Nasional News

Taati Himbauan Pemerintah Untuk Memutus Mata Rantai Penyebaran Covid19, GBI REM Gelar Ibadah Berbasis Digital (Online)

Gembala GBI REM, Pdt. Paulus T Supit saat pengambilan gambar (video) kotbah

Jakarta, Beritarem.com,- Jumlah Pasien yang terkena penyakit Virus Corona yang kini dikenal dengan sebutan Corona Virus Disease (Covid-19) di Indonesia, kini terus bertambah. Sampai berita diturunkan, pasien yang positif terkena covid berjumlah 1046 orang, 87 orang meninggal dan 46 orang yang dinyatakan sembuh. Jumlah tersebut, belum termasuk beberapa kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dengan Pengawasan (PDP) dan Suspek yang kini makin meluas di 17 provinsi. Dampak dari hantaman Covid ini,  nilai tukar US Dollar kepada rupiah sempat menembus angka Rp. 16.000.

Menyoroti kondisi tersebut, masyarakat Indonesia, khususnya Jakarta publik kian kuatir dan panik. Sehingga pemerintah menghimbau kepada masyarakat agar pimpinan umat lintas agama dapat menggelar ibadah di rumah masing-masing. Himbauan ini pun disambut baik oleh pimpinan sinode, gereja, maupun gereja lokal dari berbagai interdenominasi untuk meniadakan ibadah.

Lewat peristiwa Pandemi Covid-19 di Indonesia, sebagian gereja menggelar Ibadah berbasis digital (online); baik secara live streaming, broadcast rekaman khotbah (audio, video), ibadah online via situs Instagram, Facebook maupun jejaring media sosial yang lain.

Gembala Sidang Gereja Bethel Indonesia Rahmat Emmanuel Ministries (GBI REM), Pdt. Paulus T Supit, mengungkapkan, GBI REM tunduk kepada himbauan pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona yang belakangan ini telah menelan banyak korban. Untuk sementara waktu, ibadah yang semula dilakukan pada hari minggu tanggal 22 dan 29 Maret ditiadakan. “Jemaat Tuhan jangan kuatir, kami tetap memberikan pelayanan yang terbaik, yaitu ibadah melalui online. Jemaat bisa menikmati pujian, penyembahan serta kotbah hamba Tuhan yang dapat diakses melalui jejaring media sosial (Instagram maupun Youtube GBI REM Ciputra). Ibadah ini dapat diakses mulai hari minggu 22 Maret Pkl.07.00 Wib. Dan selanjutnya, Minggu, 29 Maret, jemaat juga dapat menikmati ibadah secara online. Mari kita sama-sama berdoa, agar virus Corona yang menerpa Indonesia dan dunia ini segera berakhir,” tutur Pdt. Paulus. SM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *