Nasional News

Selamat Jalan Pdt. Dr.Jacob Nahuway, Anak Desa Yang Jadi Pendeta Legendaris Indonesia!

Jakarta,Beritarem.com,- Umat Kristiani di Indonesia sangat kehilangan seorang tokoh Kristiani, gembala, pengajar, serta penginjil, yaitu Pdt. Dr. Jacob Nahuway, MA ke rumah Bapa di Sorga (Selasa, 2 Februari 2021). Berbagai ucapan duka pun tampak menghiasi jejaring media sosial seperti; facebook, Instagram maupun whatsapp.

   Ucapan duka yang terekam di jejaring Whatspp Grup Link Perwamki, Salmon Siagian, mengucapkan turut “bela sungkawa atas dipanggilnya Bapak Pdt. Dr. Yakob Nahuway, M.Th ke rumah Bapa di Surga. Kiranya Tuhan Yesus Kristus memberi kekuatan, kesabaran, keteguhan dan penghiburan buat keluarga yang ditinggalkan termasuk seluruh Gembala, jemaat GBI Mawar Saron. Amin. Selamat jalan, kembali ke Pangkuan Bapa di Surga…Om Yakob Nahuway hamba yang setia”.

 Pengurus Lembaga Alkitab Indonesia (LAI), Sigit Triyono juga turut menyampaikan turut berduka. “Atas nama Keluarga Besar Lembaga Alkitab Indonesia saya  Sigit Triyono Sekum LAI menyampaikan turut berduka dan berdoa atas wafatnya Bapak Pendeta Yacob Nahuway. RIP Pak Yacob. Kiranya Tuhan menguatkan dan memberikan penghiburan sejati bagi seluruh keluarga dan jemaat yang ditinggalkan”.

Pdt. Dr. Jacob Nahuway ketika mengajar Sekolah Minggu (foto: tahun 1980)

Salah satu Pengurus Pusat Persekutuan Gereja & Lembaga Injili Indonesia (PP PGLII), Deddy Madong,SH juga menyampaikan ucapan duka. “Kami atas nama Segenap Pengurus Pusat, Pengurus Wilayah,Pengurus Daerah,Anggota PGLII, mengucapkan: Turut berdukacita yang mendalam atas berpulangnya Almarhum Pdt DR. Jacob Nahuway,MA. Almarhum adalah hamba Tuhan senior, tokoh Kristen panutan, motivator iman dan teladan yg baik bagi kita semua dlm dunia kekristenan, beliau sudah mencapai garis finish dan menyelesaikan tugasnya dengan luar biasa penuh kemenangan dalam Yesus. Semoga keluarga dan jemaat yang ditinggalkan mendapatkan kesabaran, penghiburan dan kekuatan dari Roh Kudus,Amin.

Sementara itu, Rektor STT Apostolos & Gembala Kemah Abraham, Pdt. Yusuf Roni, juga memiliki kenangan indah saat pelayanan bersama almarhum Pdt. Jacob Nahuway. “Adonay nathan we Adonay laqakh, Selamat jalan sobat, kenangan pelayanan bersamamu selalu indah. Sejak tahun 1980, waktu saya baru bebas dari penjara mendapat tumpangan tempat tinggal di Seminari Bethel Petamburan, bersama Pdt J. Mesakh, Pdt Benny Gerungan.(PPIO). Sering saya diundang ketika Pa Yakub mulai merintis pelayanan GBI Mawar Sharon di Kwitang, pindah Raden Saleh, sempat di Berland Salemba sampai pindah ke Kelapa Gading. Kita bertiga mendirikan BUMI (Badan Utusan Misi Indonesia) bersama Yeremia Riem. Pernah diundang pelayanan bareng di Bethany Nginden (SPGI) bahkan diundang bersama KKR di Gereja Presbyterian Ranwick Sydney. Pribadimu hangat penuh humoris dan selalu menghormati teman, jadi ingat kalau ketemu di airport, engkau selalu menyapa aku; anakku apa kabar?, karena Jusuf adalah anak Yakub. (Padahal saya lebih tua setahun). Sekali lagi Selamat jalan sobat, keluarga dan jemaat diberikan kekuatan dan penghiburan. Rupanya antrian ke pintu sorga makin dekat,” ujar Pdt.Yusuf Roni yang dituliskan melalui jejaring FB pribadinya.

Kisah Perjalanan Hidup Jacob Nahuway: Anak Desa Yang Jadi Pendeta!

Seperti dikutip dari buku kisah perjalanan Pdt. Jacob Nahuway (Anak Desa Jadi Pendeta), bahwa Pendeta Jacob Nahuway (74 tahun) adalah anak kelima dari enam bersaudara yang dilahirkan tanggal 25 Februari 1947 di Titawai, Ambon. Beliau merupakan anak dari pasangan Lodewyk Nahuway dan Carolina Selanno. Jacob pernah tinggal kelas di SD tetapi kemudian juara kelas di SMP. Dia juga pernah hampir tenggelam terbawa arus sungai tetapi selamat. Beliau pindah ke Jakarta untuk melanjutkan sekolah di tingkat SMA. Dia masuk SMA 2 PSKD akan tetapi hanya di kelas 1, lalu pindah ke SMA 1 PSKD di kelas 2. Karena krisis ekonomi akibat PKI, keluarga Jacob tidak bisa membayar uang sekolah lalu pindah ke SMA Negeri VII Jakarta Pusat.

Pdt. Dr. Jacob Nahuway ketika mengajar Sekolah Minggu (foto: tahun 1980)

Jacob mulai merasakan panggilan Tuhan ketika berusia 14 tahun. Saat itu  temannya meminta dia membaca ayat Alkitab dari Roma 10: 9-15. Setelah membaca ayat tersebut, Jacob mengalami pergumulan yang sangat hebat dalam dirinya. Dia berusaha untuk melupakannya akan tetapi perasaan yang timbul dari dalam hatinya semakin berkecamuk. Ia selalu teringat ayat ke- 14 yang menyatakan, “Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya?”. Jacob kecil gelisah dan jiwanya seakan terbakar untuk memberitakan Firman Tuhan. Malam itu juga Jacob mengambil keputusan: “Ya, akulah orangnya yang akan memberitakan tentang Dia.”

Akhirnya dia memutuskan untuk sekolah teologi di Seminari Bethel Indonesia. Jacob juga menyelesaikan S2 di Korea Selatan. Februari 1979, Jacob menjadi Gembala Sidang GBI Jalan Kwitang dengan jemaat mula-mula hanya 27 orang dewasa dan beberapa puluh anak sekolah minggu.

Sejalan dengan waktu jumlah jemaat berkembang menjadi ribuan orang dan akhirnya ibadah pindah ke Gedung Balperum Jalan Raden Saleh No. 28 Jakarta Pusat. Ibadah sering berpindah-pindah karena ada masalah dengan pihak gedung.

Tahun 1993, Jacob Nahuway memutuskan untuk membeli tanah di Kelapa Gading dan membangun gereja. Selain Gembala Sidang GBI Mawar Saron, Jacob Nahuway juga adalah Dosen Lembaga Pendidikan Bethel Indonesia, Anggota Badan Pertumbuhan Gereja Sedunia, Anggota Badan Karismatik se-Asia, Ketua Badan Misi Dunia Ketiga untuk Asia, dan Sekretaris Umum Badan Misi Asia.

Pendeta Jacob Nahuway mempunyai seorang isteri yang bernama Rina Nahuway dan memiliki tiga orang anak.

Perjalanan Pelayanan Pdt. Jacob Nahuway

Pendeta Jacob Nahuway adalah pendiri dan juga Pastor Senior Gereja Bethel Indonesia Mawar Saron dengan ± 10.000 anggota gereja dengan lebih dari lima belas cabang gereja di seluruh Indonesia dan satu cabang di Belanda. Jacob Nahuway menerima gelar Sarjana Teologi dari Seminari Bethel (sekarang Institut Teologia dan Keguruan Indonesia) dan Sekolah Teologi Jakarta (Sekolah Tinggi Teologi Jakarta).

Ia mendapatkan beasiswa untuk mendapatkan gelar Master of Arts dalam Pertumbuhan Gereja dari Seoul, Korea Selatan. Dia juga menerima gelar Doktor Honoris Causa dari Biola University di Los Angeles, California, Amerika Serikat.

Sejak awal 1980-an, pdt Jacob Nahuway telah dikenal sebagai salah satu pengkhotbah unggul di Indonesia. Ia telah melakukan pertemuan kebangkitan di banyak lapangan sepak bola di seluruh Indonesia sejak awal 1980-an.

Jacob Nahuway telah berkelana di seluruh Indonesia untuk memberitakan Injil tanpa ragu-ragu. Ia sangat terkenal karena kerendahan hati dan pelayanannya telah menjadi inspirasi bagi para pendeta di Indonesia dan seluruh dunia. Selain khotbah, Hamba Tuhan Jacob Nahuway juga seorang guru di Pertumbuhan Gereja besar di Seminari Bethel. Dia juga berbicara dalam seminar di seluruh Indonesia dan dunia. Dengan Pdt. AH Mandey, Jacob Nahuway membuat gerakan di gereja-gereja Pantekosta di Indonesia sejak tahun 2006. Selamat Jalan Pdt. Jacob Nahuway! SM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *