumah Duka di kompleks Yayasan Kabar Baik selama 4 hari dan dimakamkan pada hari Sabtu, 2 Mei 2020. Mengingat acara duka tersebut terjadi pada masa pandemi corona, para pelayat yang hadir untuk memberikan penghormatan terakhir tetap mentaati anjuran pemerintah dan protokol kesehatan dengan memakai masker serta menjaga jarak (social distancing).   

  

Pria kelahiran 28 Agustus 1948 menikah dengan Melanie Handayani dan dikaruniai 2 anak, Helda Awondatu dan Revi Awondatu. Pdt. JE Awondatu adalah gembala Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Cianjur sekaligus menjabat sebagai Ketua Majelis Daerah (MD) GPdI Jawa Barat. Semasa hidupnya, Ia dikenal sebagai pribadi yang baik, rendah hati, berkharisma, disiplin, berintegritas, bertalenta serta bijaksana dalam mengambil setiap keputusan. Om Yoyo, demikian ia kerap dipanggil, juga mendirikan Sekolah Alkitab Cianjur (SAC) & STT GPdI Cianjur, yang terletak di kompleks Yayasan Kabar Baik, Jalan Raya Gede, Pamoyanan, Cianjur- Jawa Barat.

Selain lagu ‘Indah RencanaMu dan El-shaddai’, Pdt. JE Awondatu juga menciptakan belasan lagu yang sangat hits yang terangkum dalam album indah “15 Golden Songs”. Deretan lagu ini juga banyak dinyanyikan oleh jemaat dari berbagai denominasi gereja, yakni: Kau Rangkai Air Mataku, Menikmati Tuhan, Tuhan Yesus Setia, Janganlah Kau Takut, Betapa Hebat Kuasa Tuhan, Bagaikan Rajawali, Berjalan Bersama Dia, Tuhan Yesus Baik, Lebih Dari Pemenang, Bagai Sinar Matahari, Mari Memuji, Datanglah Ya Tuhanku, Jangan Ganggu Aku, Tuhanlah Gembalaku, dan Permata Bagi Tuhan.

Gembala Sidang GBI REM, Pdt. Paulus Supit saat melayat di Rumah Duka, Cianjur (Kamis, 30/4)

 Mendengar kabar duka tersebut, Gembala Sidang GBI REM, Pdt. Paulus T Supit juga menyampaikan turut bersimpati sedalam-dalamnya atas berpulangnya Pdt. JE Awondatu ke rumah Bapa di Sorga. Di mata Pdt. Paulus Supit, Almarhum Pdt. JE Awondatu adalah mentor, guru sekaligus orangtua rohaninya yang sangat berkarisma dan berintegritas dalam melayani Tuhan. Ketika melayat ke Rumah Duka, Pdt. Paulus yang juga pernah studi di Sekolah Alkitab Cianjur (SAC), berjumpa dengan rekan-rekan hamba Tuhan yang melayani kantor sekretariat penggembalaan Pdt. JE Awondatu. Dalam perjumpaan itulah, rekan-rekan hamba Tuhan yang tahu persis menyaksikan detik-detik Pdt. JE Awondatu sebelum dipanggil Tuhan. “Ada kisah yang luar biasa sebelum Alm Pdt. Awondatu dipanggil Tuhan. Beliau sepertinya memiliki firasat bahwa Tuhan akan memanggilnya lebih cepat. Pada Hari Rabu, 29 April siang, beliau meminta dan mengajak seluruh staf kantor sekretariat untuk berkumpul, berdoa dan makan siang bersama. Dan beliau tiba-tiba minta didoakan. Setelah berdoa, beliau pamit ke toilet untuk buang air kecil. Ketika berada di toilet, beliau terjatuh dan tak sadarkan diri. Seluruh karyawan sekretariat panik dan bergegas membawanya ke RS Hafidz Cianjur. Namun sesampainya di RS, Tuhan berkehendak lain, memanggilnya lebih cepat,” tutur Pdt. Paulus Supit sembari menambahkan, bahwa para hamba Tuhan maupun jemaat dari berbagai daerah di Indonesia juga banyak yang datang langsung ke Cianjur untuk memberikan penghormatan terakhir.

Pdt. Paulus berpose bersama keluarga Alm. Pdt.Awondatu

Sementara itu, salah satu pengacara senior, Jhon Panggabean, SH, MH juga menyampaikan kata-kata penghiburan melalui Whatsapp grup tokoh-tokoh Kristiani. “Kiranya Tuhan Yesus memberi penghiburan & kekuatan kepada keluarga yang ditinggalkan. Saya teringat kebaikan Almarhum pada saat baru kenal. Karena lagu ciptaannya yang berjudul “Indah RencanaMu” sering saya dengar sewaktu menderita sakit panjang itu sangat memberkati. Kemudian ketika saya mulai sehat, saya berniat mencari pak Pendeta ini. Sewaktu ketemu saya kasih tahu, bahwa saya sangat diberkati oleh lagu pak Pendeta dan saya ingin menyanyikannya. Responsnya almarhum langsung setuju kemudian saya kasih surat persetujuan penciptaan untuk ditandatangani. Saya sempat akan memberikan sedikit uang sebagai izin hak cipta. Tetapi saat itu beliau bilang tidak usah dibayar. Kata Almarhum, beliau senang apabila lagu tersebut didengar banyak orang dan meminta agar nama penciptanya dicantumkan,” kenang Jhon Panggabean.

Revi Awondatu (Putra bungsu) dan Herda Awondatu (Putri Sulung) menyampaikan terimakasih atas dukungan moril dan materiil.

Mewakili keluarga besar yang berduka, Helda Awondatu & Revi Awondatu mengucapkan terimakasih kepada segenap hamba Tuhan, jemaat, rekan sepelayanan maupun masyarakat luas yang telah hadir di Rumah Duka maupun yang telah mengirimkan ucapan duka melalui jejaring media sosial. “Atas nama keluarga Almarhum Pdt. JE Awondatu kami mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya atas dukungan moril atau materiil yang telah diberikan kepada kami, baik melalui SMS, Whatspp, sosial media maupun hadir secara langsung di Rumah Duka beberapa waktu lalu. Kami tidak dapat membalas kebaikan Bapak/Ibu/Sdr/Sdri sekalian. Kami tidak bisa membalas semua bantuan yang telah diberikan, selain doa yang kami panjatkan kepada Tuhan Yesus Kristus. Biarlah Tuhan sang pencipta, yang memiliki hidup kita sekalian boleh memberkati Bapak/Ibu/Sdr/Sdri sekalian berlipat kali ganda. Sehingga kemuliaan Tuhan boleh nyata dalam hidup kami dan hidup saudara sekalian. Tuhan Memberkati kita sekalian. Selamat Jalan Pahlawan Iman! Rest In Peace. SM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *