Nasional News

UNTUK MEMUTUS MATA RANTAI PENYEBARAN COVID19, PEMPROV DKI JAKARTA BERSAMA TOKOH LINTAS AGAMA SEPAKATI PELAKSANAAN IBADAH DILAKUKAN DI RUMAH SELAMA 2 MINGGU

Pertemuan Pemprov DKI Jakarta bersama tokoh lintas agama (Kamis, 19/3)

JAKARTA,BERITAREM.COM,- Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengadakan pertemuan dengan sejumlah pimpinan lintas agama wilayah Jakarta untuk membahas kegiatan ibadah terkait penyebaran virus corona yang belakangan ini semakin berbahaya. Dalam pertemuan yang digelar di Balaikota tersebut telah disepakati bersama bahwa kegiatan ibadah, dapat dilakukan di rumah selama dua pekan ke depan untuk memutus penyebaran covid-19.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Persekutuan Gereja-gereja Indonesia Wilayah (PGIW) DKI Jakarta, Pdt. Manuel Raintung mengimbau kepada seluruh pimpinan umat Kristiani agar menunda ibadah yang biasa dilakukan setiap hari Minggu. “Kami sepakat untuk menyerukan pelaksanaan ibadah dua minggu ke depan.Melalui petunjuk-petunjuk dan pedoman yang dilakukan oleh masing-masing pimpinan gereja. Terutama pimpinan gereja, sinode, yang berada di Jakarta. Yakni; pimpinan klasis, pimpinan distrik agar dapat memberikan petunjuk/arahan agar bersama-sama membantu Indonesia dan dunia untuk menyelamatkan umat manusia dari penularan wabah corona ini.  Kita berdoa agar Jakarta &  Indonesia aman dalam lindungan Tuhan,” tukas Pdt. Manuel Raintung di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (19/3).

Seruan serupa disampaikan juga disampaikan oleh Keuskupan Agung Jakarta Romo Suyadi yang menyatakan bahwa seluruh proses peribadatan bisa dilakukan di rumah masing-masing. “Keuskupan Agung dan semua peribadatan doa diselenggarakan pribadi dan di rumah masing-masing semuanya untuk mengurangi menular lebih jauh. Semoga umat Katolik di DKI menjalankan dengan baik dan menjaga diri di rumah,” Papar Romo Suyadi.

Sementara itu, Pendeta dari Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) Pendeta Liem menyatakan bahwa umat Budha akan turut melaksanakan seruan Gubernur untuk menekan angka penyebaran Covid19. Kata Liem, seluruh kebaktian akan dilaksanakan di rumah. “Namo Budaya, kami umat Buddha DKI akan mengikuti seruan gubernur untuk mengadakan kebaktian masing-masing sampai redanya wabah ini. Kita mengikuti seruan gubernur kita. Namo Budaya,” tandasnya.

Sedangkan Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) I Nengah Dharma mengatakan hari Raya Nyepi pada tanggal 22 Maret mendatang dibatasi hanya di wilayah Jakarta Utara. Acara akan diselenggarakan di Pura Segara Cilincing, Jakarta Utara. “Di sana kami hanya 10 orang dan memang kami betul batasi. Sementara tanggal 24 untuk Tawur Agung dibatasi hanya di Pura Aditya Jaya Rawamangun, Jakarta Timur hanya untuk 10 sampai 15 orang,” pungkas Nengah Dharma. SM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *