Nasional News

Talkshow “Young On The Top” : Wow! Dua Pilot Cantik Berpenghasilan 5 Motor Per Bulan

Jakarta,Beritarem.com,- Cantik, cerdas, masih muda dan berpenghasilan tinggi. Demikian kalimat yang tepat disematkan kepada dua perempuan muda bernama Marsya Raihan Arsyahadi dan  Vinesya Rofinaldi yang berprofesi sebagai pilot. Padahal, pada umumnya, profesi sebagai Pilot paling banyak didambakan oleh kaum Pria. Meski penuh risiko, tetapi karena pendapatannya tinggi, bisa menjelajah berbagai kota maupun negara, berwisata secara gratis, dan bisa berjumpa dengan banyak orang, menjadikan profesi pilot sebuah impian yang menggiurkan.

Vinesya: Dari Pramugari Menjadi Pilot

Kisah Vinesya & Marsya yang memilih berprofesi sebagai Pilot perempuan ini ternyata menjadikan motivasi dan inspirasi bagi kalangan anak-anak muda zaman now. “Setelah lulus SMA, saya sempat kuliah di fakultas ilmu komunikasi. Tetapi ternyata saya tidak suka duduk di kelas, diam dengerin dosen ngomong. Baru 4 semester, kemudian memutuskan berhenti. Kemudian saya tanya sama orang tua, dan disarankan untuk bekerja,” tutur Vinesya ketika menjadi narasumber dalam acara talkshow dengan tema “Young On The Top” di GBI REM Hotel Ciputra Lantai Dasar ruang Puri 5-6, Grogol, Jakarta Barat (Minggu, 9/8/2020).

Setelah berhenti kuliah, pada waktu itu Vinesya belum terpikir untuk sekolah penerbangan & menjadi seorang Pilot. Karena saat itu merasa belum mampu secara lahir batin. “Saat itu juga jarang sekali perempuan yang jadi pilot. Saya merasa apa bisa ya? Karena pilot itu kan dunia laki-laki banget. Akhirnya saya memutuskan untuk menjadi pramugari selama dua tahun. Suatu ketika, saya berada di sebuah titik keinginan, yaitu ingin sesuatu yang lebih tinggi. Tidak mau hanya menjadi pramugari saja. Karena ingin sesuatu yang lebih, ternyata saya sangat yakin, bahwa bisa menjadi Pilot. Nah selama dua tahun menjadi pramugari, akhirnya saya mulai berteman dengan Pilot dan ternyata bisa dilakukan. Saat itulah saya konsultasi lagi sama orang tua, boleh gak kalau berubah profesi menjadi Pilot. Kemudian karena orangtua mendukung dan dikenalin sama Om Tjandra, dan semuanya berjalan mulus. Dan ternyata, saya baru tahu rupanya orangtua saya dari dulu ingin anaknya menjadi Pilot,” tutur Vinesya yang suaminya juga seorang Pilot senior.

Ki-ka: Vinesya & Marsya ketika menjadi nara sumber dalam Talkshow “Young On The Top”

Perjumpaan dengan Tjandra Widjaja (Pengelola Sekolah Penerbang Global Aviation) itulah mendorong Vinesya semakin mantap untuk masuk sekolah penerbangan dan akhirnya dinyatakan lulus menjadi seorang Pilot. Namun Vinesya mengakui, bahwa semua yang diraihnya itu merupakan doa dari orang tuanya. “Bagi saya, apa yang saya raih saat ini hingga menjadi seorang Pilot adalah berkat orang tua. Karena orang tua itu perpanjangan Tuhan. Kalau orang tua sudah bilang iya, semua pasti lancar,nyaris tidak ada hambatan. Walaupun ada kerikil atau tantangan, semua bisa dilewati,”papar Vinesya yang telah menggeluti profesi Pilot selama 3 tahun.

Baca Juga: Talkshow “Young On The Top”, Yen Yen (Pengusaha): Mencapai Sukses Dibutuhkan Keyakinan Yang Kuat!

Meski telah menjadi seorang Ibu dan istri, Vinesya menceritakan banyak sekali suka duka selama menjadi seorang Pilot. “Sukanya, ya saya suka traveling dan liburan. Kayaknya kalau kita gak terbang, kita gak bakalan ke sana. Kebetulan saya kerjanya di pesawat perintis ke daerah yang kecil-kecil, seperti Labuan Bajo, Atambua dan sebagainya di kawasan NTT. Jadi, mungkin kalau profesinya bukan Pilot tidak akan sampai ke sana, dan bisa dipastikan yang dekat saja. Pemandangan alam dari atas itu bagus banget, dan tidak semua orang punya kesempatan untuk bisa melihat itu terus-terusan. Nah sekarang dukanya, kebetulan saya sudah menikah. Awalnya, waktu nikah cuma berdua doang, ya paling kangen sama suami aja. Tetapi begitu saya punya anak, menjadi sering kangen sama anak sendiri. Kalau suami base kerjanya di Jakarta, sementara saya di Kupang. Kadangkala terpaksa saya bawa anak ke Kupang dan jauh dari suami. Ketika menjadi pilot yang lebih banyak laki-laki, itu menjadi tantangan sendiri, walaupun ada kesetaraan jender,” papar perempuan muda yang bekerja sebagai Pilot di Maskapai Trans Nusa.

 

Marsya: Penyuka Musik Yang Kini Menjadi Pilot. Sebelum menjadi Pilot, Marsya mengakui bahwa dirinya sangat menyukai dunia musik dan traveling. Bahkan saking gandrungnya dengan dunia musik dan traveling, Marsya menyisihkan uangnya untuk memenuhi hobbynya dan rela tidak membeli baju baru. Namun selepas SMA, Marsya sempat bimbang dan diperhadapkan dengan dua pilihan, mau sekolah Pilot atau Sekolah Musik. “Sebenarnya passion saya di dunia musik. Waktu itu sempat bimbang, mau lanjutin sekolah Pilot atau musik. Nah, karena orang tua mendorong untuk sekolah Pilot. Dengan alasan sekolahnya lebih cepat dan bisa langsung kerja. Akhirnya saya pun ikuti sarannya orang tua dan mengesampingkan passion musik,” tutur gadis penyuka musik Cello dan Piano ini bersemangat.

Keputusan Marsya untuk melanjutkan sekolah Pilot rupanya disambut gembira dan didukung penuh oleh orangtuanya. “Saat itu saya lanjutkan sekolah Pilot dan lulus selama 13 bulan. Karena sekolah pilot, itu semakin cepat kita bisa mengajar ya semakin cepat lulus. Sebaliknya, semakin menunda-nunda, ya semakin lama lulusnya,” ujar Gadis berusia 25 tahun yang kini bekerja sebagai Pilot di Maskapai Air Asia Indonesia. Kalau boleh tahu gajinya Pilot berapa sebulan? “Ya kurang lebih 5 motor,” tandas Marsya disambut tawa para hadirin.

Bagi Marsya, menjadi seorang Pilot itu lebih banyak sukanya dibandingkan dengan dukanya. “Ya karena saya masih single, mungkin dukanya belum terlalu berefek. Yang jelas, sukanya itu banyak. Karena saya suka sekali traveling, banyak sekali benefitnya. Kebetulan cuti di pekerjaan saya itu jatahnya 28 hari dan lumayan bisa traveling. Karena saya dapat jatah tiket yang unlimited dan bisa terbang dengan tiket yang sangat rendah. Jika dibandingkan dengan harga tiket bus jauh lebih murah. Menjadi Pilot itu bebannya sangat tinggi dan jam kerjanya, beda sekali dengan profesi lain. Meskipun kerjanya berat tapi enaknya adalah setelah selesai kerja tidak ada beban yang dibawa. Kalau dukanya, mungkin pas hari raya tidak bisa libur. Justru kadang kala kalau orang musim liburan, justru saya tidak bisa,” urai Marsya.

  Berbicara mengenai jodoh, Apakah Marsya mendambakan seseorang yang satu profesi Pilot? “Bagi saya jodoh itu ada di tangan Tuhan. Tetapi semua karena pengaruh lingkungan Pilot, memang lebih mengarah ke sana. Dan di dunia Pilot itu ceweknya sedikit sekali dan lebih banyak laki-laki. Karena kalau nantinya tidak mendapatkan jodoh sesama Pilot, ya takutnya tidak mau mengerti profesi saya…hahaha,” pungkasnya. Stevano Margianto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *