Event News

Seminar HIM, Ps Pengky Andu: Ingin Sukses? Harus Berani Mendisrupsi Diri Sendiri

Jakarta,Beritarem.com,-Manusia itu memiliki 3 peran. Pertama: Human Being (diciptakan Tuhan sebagai manusia). Kedua, Human Doing (sebagai manusia harus bekerja dan melakukan sesuatu). Ketiga, Human Having (sebagai manusia harus berbagi). “Apa yang harus kita lakukan sebagai manusia di dalam posisi sebagai ciptaan Tuhan?. Sebagai manusia kita harus memiliki keseimbangan antara stabilitas dan kemampuan untuk berubah. Sebagai manusia yang bekerja,dibutuhkan antara eksploitasi dan eksplorasi. Maksudnya, kemampuan kita harus diberdayakan atau dieksploitasi, serta kita juga mesti mengeksplor dan mencari pengalaman baru. Kalau bagi saya, makin tua harus makin produktif, dan harus makin punya duit. Nah, setelah kita menjadi human being dan human doing, kita harus melakukan human having atau berbagi kepada sesama. Kita tidak boleh hanya ingin memiliki saja, tetapi tidak mau berbagi,” tukas Ps Pengky ketika menyampaikan materi dalam seminar House Of Inspiration And Motivation (HIM), Minggu, 5/12/21) .

Lanjut Pengky, dunia sekarang ini bicara speed atau kecepatan perubahan teknologi. Pertama, Speed Learning. Artinya kita tidak boleh ketinggalan dalam belajar. Karena, saat ini learning kita sudah memasuki revolusi industri 5.1. Kedua, adalah Speed Trying, kecepatan untuk melakukan dan mencoba. Dan ketiga, Speed Implementation,- kecepatan menggambarkan apa yang menjadi rencana. “Zaman sekarang ini kita harus bergerak cepat, tidak boleh malas,” tandas Pengky.

  Menurut Pengky saat ini ada beberapa sebutan generasi berdasarkan tahun lahirnya dan menempati tingkatan dalam dunia kerja. Yakni, generasi Baby Boomer yang lahir pada tahun 1945 saat ini tinggal 6 % menempati di dunia kerja. Generasi yang lahir pada tahun 1980-an disebut generasi Y, sekarang menempati tingkat teratas dalam dunia kerja 62 %. Sedangkan generasi milenial lahir tahun 1990 menempati posisi di dunia kerja 32 %. “Jika kita tidak kreatif dan memiliki skill mumpuni, maka bisa dipastikan akan digeser. Anak muda, khususnya generasi milenial saat ini harus berani bersaing,” papar Pengky.

Apa yang harus kita lakukan saat ini di tengah persaingan global? Ungkap Pengky, saat ini kita mengenal tentang Disrupsi. Pengertian disrupsi adalah sebuah era di mana terjadinya inovasi dan perubahan secara besar-besaran dan secara fundamental mengubah semua sisitem, tatanan dan landscape yang ada ke cara-cara baru. “Singapura saat ini mendisrupsi negaranya sendiri. Begitu pula Indonesia di era Presiden Jokowi juga melakukan disrupsi. Banyak sekali perubahan dan kegoncangan teknologi yang terjadi. Mulai saat ini saya berharap anak-anak muda milenial, mulai mikirin bagaimana mencari uang. Ini adalah bagian dari disrupsi diri sendiri. Jika ada yang tidak menguntungkan dalam hidup kita, maka harus berani melakukan disrupsi. Kita harus berani menggunting kebiasaan jelek dan melakukan perubahan hidup yang lebih baik,” urai Pengky.

Pengky juga menjelaskan secara gamblang mengenai kecepatan perubahan teknologi dan revolusi industri yang diawali pertama kali manusia diciptakan; berburu dan mengumpulkan, 2000 tahun kemudian muncul industri 0.0 (bertani). Selanjutnya revolusi industri 1.0 dibutuhkan 100 tahun lebih. “Kurang dari 50 tahun terjadi revolusi industri 2.0 (pengetahuan dan informasi). Kurang dari 25 tahun muncul revolusi industri 3.0 (komputer dan internet). Setelah itu kurang dari 5 tahun saat ini kita berada di era 4.0 (paska PC, Mobile, Digital). Nah sebentar lagi kita akan masuk ke 5.0 (rekombinasi Human-Machine),” ulas Pengky.

Ps Pengky Andu ketika menjadi pembicara pembuka dalam seminar HIM

Dalam sesi selanjutnya, Pengky juga mengupas sistem Vuca yang saat ini sangat tepat diterapkan di era kecanggihan teknologi. VUCA adalah Violatility (Vision), Uncertainity (Understanding), Complexity (Clarity), dan Ambiguity (Agility). “Istilah VUCA ini mulai digunakan oleh militer Amerika Serikat di akhir tahun 1990-an, pasca-era Perang Dingin. Ini mencerminkan dunia yang serba cepat, semakin tidak stabil dan cepat berubah. Dan ini saat ini kita harus berani menghadapi kondisi yang serba cepat ini,” tutur Pengky.   SM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *